Wakijo Salim
Wakijo Salim

Sastra, Budaya, dan Kadang Politik

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Ridwan Kamil Lupa Kalau Dia Gubernur Jabar

16 Maret 2019   01:58 Diperbarui: 16 Maret 2019   02:09 997 1 1
Ridwan Kamil Lupa Kalau Dia Gubernur Jabar
kompas.com

Gubernur Jabar Ridwan Kamil akhir-akhir ini lebih sibuk berkampanye untuk Pasangan Calon Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Saking semangat sibuknya kampanye, pun jarang ditemui di kantornya.

Ridwan Kamil diketahui sangat sibuk mengerahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sampai aparatur desa untuk memenangkan paslon 01 Jokowi-Ma'ruf. Ia hampir tak pernah absen dalam menghadiri kegiatan kampanye salah satu pasangan capres, di setiap penjuru daerahnya.

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli pun turut menyentil kelakuan Ridwan Kamil tersebut. Sebab, ia menilai jika mengurus masyarakat Jabar seharusnya menjadi amanah utama Ridwan Kamil, bukan malah asyik kampanye.

Tak berhenti disitu, Rizal Ramli juga sampai memposting sebuah meme yang mempertanyakan dimana keberadaan Ridwan Kamil. Menurut dia, setelah terpilih menjadi gubernur, Ridwan Kamil) sibuk jadi campaign managernya paslon 01 untuk Jabar. Padahal dia dipilih oleh warga Jabar untuk memimpin dan membereskan Jabar.

Selain itu, Rizal Ramli mengaku belum melihat strategi dari Ridwan Kamil membuat Jabar berkembang pesat. Terlebih, sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar, Jabar belum pernah menonjol secara ekonomi meski punya sumber daya alam. (Sumber)

Ridwan Kamil juga pernah dilaporkan dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas dugaan kampanye di luar jadwal, namun kemudian dicabut. Pelapor adalah Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB). Mereka menuding Ridwan Kamil melakukan kampanye metode rapat umum yang dinilai baru boleh dilakukan 21 hari jelang masa tenang, yaitu 24 Maret-13 April 2019.

Mestinya, daripada sibuk mengurus kampanye Jokowi, Ridwan Kamil lebih baik mengentaskan kemiskinan di Jabar, terutama di wilayah Jabar Selatan.

Bukan hanya karena aktif kampanyekan paslon 01, masalah yang sekarang sedang ramai adalah masuknya adik kandung dan beberapa orang timsesnya yang masuk ke Tim Akselerasi Pembangunan (TAP).

Ridwan Kamil membentuk Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) melalui keputusan gubernur pada November 2018. Dalam tim yang dipimpin Rektor Unpad Tri Hanggono itu ada beberapa nama eks timses, adik kandung serta sepupu Ridwan Kamil.

Total ada 19 orang yang masuk tim tersebut. Pembentukan TAP diatur berdasarkan Kepgub Nomor 060.1/Kep.1244-Org/2018. Anggota TAP merupakan para pakar dengan latar belakang berbeda termasuk eks timses saat bertarung di Pilgub Jabar 2018.

Sebagian besar eks timses mengisi posisi Dewan Eksekutif TAP Jabar. Diantaranya adalah adik kandung Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzzaman, eks timses di Pilgub Jabar Lia Endiani, Sri Pujiyanti dan Arfi Rafnialdi yang menjabat sebagai Ketua Harian TAP. (Sumber).

Terkait hal tersebut di atas, Ridwan Kamil bisa disimpulkan sebagai contoh pejabat daerah yang tidak paham tugas dan fungsi pokoknya sebagai Gubernur. Banyak keluhan dari warga, dia lebih sibuk kampanye ketimbang mengurusi warga Jabar.

Cara Ridwan Kamil mengelola Jabar sangat mengkhawatirkan. Di masa Aher selama dua periode, Jabar dikenal sebagai provinsi yang berprestasi. Jabar berkali-kali memenangkan penghargaan sebagai provinsi berkinerja terbaik.

Aher oleh Kemendagri juga pernah ditetapkan sebagai salah satu dari lima gubernur terbaik, karena Jabar tiga kali berturut-turut menjadi provinsi terbaik. Suasana di Pemprov Jabar juga tidak kondusif dengan masuknya adik kandung dan para timsesnya di TAP.

Sebaik-baiknya saat ini, Ridwan Kamil harus dingatkan agar kembali ke jalan yang benar. Dia harus ingat bagaimana janjinya kepada rakyat Jabar pada saat Pilkada