Mohon tunggu...
M. ERIK IBRAHIM
M. ERIK IBRAHIM Mohon Tunggu... Mahasiswa - πŸ†πŸ’ͺ Berakit-rakit dahulu, berenang-renang Ketepian, Bersungguh-sungguh dahulu, Mendulang Kemenangan Kemudian kemenanganπŸ†πŸ’ͺ
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

πŸŒ©β˜€TerBentur---Terbentur----TERBENTUKβ˜€πŸŒ©

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi: Pohon Bonsai

18 Januari 2023   21:40 Diperbarui: 18 Januari 2023   21:44 141
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Lihat, dia seolah terpaku dan terpenjara dibalik pot-pot hitam itu. berdiri termenung.Β 

pohon Bonsai. Terkadang engkau lihai, dan terkadang engkau pandai menutupi canda tawa dan duka cita yang tak kunjung usai.Β 

Namun terselip juga makna membingkai dengan petuah asa yang nantinya tak membuatmu terbengkalai.Β 

sejenak bosan melanda pinggiran parit ditepian sungai kemuning ini. melebur apa yang semestinya dilebur.Β 

Dan menahan apa yang layak dipertahankan!Β 

Pohon bonsai, kini nasibmu?Β 

---

Demikian dan Salam puisi

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun