Mohon tunggu...
Unggul Sagena
Unggul Sagena Mohon Tunggu... Konsultan - blogger | educator | traveler | reviewer |

Asia Pacific Region Internet Governance Forum Fellow 2021. Pengulas Produk Berdasarkan Pengalaman. Pegiat Literasi Digital dan Penyuka Jalan-Jalan.

Selanjutnya

Tutup

Gadget Artikel Utama

Pak Menag, Kami Milenial, Kapan Kemenag Punya Konten Menarik untuk Kami?

17 Juli 2018   15:59 Diperbarui: 17 Juli 2018   18:10 2496
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

dok.pribadi
dok.pribadi
Jika aku jadi Menteri Agama pak, aku ingin eksis di media sosial. Bukan, bukan wajahku. Bukan ceramahku soal sambutan ini-itu. Aku Menteri Agama milenial. Aku memproduksi konten yang aku dan kawan-kawanku suka. Videografis pak. Coret-coretan visual dengan background musik EDM, Pop hits Kpop, atau gambus modern ala Sabyan pak. Coret-coretan visual dengan penyulih suara yang seperti teman sebaya kami, bukan seperti guru sekolah. Dengan intonasi yang tidak menggurui.

Untuk itu, jumlah subscriber channel Kemenag jadi KPI ku pak. Aku akan berusaha mencari dengan jalan "halal", ngga beli folowers, paling minta-minta aja, dengan tim efektif dan efisien.

Anak-anak muda seperti kami, yang dunianya internet, bukan sebagai tuntutan kerja tapi menjadi gaya hidup. 

Teman-teman sebayaku, bukan jahat, mereka korban ketidaktahuan. Untuk itu, konten diperbanyak penyebaran diperluas, menggunakan kami juga, sebaya.  Amal ma'ruf.

Bagaimana soal nahil munkar? Pak, kita punya yang namanya Trusted Flagger pak. Resmi dari Google dan Twitter. Bisa melaporkan video tak senonoh di Youtube, kicauan Twitter bermasalah yang sebabkan keresehan.

Kabarnya, Facebook yang juga memiliki Instagram akan lakukan pola yang sama pak. Selain dari tim mereka sendiri, dibantu kita semua. Dilaporkan ke yang punya 'lapak', bukan diblokir begitu saja. Biar pemilik rumah bisa patroli, kami bantu.

Kemenag, bisa menjadi bagian itu, untuk konten terkait agama, menjaga Bhinneka Tunggal Ika. Bukan hal yang mudah, tapi sukarelawan banyak, asal satu frekuensi dengan kami.

ICT Watch, Wahid Foundation dan MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) menjadi masyarakat sipil yang tepercaya menurunkan konten. Bukan hanya Kominfo, tok!  Kalau memang ada konten yang dianggap bertentangan dengan budaya Indonesia, ada community guideline sebagai panduan pihak Google, pak. Kalau lambat, trusted flagger bisa bertindak. Mereka kapabel untuk itu. 

Bukankah, Kemenag juga kapabel untuk isu yang terkait keagamaan dan pluralitas beragama pak? 

Cuman itu sih pak, yang ada dalam pikiran pertama saya kalau saya jadi Menag. Gimana caranya ya, mungkin bisa pemerintah bekerjasama pak. Bukan saatnya egosektoral. Saya ngerti dikit pak dari kakak-kakak senior yang mahasiswa soal istilah ini. Setiap menteri ngga mau katanya sih sama dengan yang lain. Sampai presiden juga.  

Saya ngga percaya sih pak dengan itu, makanya pastinya Kemenag mampu berkolaborasi. Semua pasti punya titik dan ruang tertentu yang jadi peran fungsi masing-masing, tapi juga ada ruangan besar lain untuk lembaga lain masuk bersama di satu rumah yang sama. Ada ruang untuk masyarakat bergabung membantu bahu membahu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun