Mohon tunggu...
Warkasa1919
Warkasa1919 Mohon Tunggu... Lelaki Pendayung Sampan

Aku percaya setiap orang pasti memiliki cerita sendiri-sendiri dalam hidupnya. Kata orang, setiap cerita pasti ada akhirnya. Namun dalam cerita hidupku. Akhir cerita adalah awal mula kehidupanku yang baru. https://warkasa.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Novel

[AdS] Binatang Jalang

21 Mei 2019   03:00 Diperbarui: 22 Mei 2019   05:29 0 50 23 Mohon Tunggu...
[AdS] Binatang Jalang
ads-binatang-jalang-1-jpg-5ce2adf4733c4321303ce3c6.jpg

<< Sebelumnya

****

“Kenapa engkau berpikir aku bisa mengobatimu? Aku bukan dukun.” Kataku pelan. Jujur saja darahku sempat berdesir mendengar kata-katanya barusan. Otak kiriku langsung bekerja. Mana ada lelaki normal menolak di ajak ‘begituan’ sama wanita cantik yang memiliki senyuman begitu menggoda ini.

“Aku sudah jenuh dengan semua ini. Dan sebelum bertemu dengan Mas malam ini. Malam itu setelah Shalat istikharah untuk meminta petunjuk pada Tuhan-ku, aku tertidur pulas di atas sejadah, dan entah kenapa aku begitu yakin bahwa Mas adalah sosok Binatang jalang yang sering mendatangiku di antara keremangan cahaya malam itu. Binatang jalang yang sering mendatangiku di sepertiga malam. Dikala aku curahkan kepasrahanku pada Tuhan, di saat aku menangis diam-diam, di saat aku merasa begitu malu pada Tuhan. Saat itu aku tidak benar-benar mampu melihat sosok Binatang jalang itu. Sosok itu seperti berada di dalam tirai, dan pandangan mataku ini tidak mampu melihat dengan jelas wujud asli sosok yang mengaku sebagai Binatang jalang itu.”

Baca juga : [AdS] Bidadari yang Terabaikan

“Terus?”

“Saat itu aku begitu ingin melihatnya, tapi dia terus berjalan pergi meninggalkanku sambil berkata bahwa kelak akan ada seorang anak muda yang akan datang menemuiku. Dan anak muda itulah yang kelak akan mengantarkanku ketempat kediamannya nanti.”

“Hemm,”

“Pertemuanku tanpa sengaja dengan Binatang jalang itu adalah ketika dulu aku begitu merasa asing dengan diriku sendiri, hingga akhirnya tanpa sepengetahuan suami dan dukun yang pernah mengobatiku itu aku pergi menjumpai seorang Kyai. Dan oleh Kyai yang kudatangi itu aku di suruh melakukan Shalat istikharah untuk meminta petunjuk pada Tuhan-ku selama 40 hari lamanya dan itu harus di kerjakan setiap pukul 03.00 WIB. Dan kata Kyai yang memintaku untuk melakukan  Shalat istikharah itu katanya jika Tuhan mengizinkan, maka akan ada Siluman yang akan menemuiku melalui mimpi. Dan jika Siluman itu bersedia menolongku, mudah-mudahan dia bisa mengusir Siluman-siluman yang saat ini tengah mendiami tubuhku. 

Kata Kyai yang ku temui itu, hanya Siluman yang datang pas di hari pernikahanku itu yang bisa mengusir semua Siluman-siluman yang saat ini tengah mendiami tubuhku itu.” Katanya lagi.

“Terus, apa hubungannya denganku?”

“Mas adalah orang yang datang menemuiku pas di hari dan tanggal pernikahanku.” Katanya lagi sambil menatap lurus kedua mataku dalam-dalam, tatapan dan nada bicaranya begitu serius, sepertinya tidak main-main!

“Geblek!”

Pikirku. Jadi dia menyangka aku ini adalah Siluman! Jujur saja aku memang jarang Shalat lima waktu. Tapi jelek-jelek begini, aku ini masih manusia tulen. Kakiku saja masih menginjak tanah ketika berjalan, tubuhku masih basah ketika kehujanan, dan perutku masih merasakan lapar kalau pas lagi puasa karena tidak ada yang mau di makan. Aku bingung dan tidak tahu mau ngomong apa lagi pada wanita aneh di depanku ini.

Cukup lama aku diam. Sambil menghisap sebatang rokok yang baru saja kubakar, sambil menghembuskan asapnya pelan-pelan, aku mulai berpikir. Jika mengikuti nafsu binatang yang ada di dalam diriku, bisa saja saat ini kubilang bisa mengobatinya dengan syarat aku harus menyetubuhi tubuh moleknya itu terlebih dahulu. Tapi entah kenapa, sepertinya saat ini Setan pun sedang tidak ingin dekat-dekat denganku. Bukti-nya, saat ini aku cuma duduk dan diam. 

Masih seperti setengah tidak percaya dengan apa yang barusan ku dengar itu. Seperti mimpi! Wanita cantik yang tampak santun di depanku dari semenjak pertemuan pertama dengannya dulu, tiba-tiba saja malam ini bilang kalau dia bersedia aku setubuhi saat ini. Api rokok yang barusan ku-sundutkan ke kulitku masih terasa panas! dan kulitku masih terasa sakit, memerah, mungkin sedikit melepuh. Berarti aku tidak sedang bermimpi saat ini

“Setelah pertemuan kita setahun yang lalu di tempat ini. Aku sering bermimpi Mas menyetubuhiku, lalu mantan-mantanku dan beberapa temannya itu datang, mereka marah! Lalu berubah menjadi beberapa wujud hewan. Ada macan dan lain-lain. Mereka menerkam Mas, dan tiba-tiba saja Mas juga berubah menjadi seekor Harimau, lalu Harimau itu menerkam dan memakan para binatang jejadian itu.

Kemarin sebelum menghubungi Mas, aku ceritakan semua mimpi yang ku alami itu pada suami-ku, dan dia minta aku untuk melakukan Shalat istikharah, meminta petunjuk, agar kami di beri pilihan yang terbaik nantinya. Dan dia iklas, seandainya kita harus melakukan itu, dia rela melakukan apapun, asalkan aku tidak pergi meninggalkannya.”

Wanita cantik berkulit kuning langsat ini menceritakan semua mimpinya barusan sambil melihat ke arahku yang masih terdiam sambil memainkan rokok di jari-jari tanganku.

“Mantan-mantanmu? Apakah pacarmu banyak?” tanyaku lagi karena ingat dia barusan menyebut mantan-mantanku datang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3