Mohon tunggu...
Vlar Lantang
Vlar Lantang Mohon Tunggu... wiraswasta -

Laki laki anak nagari ,di Ujung Barat Sumatera Barat (Padang ) Aia Bangih Nama Nagari nya..

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

PSSI Akan Rebound-kah Setelah Koreksi Sehat 18 Bulan?

12 September 2016   11:37 Diperbarui: 13 September 2016   03:10 218 5 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
PSSI Akan Rebound-kah Setelah Koreksi Sehat 18 Bulan?
Sumber Gambar: lipsus.kompas.com

Satu setengah tahun PSSI, di baca sepakbola Indonesia mengalami kondisi stagnasi,,setelah FIFA memberi sanksi suspend,adalah waktu yang panjang dan melelahkan,namun semua itu tentu lah ada hikmah dan manfaatnya.

Saya menggunakan istilah “koreksi sehat “ dalam tulisan ini,karena selama satu setengah tahun di suspend oleh FIFA,PSSI dan kondisi sepakbola Indonesia,terlihat berkembang positif dan tidak ada tanda tanda mandek atau sepi dari pertandingan,malah makin marak dan ber kualitas.Banyak turnamen yang di gelar dan campur tangan Presiden secara langsung,tidak membuat FIFA makin marah,malah makin tertarik.

Begitu juga Ketum PSSI La Nyalla sedang dalam masalah hukum,sehingga memudahkan jalan menuju kondisi PSSi yang maju dan ber prestasi.Atas semua itu apakah ada harapan sepakbola Indonesia akan menuju arah balik rebound,sehingga apa yang di harapkan banyak orang,masyarakat sepakbola Indonesia akan terujud.

Di saat semua kegiatan sepakbola Indonesia di sanksi FIFA,ada sebuah kekuatan yang terlihat jelas dengan mata telanjang,bagaimana seorang Presiden dalah hal ini Pak Jokowi,ikut aktif dan sering malah terlihat menonton pertandingan sepakbola di mana ada kesempatan.Ini adalah sebuah kelangkaan dan tentu saja pertanda positif untuk menuju Sepakbola Indonesia yang baik dan benar.

Apa yang bisa di ambil dari kehadiran seorang Presiden dalam stadion untuk menonton pertandingan, adalah gambaran dari begitu pedulinya Presiden dengan perkembangan dan prestasi sepakbola Indonesia.

Sama dan sebangun dengan keinginan masyarakat sepakbola Indonesia,Presiden ingin melihat dan menonton sebuah pertandingan yang ber kualitas dengan menampilkan pemain pemain yang berkualitas juga,sehingga tingkat kepuasaan para penonton yang merangkap sebagai  supporter pun meningkat.Inilah yang akan jadi Modal besar nantinya untuk bisa membuat sepakbola Indonesia akan bisa kembali ber bicara di Tingkat Asia Tenggara ,Asia dan bahkan Dunia.

Sudah berapa kali Presiden berganti dan berapa lama Presiden bertugas di masa lalu,tidak pernah ada kepedulian nya pada sepakbola sebesar yang di tunjukan oleh Presiden Jokowi.Semua sudah terlihat on the track,tinggal lagi PSSI sebagai pemegang Otoritas tertinggi sepakbola di Indonesia,bisa memahami dan menterjemahkan nya dalam bentuk aksi,tindakan dan kebijakan dan kebkeputusan ??

Kondisi PSSI yang selama ini kita kenal lebih banyak menggunakan PSSI sebagai tempat untuk berbuat sesuatu demi satu kelompok,demi satu kekuasaan dan demi untuk bisa meraup keuntungan pribadi dalam hal citra ,sehingga sebagai pengurus PSSI nanti akan lebih terkenal citra nya daripada prestasi nya.Ketum PSSI sekarang sedang berurusan dengan pihak berwajib untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan nya,baik langsung atau tidak langsung berhubungan dengan sepakbola Indonesia adalah pengulangan kesalahan pada masa lalu.Dimana ada juga pernah Ketum PSSI di masukan ke hotel prodeo,merupakan pelajaran yang sangat berharga untuk masa datang dalam hal memilih sosok Ketua Umum.

Bisa  atau sanggupkah PSSI keluar dari paradigma lama ke paradigma baru yang mengikuti style Presiden yaitu kerja ,kerja dan kerja,tanpa berpikir pencitraan dan demi satu kelompok.??

Inilah yang jadi sebuah pekerjaan rumah yang maha berat dan tantangan yang harus di lalui oleh PSSI ke depan nya.Untuk itu nanti pada saat Kongres Luar Biasa pada bulan Oktober 2016 bisa di jadikan sebuah momentum untuk PSSI bisa rebound setelah selama satu setengah tahun koreksi sehat.

Tentu saja Presiden Jokowi tidak akan begitu saja melepaskan mekanisme di jajaran PSSI berjalan macet atau mandek,karena ada berbagai kepentingan yang ber main.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x