Mohon tunggu...
Tovanno Valentino
Tovanno Valentino Mohon Tunggu... Konsultan - Hanya Seorang Pemimpi

Hanya Seorang Pemimpi

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Hai Kompasianer "Insult"! Beraninya Anda Melabeli Artikel Sesama Buruk dan Sampah?

15 Januari 2022   21:43 Diperbarui: 16 Januari 2022   03:44 1768
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Anda mengukur orang lain dengan kaca mata anda sendiri, tapi anda sendiri tidak mampu menilai diri anda. Hanya bisa menilai orang lain, apalagi dengan hinaan. YA!! saya anggap ini hinaan. Tidak pantaskah menghina kompasioner yang dengan caranya ia menyajikan tulisannya sesuai kreasinya asalkan gak melanggar syarat dan ketentuan serta Hukum dan Perundang-Undangan dan juga Etika dan Moral. Apapun tulisan mereka perlu diapresiasi, karena waktu yang mereka luangkan, kuota internet dll.

Kalau gak mau baca ya skip aja. Susah-susah amat sih. Atau kalau anda seorang akademisi, atau kepengen jadi akademisi, sekolah atau ngelamar jadi dosen, atau kalo gak bisa ya jadi guru. Biar anda bebas menilai dan menguji siswa atau mahasiswa anda. eits jangan salah, sekalipun anda bertahan dengan sifat seperti begitu, sekalipun mahasiswa enggan atas penilaian anda. Anda gak akan masuk kategori dosen/pengajar sebenarnya, yang mudahnya menhina siswa atau mahasiswa. Untung saja anda gak sebutin orangnya siapa dan mana tulisannya. Kalo berani beberkan di komentar tulisan ini dengan jelas, biar anda yang bersangkutan sekalian melaporkan anda dengan pasal penghinaan, membuat rasa tidak nyaman dl.

Saya selalu mengapresiasi tulisan semua kompasioner, dan kompasioner yunior atau milenial atau pendatang baru, pernah saya tulis sebelum kompasianival tahun lalu. Saya kagum dengan wawasan dan gaya bahasa secara penyajian konten.  Saya nulis itu gak main-main. Karena sempat puasa menulis lebih dari 5 Tahun. Perkembangannya cukup baik. Entah kompasionernya, pengelolanya (kompasiana) dan engine-nya, yang dahulu selalu bermasalah.

Sejak saya bergabung dahulu, kami namakan kompasiana ini rumah belajar bersama. Kalu komunitas kami menjuluki dan berusaha mewjudukannya rumah sehat, dengan dimuatnya konten-konten positif, inspiratif dan memotifasi banyak orang dan mengindari penyalahgunaannya. 

Tulisan kompasioner gak perlu dinilai tetapi diapresiasi, sang penulis mengharpkan tulisannya dibaca dan mendapat respon. Lebih lagi, bila menginspirasi dan memenuhi syarat untuk di pick up menjadi artikel utama, alangkah bahagianya. Ini semua satu proses belajar. Gak nyambung juga bila memperbandingkan satu dengan lainnya. . Bahkan gak sedikit komunitas yang membuat kelompok menulis untuk menyajikan konten yang menurut sang penulis itulah karya dia dengan apa adanya, sesuai kemampuan dia.

Ayo, anda silahkan googling, cari keyword "Artikel Sampah" dengan penjelasannya. Dan berapa yang anda temukan judul tulisan dengan mengandung artikel sampah. Coba cari dan beritahu saya di kolom komentar.

Saya gak pernah menemukan standar tulisan yang tergolong "SAMPAH". Bahkan menjadi juri berbagai lomba menulis nasional, tdaik ada sama sekali standar tulisan dengan kategori jelek, buruk, dll. Yang keluar adalah angka, dan kemudian didiskusikan urutan angka penilaian itu, untuk dikaji lagi oleh tim juri, kemudian kita sepakat siapa yang keluar sebagai pemenang.

Saya sangat menghargai perbedaan pendapat, tapi penghinaan sabar dulu! Siapa anda? Berani-beraninya menilai seseorang itu hina, yang diproyeksikan melalui tulisannya.

Keterlaluan sekali, sekalipun memang ada istilah tersebut dalam obrolan sehari-hari atau dalam kolom komentar perdebatan gak karuan di sosial media. Tetapi apa harus dibawa istilah itu ke kompasiana? Sudah dewasa kan anda?

Ini ada lagi, kecurigaan bahwa tulisan kompasioner verifikasi biru lebih buruk dari verifikasi hijau? opo karepe? Baca ndak tulisan saya? Gak ada perlakuan khusus di sini? Saya kenal rohnya kompasiana, mereka punya aturan atau SOP bila melabeli sebuah tulisan, sebagai tulisan/artikel pilihan bahkan artikel utama. Untuk ini saya gak pernah ragu! Anda saja yang ragu mungkin, dan asal jeplak menilai sesuai pemahaman anda sendiri.

Dalam tulisan saya terakhir, saya sudah sampaikan bahwa ketika anda bergabung dengan kompasiana, anda terikat pada aturan kompasiana. Bahkan apabila terdapat perubahan kebijakan, misalnya membatalkan satu fitur atau program tanpa pemberitahuan sekalipun anda wajib mematuhuinya, dan terikat! Tapi saya tahu kompasiana melalui pengelolanya, dapat menjawab maupun gak. Itu sudah termaktup dalam term and condition kompasiana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun