Mohon tunggu...
verian
verian Mohon Tunggu...

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara Pilihan

Tolong Pak, Lindungi TPS-TPS Kami!

16 April 2019   07:08 Diperbarui: 16 April 2019   07:26 0 0 0 Mohon Tunggu...

Tolong Pak, Lindungi TPS-TPS Kami!

Tempat Pemungutan Suara (TPS) adalah salah satu kunci dari pemilu yang adil dan berintegritas. Karena itu, ketidakwajaran yang dirasa banyak pemilih WNI di luar negeri dalam pemilu di sejumlah TPS memantik rasa curiga bagi para warga negara lain bahwa hal-hal tidak wajar bukan tidak mungkin dapat terjadi dalam pemilu Rabu, 17 April 2019 di Indonesia. 

Dihambatnya para WNI yang mau menggunakan hak pilihnya dengan dalih ini dan itu yang tidak wajar dan tidak dapat dibenarkan memunculkan kekuatiran bahwa hal-hal serupa dapat terjadi, dan bahkan mungkin secara sistematis, dalam pemilu dalam negeri 17 April 2019.  

Cerita-cerita bagaimana pilkada DKI Jakarta yang lalu diselenggarakan di TPS-TPS di mana ditemukan intimidasi-intimidasi dari massa makin menguatkan kekuatiran bahwa "hal kotor" semacam itu bakalan ditiru dalam pemilu 17 April 2019 ini.

Tidak cukup bahwa hal-hal buruk yang melawan keadilan seperti itu diharapkan dapat dikurangi dengan meminta keterlibatan aktif para warga negara yang sebenarnya tidak berdaya di hadapan wewenang yang dimiliki petugas TPS maupun gerombolan orang. Yang memiliki hati nurani baik dan cinta damai tentu tidak ingin ada konflik. 

Negara (terutama pemerintah) pun kiranya tidak ingin gara-gara pemilu muncul konflik horisontal yang begitu buruk itu, ditambah lagi bahwa itu bertentangan dengan hakikat suatu pesta demokrasi yang menggembirakan.

Karena itu, belajar dari pelaksanaan pemilu luar negeri beberapa hari lalu, terwujudnya pemilu dalam negeri 17 April yang fair dan berintegritas sangat bertumpu pada peran aktif aparat keamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kehadiran mereka di TPS tidak cukup bila tanpa peran aktif itu. Peran aktif apa itu?

Menurut kami ada dua hal dari sekian hal di TPS yang seharusnya aparat keamanan berperan aktif dan tegas meresponnya yaitu soal hak pemilih yang sudah datang di TPS di bawah pukul 13. 00 dan potensi intimidasi oleh gerombolan orang pada para pemilih yang menuju atau baru datang di TPS.

Pertama, hendaknya (dan dimohon) aparat keamanan memastikan pada petugas di TPS bahwa warga negara pemilih yang sudah datang sebelum pukul 13. 00 dapat menjalankan hak pilihnya di hadapan kemungkinan petugas TPS dengan dalih yang dibuat-buat langsung melarang pemilih untuk menggunakan hak suaranya ketika waktu sudah melebihi pukul 13. 00.

Kedua, hendaknya (dan dimohon) aparat keamanan dengan tegas menghalau dan melarang orang-orang di TPS yang secara insinuatif atau eksplisit menakut-nakuti orang yang datang ke TPS maupun berusaha mempengaruhi pilihannya dalam bentuk intimidasi-intimidasi.

Karena itu, dimohon aparat keamanan di TPS tidak hanya diam menyaksikan dua hal di atas, tetapi secara proaktif dan responsif mencegah bilamana ada indikasi munculnya dua hal itu dan secara tegas dan asertif memperingatkan dan mendesak petugas TPS maupun orang-orang (massa) yang melakukan dua hal di atas. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2