Mohon tunggu...
Hendra Wardhana
Hendra Wardhana Mohon Tunggu... Administrasi - soulmateKAHITNA

Anggrek Indonesia & KAHITNA | Kompasiana Award 2014 Kategori Berita | www.hendrawardhana.com | wardhana.hendra@yahoo.com | @_hendrawardhana

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Saatnya "Revolusi Pintar" Hemat Listrik Dimulai

21 April 2016   11:15 Diperbarui: 21 April 2016   11:23 395
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Masyarakat pengguna listrik prabayar bisa mengetahui pola penggunaan listrik sehari-hari dan menentukan jumlah energi listrik sesuai kebutuhan rutin. Selanjutnya masyarakat bisa merencanakan dan mengubah pola penggunaan energi listrik di rumahnya agar tidak cepat habis. Misalnya, kapan harus menghidupkan AC, menggunakan mesin suci dan memutar film berdurasi lama. Masyarakat juga bisa mengatur bagaimana menggunakan listrik, pada jam beban puncak dan jam beban dasar.

Dengan listrik prabayar kebiasaan buruk penggunaan energi listrik secara bebas perlahan bergeser menjadi budaya menggunakan listrik dengan cermat dan terencana. Oleh karena itu, listrik prabayar pantas disebut sebagai listrik pintar.

Revolusi Sadar Energi
Hingga saat ini kesadaran energi masyarakat Indonesia dianggap masih kurang. Pola pikir serta anggapan bahwa energi yang berasal dari kekayaan alam negeri sendiri bisa dimanfaatkan sebanyak-banyaknya membuat masyarakat cenderung boros. Meskipun kampanye hemat listrik telah lama digaungkan, namun nyatanya sebagian masyarakat masih melanggengkan kebiasaan buang-buang listrik.

Di sisi lain kebutuhan dan konsumsi energi listrik di Indonesia terus meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk dan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Sebagian besar dari total kebutuhan nasional terdapat di Jawa, Madura dan Bali.

Menurut proyeksi kebutuhan energi listrik 2003-2020 yang disusun oleh PLN dan BPPT, rata-rata kebutuhan listrik di Indonesia dalam rentang waktu tersebut tumbuh sebesar 6,5% per tahun. Pertumbuhan tertinggi ada di sektor komersial sekitar 7,3% dan disusul sektor rumah tangga sebesar 6,9%. Pada sektor rumah tangga laju pertumbuhan kebutuhan listrik dipengaruhi oleh ratio elektrifikasi di beberapa daerah yang masih rendah meskipun secara nasional rata-ratanya mencapai 84,35% pada akhir 2014.

[caption caption="Produksi energi listrik di Indonesia."]

[/caption]

Untuk memenuhi pasokan listrik nasional, selain membangkitkan energi listrik sendiri, PLN juga masih harus membeli dari pembangkit swasta. Sampai akhir 2014 dari penyediaan energi listrik sebesar 228.554,91 GWh, produksi listrik PLN sebesar 175.296,98 GWh dan sisanya 53.257,93 GWh dipenuhi melalui pembelian. Sementara itu, kapasitas terpasang pembangkit energi listrik nasional sekitar 51.620,58 MW yang terdiri dari pembangkit PLN sebesar 39.257,53 MW dan sisanya berasal dari non PLN.

Hal penting lainnya yang harus diketahui masyarakat adalah produksi listrik Indonesia masih sangat bergantung pada energi fosil yang tidak terbarukan. Beberapa pembangkit juga sudah berusia tua. Di sisi lain, faktor perilaku pengguna menyumbang kontribusi terbesar pada pemborosan energi listrik selama ini. Jika kesadaran ini tidak segera dibangkitkan, ancaman krisis listrik di Indonesia akan semakin nyata.

[caption caption="Rasio elektrifikasi Indonesia."]

[/caption]

Oleh karena itu listrik prabayar bisa menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan listrik secara bertanggung jawab. Selain itu, penggunaan listrik prabayar yang disertai dengan terciptanya budaya penggunaan energi listrik secara bertanggung jawab dapat melahirkan efek berantai yang menguntungkan. Dimulai dengan menghemat listrik, masyarakat akan lebih bertanggung jawab dalam menggunakan energi lain, seperti BBM dan air.

Sampai Agustus 2015 jumlah pelanggan listrik PLN sebanyak 59,99 juta yang 20,64 juta di antaranya adalah pengguna listrik prabayar. Angka tersebut membuat PLNmenjadi perusahaan listrik pertama dengan pelanggan prabayar terbesar di dunia. Ke depan PLNdiharapkan semakin gencar melakukan sosialisasi seputar manfaat menggunakan listrik prabayar, meningkatkan dukungan teknologi, termasuk mempermudah pengisian pulsa listrik dengan memperbanyak jaringan ATM dan akses loket pembelian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun