Mohon tunggu...
Widi Kurniawan
Widi Kurniawan Mohon Tunggu... Human Resources - Pegawai

Pengguna angkutan umum yang baik dan benar | Best in Citizen Journalism Kompasiana Award 2022

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Artikel Utama

MRT Hadir, Bagaimana Nasib Bus Modern Metrotrans 1N?

5 April 2019   16:26 Diperbarui: 6 April 2019   08:32 530
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sebelum euforia masyarakat Jakarta karena hadirnya MRT, sejak bulan Januari 2019 lalu sebenarnya ada jenis moda transportasi yang cukup mengundang decak kagum. Awal tahun ini, Transjakarta memang meluncurkan rute baru dengan kode 1N jurusan Tanah Abang-Blok M.

Bus yang dijuluki Metrotrans ini merupakan tipe Lowdeck atau berlantai rendah yang tidak melalui jalur khusus busway. Jadi dari Tanah Abang, bus ini menyusuri jalan protokol di Bundaran HI menuju Jalan Sudirman dan berhenti di tiap halte atau "bus stop" yang rata-rata berada di depan gedung perkantoran elite kawasan Sudirman.

Alat untuk menempel kartu pembayaran (foto by widikurniawan)
Alat untuk menempel kartu pembayaran (foto by widikurniawan)

Sebagai pendatang baru, bus ini sempat menyita perhatian karena penumpang serasa diajak naik bus umum dengan cara dan budaya baru. Pertama soal antrean, meskipun tidak ada fisik bangunan halte lengkap dengan atapnya, tetapi cukup dengan rambu tanda "bus stop", calon penumpang dibiasakan antre panjang sebelum naik ke dalam bus.

Kedua, pada saat naik, penumpang wajib menempelkan kartu pada mesin yang berada di dekat pintu masuk maupun keluar. Inilah teknologi yang masih jarang kita lihat digunakan di Indonesia, bahkan seri Metrotrans lainnya meskipun sama persis busnya tapi alat tersebut tidak terpasang karena petugaslah yang jemput bola ke penumpang dengan membawa alat EDC (electronic data capture) atau gampangnya kita sebut mesin penggesek kartu bank seperti di minimarket.

Interior bus juga terlihat bersih, mewah dan modern. Sangat pantas dihadirkan untuk "membunuh" kopaja dan metromini yang sudah memasuki usia senja.

Foto by: widikurniawan
Foto by: widikurniawan

Semula, hadirnya Metrotrans 1N ini cukup melegakan bagi penumpang yang biasa beraktivitas di sepanjang jalur Jalan Sudirman hingga Blok M. Meskipun ada bus Transjakarta Koridor 1 dengan rute Kota-Blok M, maupun bus gratis Metrotrans GR1 rute Bundaran HI-Bundaran Senayan, jika pas nemu Metrotrans 1N tentu penumpang ke arah Blok M akan dengan senang hati memilihnya. Apalagi bagi tipe penumpang 'mager' alias malas gerak yang sering merasa bak melewati lautan jika hendak menyeberang ke tengah jalan Sudirman di tempat halte Transjakarta Koridor 1 berada.

Titik paling ramai saat jam sibuk di pagi hari adalah di Tosari, dekat eks JPO Tosari Jalan Sudirman yang telah dibongkar. Di sinilah antrean mengular bus Metrotrans GR1 berpadu dengan calon penumpang 1N, taksi, kopaja, dan metromini. Dua nama terakhir saat ini jelas menjadi pilihan terakhir pula.

Salah satu titik pemberhentian di Jalan Sudirman (foto by widikurniawan)
Salah satu titik pemberhentian di Jalan Sudirman (foto by widikurniawan)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun