Warkasa1919
Warkasa1919 Karyawan Swasta

Aku percaya setiap orang pasti memiliki cerita sendiri-sendiri dalam hidupnya. Kata orang, setiap cerita pasti ada akhirnya. Namun dalam cerita hidupku. Akhir cerita adalah awal mula kehidupanku yang baru. https://warkasa.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Novel

Wanita di Penghujung Malam

4 Juli 2018   20:32 Diperbarui: 11 Desember 2018   19:40 1144 0 0

Bagian Enam

Sebelumnya <<

*

“Kenapa harus dengan pernikahan?”Tanyanya lagi sambil menatap tajam ke arah mataku. Abang pernah mendengar kisah Nabi Adam dan Siti Hawa? Tanyaku lagi sambil tersenyum menatap kedua matanya, sepertinya dia masih belum begitu mengerti dengan pertanyaan ku barusan, apa hubungan masalah yang sedang di hadapi nya kini dengan leluhur mereka dulu?

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia; Adam berarti tanah, manusia, atau cokelat muda) adalah dipercaya oleh agama-agama Samawi sebagai manusia pertama, bersama dengan istrinya yang bernama Hawa. Menurut Agama Samawi pula, merekalah orang tua dari semua manusia yang ada di dunia. Rincian kisah mengenai Adam dan Hawa berbeda-beda antara agama Islam, Yahudi, Kristen, mau pun agama lain yang berkembang dari ketiga agama Abrahamik ini. Hawa (Arab:حواء, Bahasa Inggris: Eve) adalah istri dari Adam dan dianggap sebagai Ummul Bashar (“Ibu Umat Manusia”). Alkitab menempatkan Manusia ini pada urutan kedua setelah Adam yang diciptakan dari tulang rusuk dan menjadikan keyakinan yang mendunia, demikian juga dalam dunia Islam pada umumnya.

Alkisah setelah merasai dan memakan buah dari pohon tersebut, tampak dan terbukalah aurat mereka berdua. Karena muncul rasa malu, dengan susah payah, masing-masing berusaha menutupi aurat yang tampak dan terbuka itu dengan dedaunan yang ada di sekitar mereka. Seketika sadarlah Nabi Adam dan Siti Hawa akan kekeliruan serta dosa mereka. Larangan yang telah Allah peringatkan justru telah mereka langgar. Pohon yang sama sekali jangan mereka dekati kini malah mereka makan buahnya, dan akibatnya tampaklah aurat mereka sendiri. Rasa penyesalan yang sedalam-dalam nya muncul, Nabi Adam dan Siti Hawa pun kemudian bertobat dan memohon ampunan Allah.

Allah memberikan ampunan-Nya serta menjatuhkan hukuman yakni memerintahkan Nabi Adam dan Siti Hawa pergi dari surga dan turun ke muka Bumi. Berbekal pengetahuan dan beberapa kalimat-kalimat dari Allah, Nabi Adam dan Siti Hawa pun turun ke muka Bumi. Saat diturunkan ke Bumi, Nabi Adam dan Siti Hawa saat itu terpisah di dua tempat yang berbeda. Adam merasakan kehilangan dan mencari-cari keberadaan Hawa, sedang Hawa sendiri pun demikian pula. Di muka Bumi yang terhampar luas itu, dengan susah payah mereka terus-menerus saling mencari.

Terhitung selama 40 hari barulah kemudian mereka berjumpa di sebuah bukit di jazirah Arab yang kemudian disebut dengan Jabal Rahmah. Macam-macam rasa muncul, bahagia, sedih, terharu, kasihan, dan rasa sayang. Adam dan Hawa akhirnya berkumpul dan menyatu kembali seperti sewaktu di dalam surga.

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia;  Jabal Rahmah, sebuah tugu peringatan yang didirikan untuk mengenang tempat bertemunya nenek moyang manusia Nabi Adam dan Siti Hawa di muka bumi.

Karena aku tidak mau mengulangi kesalahan yang sama dengan yang pernah di lakukan oleh nenek moyang kita dahulu. Jawab ku sambil menutup cerita tentang kisah Nabi Adam dan Siti Hawa.

**

Lelaki berbadan gelap itu diam mendengar semua ceritaku barusan, begitu berat rasanya menerima kenyataan pahit ini. Begitu berat rasanya memutuskan dua pilihan ini. Di satu sisi dia ingin hidup normal seperti pasangan yang lainnya, namun di lain sisi, dia juga tau, jika memang persetubuhan adalah satu-satunya jalan untuk kesembuhan wanita yang begitu di cintainya itu.

Ingin rasanya dia mengatakan kepada lelaki muda di hadapan-nya ini, jika saat ini dia iklas jika lelaki muda di depannya itu ‘mengobati’ wanita berkulit hitam manis itu tanpa dia harus menikahinya terlebih dahulu. Tapi demi kehormatan istrinya, dan juga demi kebaikan mereka berdua, sepertinya memang dia harus merelakan jika istrinya itu di nikahi oleh lelaki muda di hadapan-nya ini. Dia begitu mencintai wanita di hadapannya itu, tapi dia juga sadar jika tetap memaksa agar lelaki muda itu tetap ‘mengobati’ wanita itu tanpa harus melalui proses pernikahan terlebih dulu hanya akan semakin membuatnya terjerumus kedalam kubangan dosa.

Masih jelas dalam ingatannya, empat setengah tahun yang lalu ketika wanita berkulit hitam manis ini menolak dengan halus keinginannya. Lalu berbekal informasi dari temannya, dan bersama teman karibnya itu dia mencari dan pergi mendatangi orang tua yang di anggap orang pintar oleh orang-orang dikampungnya itu. Dan di hadapan nenek tua yang terkenal karena memiliki suami sembilan orang dikampungnya itu, dia mengutarakan niat hatinya untuk memiliki janda kembang mantan teman sepekerjaannya dulu.

***

Setelah semua persyaratan yang di minta oleh nenek yang terkenal karena memilik suami sembilan orang dikampungnya itu. Maka pada malam jumat kliwon, berdua dengan nenek tua itu mereka pergi ke Makam Keramat Datuk Belang Enam di belakang hutan larangan.

Dengan membawa sebotol minyak kelapa hijau yang dimasak oleh gadis yang masih perawan, sehelai kain kafan dan sebungkus kemenyan hitam. Malam itu di terangi oleh sebatang lilin dan cahaya bulan purnama, di atas kain kafan di pinggir makam keramat sambil membakar kemenyan hitam mereka melakukan ritual pemanggilan dan pengisian khodam.

Lalu pada keesok harinya, berbekal olesan minyak pada telapak tangannya, dia berangkat menuju rumah janda kembang mantan teman sepekerjaan-nya itu. Dan ajaib, setelah selesai berjabat tangan dengan-nya, wanita yang diawal kedatangannya dulu selalu menolak apa yang menjadi keinginan-nya itu tiba-tiba saja begitu lemah lembut saat ini dan menerima apa saja yang di ucapakannya.

Setelah mereka resmi berumah tangga, dia memutuskan untuk berhenti bekerja di perusahaan yang sama dengan almarhum mantan suami wanita yang baru saja di nikahinya  itu. Tapi kebahagiannya itu tidak berlangsung lama, mulai dari malam pertama hingga malam ini, belum sekalipun dia berhasil menggauli wanita yang sangat di cintainya itu. Karena setiap kali dia ingin melakukan dengan istrinya itu entah kenapa senjata pusaka miliknya itu selalu tidak berdaya.

Dia tidak mau putus asa begitu saja, maka dia pun kembali pergi menjumpai nenek tua yang memiliki suami sembilan orang suami di kampungnya itu. Dan menurut nenek tua yang sudah di anggap guru olehnya itu. Semua itu adalah akibat perbuatan almarhum mantan suaminya dulu yang sampai kini masih belum iklas untuk melepaskan dan meninggalkan mantan istrinya itu. Dan pada saat itu Nenek tua itu mengatakan kalau dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantunya. Dia tidak patah semangat, berbagai upaya terus mereka lakukan, mulai dari mendatangi orang pintar, dukun, hingga kyai untuk meminta kesembuhan, namun sampai hari ini senjata pusaka milik nya itu masih saja saja tetap tidak berdaya ketika berhadapan dengan wanita yang begitu di cintainya itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3