Mohon tunggu...
Wans Sabang
Wans Sabang Mohon Tunggu... anak hilang

Jejak Literasi: Puisi-puisinya pernah dimuat di Koran Sastra Dinamika (Lampung), Radar Bekasi (Bekasi), Buletin Jejak (Majalah Sastra, Bekasi), Buletin Kanal (Majalah Sastra, Semarang) dan Linikini (Tayangan Macro Ad di Commuterline), Koran Jawa Pos dan Koran Tempo.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Rindu di Venesia

21 Februari 2019   16:20 Diperbarui: 21 Februari 2019   16:24 48 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Rindu di Venesia
VENISE ET SES SESTIERI (SUITE 1) - SAN MARCO (photonscaptifs.com)

RINDU DI VENESIA 

: Moonlight Sonata by Beethoven (1770 -- 1827)

 

Mari kita bertualang dalam orkestra di cuping telinga. Saat terdengar instrumen alir darah dari urat-urat di sekitar kepala, entah itu derap genderang Timpani, pekik sangkakala Trompet atau bunyi kicau Piccolo. Kita bagai berada disebuah film, lengking Biola dan denting Harpa makin membawa jauh pergi dari bijana.

Ini bukan cuma renjana atau sekadar penambah cita rasa. Harmoni rumit dari paduan instrumen yang memainkan not-not dalam tempo yang berbeda. Nikmati saja! Karena sebenarnya mereka sedang bergerak ke arah yang sama. Untuk hasilkan keajaiban bunyi yang indah.

Bukankah kita juga adalah komponis yang mencipta rasa senang dan sedih, gembira dan marah. Dan mereka, hanyalah beberapa pemusik yang mengiringi makan malam yang mewah.

Dari atas balkon sebuah Katedral, mata kita diam tenggelam di kanal-kanal kota Venesia. Sementara instrumen-instrumen di kepala kita, bergondola menyusuri kanal demi kanal, mengunjungi senja yang tak pernah tua.

(2017)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x