Mohon tunggu...
Syafiatuddiniah (Tuty Queen)
Syafiatuddiniah (Tuty Queen) Mohon Tunggu... Freelancer - Virtual Assistant | Founder Canva Creative Class | Kreator Pinterest Indonesia

Helo! Panggil saya Tuty. Biar semakin dekat ikuti sosial media dan blog saya yuk. Instagram: @tutyqueen @canvacreativeclass Twitter: @tuty_utut Blog: www.tutyqueen.com

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Solusi Kelola Sampah Masker

24 Oktober 2021   18:45 Diperbarui: 24 Oktober 2021   20:58 141 4 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Selalu menerapkan protokol kesehatan selama pandemi, wajib memakai masker. Dok pribadi 

Semakin maju suatu negara, semakin meningkatnya perekonomian baik tingkat nasional maupun daerah masalah sampah sudah pasti tidak akan terelakkan karena perekonomian selalu menghasilkan sampah. Dan ini adalah hal yang wajar karena untuk menumbuhkan perekonomian memang harus ada sampah yang dihasilkan. Yang perlu kita sadari adalah bahwa sampah bukan makhluk hidup, tidak punya anggota tubuh seperti kaki jadi tidak mungkin bisa lari berpindah-pindah semaunya baik ke laut, ke sungai, parit, atau halaman rumah orang lain. Jadi ketika kita bicara sampah, jangan seolah-olah sampahlah yang menjadi kambing hitam tetapi kita sendirilah sebagai makhluk berakal yang perlu di edukasi.

Banyak isu sampah saat ini yang ditujukan kepada pemerintah. Padahal masalah sampah bukanlah masalah pemerintah saja. Masalah sampah bukan masalah infrastruktur. Banyak dari kita yang tinggal di kota besar, dengan pendidikan yang cukup baik atau well educated dan bisa dibilang kelompok middle class tapi kurang kepeduliannya akan sampah. Coba kita lihat di mall yang sudah menyediakan tempat sampah sesuai jenisnya, tapi tetap saja orang-orang membuang sampah sesukanya. Bahkan mirisnya sampah tidak dimasukkan kedalam tong sampah melainkan diletakkan begitu saja, baik itu sampah kertas, sampah bekas minuman, tidak ada kesadaran untuk meletakkan di tempat yang semestinya. Infrastruktur yang baik tidak menjamin waste management yang baik kalau kita tidak menjadi manusia yang terdidik.

Masalah sampah sangat kompleks. Kita tidak selamanya mengharapkan pemerintah, dinas lingkungan hidup ataupun relawan yang ikut menyelamatkan bumi sepenuhnya menyelesaikan masalah sampah. Hari Peduli Sampah Nasional sering kita peringati selama belasan tahun, tapi itu cuma sebatas peringatan. Kita sebagai anak bangsa harus melakukan sesuatu daripada cuma komplain, karena masih banyak yang harus kita lakukan untuk mengurangi dan mengelola sampah. Kita mulai dari diri kita sendiri atau dari rumah sendiri, karena setiap orang harus bertanggung jawab dengan masalah sampahnya.

Apalagi sampai hari ini, dampak pandemi masih berlangsung. Protokol kesehatan yang kita terapkan mengharuskan kita untuk selalu memakai masker. Bisakah dibayangkan betapa banyaknya sampah masker, baik itu di Rumah Sakit, perkantoran, pabrik, juga perumahan. Kemanakah sampah masker bekas ini bermuara? Sampah masker bertebaran dimana-mana, dijalanan, dihalaman rumah, di selokan, di sungai, di pasir pantai, coba sebutkan lagi pembaca pasti juga tahu dimana-mana sampah berserakan.

Jenis Sampah
Sebelum membahas sampah masker mari kita kenali jenis sampah. Sampah dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
1. Sampah organik atau degradable yaitu suatu jenis sampah yang dapat membusuk, dan terurai kembali. Sampah ini dapat dijadikan pupuk kompos yang berguna dalam menyuburkan tanaman. Contohnya sisa makanan dari sayur-sayuran, daun kering atau makanan
2. Sampah anorganik atau undegradable yaitu sampah yang susah membusuk dan tidak dapat diuraikan kembali. Namun keunggulannya yaitu dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat. Contohnya botol plastik, kertas bekas, karton, kaleng bekas dan masih banyak lagi
3. Sampah B3 ialah sampah bahan berbahaya dan beracun. Contoh sampah bekas pengharum ruangan, pemutih pakaian, deterjen pakaian, lem perekat, sampah elektronik, dan sebagainya.
4. Sampah residu yaitu sampah yang sulit didaur ulang karena alasan keterbatasan teknologi, biaya, sumber daya alam, maupun sumber daya manusia. Contohnya sampah popok, puntung rokok, kapas bekas, dan sebagainya.

Poin penting yang bisa kita lakukan di rumah adalah menyiapkan 4 tempat penampungan pemilahan dan meletakkan sampah sesuai jenisnya yakni tempat sampah khusus sampah organik, sampah anorganik, sampah B3 dan sampah residu. Begitu juga ketika kita memperlakukan sampah masker. Sampah masker termasuk sampah B3 atau sampah medis yang tergolong infeksius. Oleh sebab itu pengelolaannya harus dengan benar, karena sampah masker bekas mengandung virus dan bakteri. Pengelolaan sampah masker bekas dan didaur ulang untuk dijadikan nilai ekonomi harus memerlukan izin untuk kehigienisannya agar sampah masker bisa diolah kembali. Karena hampir semua jenis sampah di Indonesia sudah ada payung hukumnya. Untuk sampah masker medis atau B3 mengacu kepada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.27 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Sampah Spesifik.

Sampah Masker Bekas Sehari-hari
Sampah medis sebenarnya sampah yang mengandung cairan tubuh manusia yang berpotensi menyebarkan virus atau bakteri, seperti masker, tisu, pembalut, popok, dll. Untuk itu mendaur ulang sampah medis harus minta izin terlebih dahulu ke Kementerian Lingkungan Hidup. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan sampah masker yang biasa kita gunakan sehari-hari?

Sampah masker yang kita pakai sehari-hari dimana kondisi kita dalam keadaan sehat dianggap sampah biasa. Sampah masker bekas yang tidak infeksius bukan kategori sampah B3 atau medis. Tetapi sebelum dikumpulkan dalam satu wadah khusus sampah masker sebaiknya digunting dan dilepas talinya agar tidak terjadi lagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menjual kembali masker bekas.

Lapisan Masker. Dok pribadi 
Lapisan Masker. Dok pribadi 
Komposisi masker medis terdiri dari 3 layer yakni polypropylene (turunan dari plastik), katun, polyester (turunan plastik). Dilihat dari komposisinya 80% masker medis adalah plastik. Maka dari itu mendaur ulang sampah masker bekas sama seperti sampah plastik. Nah,disini semakin lebih jelas bahwa sampah masker masih bisa kita daur ulang. Dengan memperhatikan sumber sampahnya dari orang yang masih sehat ya. Bukan dari orang yang sedang sakit. Untuk itu hanya kita sendirilah yang bisa membantu alur sampah masker ini agar tidak tersebar kemana-mana dengan mendaur ulang atau memperpanjang masa gunanya. Contohnya dengan berkreativitas hingga bisa menghasilkan hasil karya yang bermanfaat untuk penggunaan sehari-hari. Seperti apa?

Daur Ulang Sampah Masker Bekas dengan Kreativitas

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Lingkungan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan