Mohon tunggu...
Try Raharjo
Try Raharjo Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Orang Republik

Subscribe ya dan like channel YouTube punyaku youtube.com/c/indonesiabagus

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Menjelang Hari Wayang Dunia

26 Oktober 2020   23:33 Diperbarui: 28 Oktober 2020   07:23 824
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dari kiri: Bp. Jarot Setyoko (Ketua Dewan Kesenian Banyumas, Bp. Bambang Barata Aji (Ketua Pepadi Korwil Banyumas), dan penulis. | Dokpri.

Kerjasama yang baik dari seniman berbagai bidang itu menghasilkan pertunjukan wayang yang memikat hati masyarakat. Kita bisa melihat beberapa seni sekaligus dalam pertunjukan wayang, yaitu meliputi seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan seni peran.

Seni pertunjukan wayang ini terus berkembang secara dinamis dan menjadikan wayang memiliki manfaat bagi masyarakat luas sebagai media pendidikan, sarana penyuluhan masyarakat, proses pemahaman filsafat, dan tentu saja sebagai hiburan.

Diakui Dunia Internasional

Wayang telah tumbuh dan berkembang menjadi aset budaya nasional yang juga diakui dunia dan telah ditetapkan oleh lembaga pendidikan, keilmuan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa (Unesco) sebagai karya besar peradaban manusia, mahakarya warisan budaya dunia dalam seni bertutur kata bagi kemanusiaan (World Master Piece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Pemerintah juga telah menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional dengan Keppres No. 30 / Tahun 2018.

Dalam hal ini dalang mempunyai peran penting untuk menghidupkan karakter wayang dan menyampaikan nilai-nilai moralitas, budi pekerti, dan ajaran luhur yang terkandung di dalamnya, hingga disebut dalam bahasa Jawa sebagai ngudal piwulang (menguraikan pelajaran). Dari "ngudal piwulang" itulah kiranya awal mula muncul sebutan dalang.

Dalang mempunyai peran penting dalam menghidupkan karakter wayang dan menyampaikan nilai-nilai moralitas, budi pekerti, dan ajaran luhur yang terkandung di dalamnya.

Dalam literatur Jawa seorang daIang disebutkan bertugas ngudal piwulang (menguraikan pelajaran) kepada para penonton. Dari ngudal piwulang itulah kiranya asal mula sebutan dalang.

Oleh karena tugasnya tersebut, dalang harus memiliki bekal ilmu yang cukup, agar dapat menyampaikan isi cerita dan sekaligus pelajaran moral secara menarik, atraktif, bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan nilai-nilai kekinian.

Dalang adalah juga sutradara, penulis lakon, narator, pemain karakter, penyusun iringan gamelan, penyanyi, penata pentas, dan pada dasarnya juga merupakan seorang pimpinan dalam pertunjukan wayang, khususnya bagi para seniman lain yang terlibat dalam pertunjukan itu (nayaga, waranggana, dll).

Beberapa dalang legendaris dari daerah Banyumas yang saya ketahui yaitu antara lain: Ki Dalang Yana dari Bangsa atau yang dikenal dengan Ki Dalang Situmang, Ki Dalang Nawan Partomihardjo, dan Ki Dalang Daulat. Selain itu ada juga Dalang: Ki Sugita Purbacarita, Ki Sikin Hadi Warsono, Ki Alip Suwarjana, Ki Sugina Siswacarita, Ki Cithut Purbacarita, dll.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun