Mohon tunggu...
USMAN HERMAWAN
USMAN HERMAWAN Mohon Tunggu... Guru - Belajar untuk menjadi bagian dari penyebar kebaikan

BEKAS ORANG GANTENG, Tangerang

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Siswa Pindahan

15 Juni 2019   22:56 Diperbarui: 15 Juni 2019   23:08 223
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Bunyi bel jam ketiga baru beberapa menit berlalu. Pak Darmin memasuki kelas sebelas. Sepintas dilihatnya semua kursi terisi sehingga dia tidak mengabsen siswa satu persatu. Setelah mengulas sedikit materi pelajaran pekan lalu Pak Darmin mengajak siswa untuk membahas cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A.Navis yang telah ditugaskan kepada siswa untuk membaca dan menganalisisnya pekan lalu. Sebelum sampai pada pembahasan materi terlebih dulu Pak Darmin mempersilakan siswa secara sukarela untuk menceritakan kembali isi cerita pendek tersebut di depan kelas. Seketika semua siswa terdiam. Tak ada yang bersedia maju.

"Yang maju lebih dulu akan mendapat nilai plus," Pak Darmin mencoba memberi iming-imingi.

Sebagian siswa cenderung menunduk, tak berani memandang wajah Pak Darmin. Kalau keadaannya begitu, se[erti biasa Pak Darmin lantas menunjuk siapa saja agar maju dan tidak boleh menolak seperti yang telah disepakati di awal semester. Jika siswanya membandel Pak Darmin tak akan segan mengusirnya ke luar kelas.          

"Kalian sudah membacanya, bukan? Baiklah, pilihannya cuma dua: ke depan kelas atau keluar kelas." Selanjutnya, sembarang saja Pak Darmin menunjuk kepada seorang siswa, "Kamu, maju!"

"Saya Pak?" Jempolnya menunjuk ke diri sendiri.

"Ya. Siapa namamu?"

"Abdul Majid, Pak, alias mantan."

"Mantan apa, pacar?"

"Mantan pemakai Pak, tapi sekarang sudah insyaf dan lulus uji di panti rehabilitasi."

Beberapa siswa mencetus. "Siswa baru Pak. Pindahan."

"Ohhhhh," Pak Darmin agak kaget, baru tahu  bahwa ada siswa pindahan di kelas binaannya. Pak Darmin terlanjur menunjuk, "Silakan maju."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun