Mohon tunggu...
Weinata Sairin
Weinata Sairin Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Teologi dan Aktivis Dialog Kerukunan

Belajar Teologia secara mendalam dan menjadi Pendeta, serta sangat intens menjadi aktivis dialog kerukunan umat beragama

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sebelum Maut Menjemput

13 Juni 2022   07:54 Diperbarui: 13 Juni 2022   08:06 89 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
TPU | sumber:istockphoto.com

SEBELUM MAUT MENJEMPUT

maut acap datang
dalam senyap
dalam sepi
tatkala seseorang begitu eforia
menjalani kehidupan

maut datang tanpa mengucap salam
tanpa mengetuk
ia datang begitu saja
tanpa negosiasi
ia mengeksekusi
korbannya

mau dapat datang dimana saja
ia tamau tau tahu soal locus delicti
soal tkp
yang penting mou sudah clear valid sahih
legitim
eksekusi bisa terjadi
diudara
dilaut
didarat
ya dimana saja
di laut
di sungai
di danau
di empang
di jalan tol
di hutan rimba
di tebing curam
dimana-mana bisa terjadi

maut tidak hanya terjadi oleh karena senjata tajam seperti.yang selalu nampak dalam sinetron.Indonesia
tetapi juga karena penyakit
makanan dan sebagainya

bagi manusia fana takusah
ribed dan kepo
bertanya kapan sang maut datang
dengan cara apa ia membunuh
itu lebay sotoy
dan tak penting
yang maha penting adalah
hidup kudus
bebas aib noda
takpernah korupsi
belum pernah jadi pelakor
bertobat setiap hari
tidak pernah jadi teroris
cinta mati NKRI
hidup setia beriman kepada Tuhan
jika maut datang
Tuhan akan mendekap kita dalam kasihNya
dan Ia membawa kita ke rumahNya abadi.

Jakarta, 13 Juni 2022/pk.3.45
Weinata Sairin

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan