Mohon tunggu...
Tutut Setyorinie
Tutut Setyorinie Mohon Tunggu... Mahasiswa

A muslimah. Author. Novel Reader. Painter. Stargazer. And a public accountant in the future. Aamiin! | @tututsety | Another stories https://t.co/JeGtQEOdDe

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Artikel Utama

"Sexy Killer", Film Romantisme Tambang dan Para Elite Politik

15 April 2019   23:20 Diperbarui: 16 April 2019   09:53 0 46 21 Mohon Tunggu...
"Sexy Killer", Film Romantisme Tambang dan Para Elite Politik
ilustrasi: youtube.com

Youtube menjadi media yang paling banyak dibicarakan menjelang hari-hari menuju pemilihan presiden. Selain video epic rap battle antara Jokowi dan Prabowo yang dibuat oleh Skinny Indonesia, ternyata ada satu video lagi yang cukup menarik perhatian warganet hingga tembus 3,3 juta viewers dalam dua hari penayangan. Nama video tersebut adalah "Sexy Killer" yang dipublikasikan oleh Watchdoc Image.

"Sexy Killer" sebenarnya hanya sebuah film dokumenter yang merekam aktivitas pertambangan dan masyarakat di sekitarnya yang mau tidak mau terkena imbas berupa kerusakan rumah, lahan, hingga air minum.

Namun yang menarik di sini adalah dalang dibalik aktivitas tersebut yang menyeret para elit politik yang sedang berkontes dalam pilpres 2019.

Film "Sexy Killer" diawali dengan kehidupan pasangan di ibu kota yang tidak asing dengan pemakaian listrik.

Ya, listrik memang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, sehingga listrik bagi kita umpama zat adiktif yang tidak bisa dilepas walau sebentar. Memangnya kita bisa hidup satu hari saja tanpa listrik? Bahkan baru satu jam listrik mati, kita sudah mengeluh di media sosial.

Coba lihat isi rumah kita. Apakah kamu menonton televisi setiap harinya? Apakah kamu menyalakan lampu, AC, kipas angin? Apakah kamu mencharge handphone dan laptop? Apakah kamu memakai kulkas, blender, dan magic jar? Lalu, pernahkah kamu menghitung berapa daya listrik yang kamu habiskan per hari untuk menunjang aktivitasmu itu?

Dilansir dari kompas.com, beberapa peralatan rumah tangga ternyata memakan daya yang cukup besar, seperti AC Split 1/2 PK (430 watt), komputer (140 watt), kipas angin (103 watt), microwave (1270 watt), magic jar (465 watt), setrika (300 watt), pompa air (650 watt), pemanas air (400 watt), dan lain-lain.

Lalu, apakah kamu tahu bagaimana PLN mendapatkan daya sebesar itu? "Sexy Killer" akan membawa kamu menelusuri sebuah wilayah di Kalimantan Timur, di mana salah satu lokasi tambang batu bara terbesar di Indonesia berada. 

Pertama melihatnya, kamu akan disapa oleh berjuta-juta hektar tanah telah gundul dengan bekas galian yang dibiarkan begitu saja.

Dengan lokasi tambang yang berada persis di sekitar pemukiman warga, menyebabkan beberapa rumah mengalami kemiringan hingga hancur total. Jalanan banyak yang pecah dan amblas.

Bahkan air yang diminum oleh warga sekitar juga tidak lagi bening, melainkan berwarna keruh. Dan yang paling naas adalah banyak anak-anak yang kehilangan nyawa akibat jatuh ke lubang galian yang berada persis di dekat sekolah.

sekolah dan lubang galian yang berdekatan, ilustrasi: youtube.com
sekolah dan lubang galian yang berdekatan, ilustrasi: youtube.com
Lantas siapa yang harus disalahkan di sini? Pemerintah? atau pemilik perusahaan? Kedua pihak tersebut tampak tak acuh pada kondisi yang menimpa warga.

Dari rekaman wawancara pada Gubernur Kalimantan Timur, terlihat bahwa beliau hanya mengatakan "nasib" dan "turut prihatin" pada anak-anak yang menjadi korban dari lubang galian tersebut. 

Padahal menurut peraturan Menteri Lingkungan Hidup jarak minimal lubang galian dengan pemukiman warga adalah 500 meter, namun dalam video tersebut kita bisa lihat bahwa jangankan 500 meter, 100 meter juga tidak sampai.

Setelah ditambang, batu bara dimasukkan ke dalam kapal tongkang untuk dikirimkan ke PLTU. Lagi-lagi pembangunan PLTU memakan banyak perselisihan. Para petani yang direbut sawahnya meski belum dibeli, nelayan yang ikannya hilang akibat tongkang batu bara yang melintasi lautan. 

Dan yang paling parah adalah asap pembakaran alias limbah B3 yang mengandung senyawa mematikan dan menimbulkan pencemaran tanah, tumbuhan bahkan udara sehingga membawa penyakit berbahaya bagi warga sekitar seperti batuk, sesak napas, asma, hingga kanker nasofaring (bagian atas tenggorokan).

Bahkan berdasarkan penelitian Green peace (2015), PLTU batu bara di Indonesia sudah menyebabkan kematian prematur 6500 jiwa setiap tahunnya.

Apakah masyarakat diam dan pasrah? Tentu saja tidak. Beragam aksi dan demonstrasi dilancarkan pada perusahaan dan PLTU yang telah mengecam keselamatan mereka. Namun hasilnya gugatan mereka lebih banyak ditolak di pengadilan, bahkan beberapa dari mereka berakhir di penjara.

hubungan tambang dan para elit politik, ilustrasi: www.youtube.com
hubungan tambang dan para elit politik, ilustrasi: www.youtube.com
Lebih jauh, "Sexy Killer" membawa kita pada siapa dalang yang berada dibalik aktivitas tersebut. Dari perusahaan PLTU, ada PT Adaro dengan beberapa nama terungkap seperti Sandiaga Uno (calon wakil presiden 02), Erwin Suryadjaya, Teddy Rachmat, Benny Subianto, dan Garibaldi Thohir (saudara kandung Erick Thohir, juru bicara TKN 01). 

Kemudian ada PT Rakabu Sejahtera, di mana Gibran Rakabumningraka (Putra ke-1 Presiden Joko Widodo) pernah menjadi pemegang saham dan komisaris, lalu digantikan Kaesang Pangarep (Putra ke-3 Presiden Joko Widodo).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2