Mohon tunggu...
Dewi Pika Lumban Stone
Dewi Pika Lumban Stone Mohon Tunggu...

No mistake, no change...

Selanjutnya

Tutup

Politik

Gara-gara Program Mata Najwa

9 Februari 2017   14:47 Diperbarui: 9 Februari 2017   14:56 3528 19 16 Mohon Tunggu...

Ruang studio sontak hening dengan keluarnya ucapan “Jangan memojokkan saya”, begitulah singkatnya yang dilontarkan politisi  Demokrat dalam acara talkshow Mata Najwa dimetro tv tanggal 8 february saat Najwa Shihab  mulai beraksi dengan pertanyaannya, ketika ditanya soal pernyataan SBY dalam pidatonya bahwa aksi demo dikediamannya didalangi oleh lawan politiknya. Penulis berasumsi lawan politik yang dimaksud itu adalah  PDIP, beigitulah kira-kira teka teki pidato SBY yang mudah terjawab itu. 

 Pertanyaan tuan rumah mata Najwa ini memang terkenal pedas, tidak sedikit para politisi yang diwawancarai terjebak dengan pertanyaanya. Tapi ketika politisi demokrat melontarkan pernyataan seperti itu, saya malah tertawa terbaha-baha didepan layar kaca, meski beliau tidak melihat saya setidaknya saya dapat hiburan yang membuat saya lupa jika tetangga punya anak bayi. Untung saja si tetangga tidak menggedor-gedor pintu kontrakan saya . hehehe…

“Gara-Gara Pilkada Jakarta”  tema talk show Mata Najwa kemarin malam, tema yang tidak jauh dari Ahok, Anis, Agus yang sampai saat ini belum menemui titik jenuh  membahas ketiga kandidat ini. Tentunya membahas ketiga kandidat ini, tidak lepas juga turut mebahas ketiga induk semangnya sebut saja Mega, Prabowo dan SBY. Namun, dari ketiga induk semang ini yang paling trending topik jatuh kepada SBY. Tentu kita tahu apa yang membuat SBY begitu terkenal ditanah air saat ini, yang jelas bukan karena kinerjanya ya kompasioner, hehe…

SBY lagi.. lagi.. dan lagi sebenarnya saya malas membahas tokoh yang satu ini, tapi apa boleh buat seluruh layar kaca televisi , sosmed, media cetak dan media online  memuat pemberitaan tentang beliau saya pun belum bisa memalingkan wajah ketokoh lain sebelum saya meninggalkan komentar tentang curhatan-curhatan beliau. Setelah beberapa hari terakhir rumah kediamannya didatangani puluhan pendemo, beliau pun langsung update status lewat akun twitternya, beliau tidak ingin ketinggalan moment dan harus selalu mengabadikan moment yang terjadi pada dirinya seperti anak ABG alay (anak baru gede)  yang kekinian yang selalu update dan up to date tapi  sayangnya SBY bukan ABG lagi. 

Sepertinya SBY cocok tuh  dijadikan sebagai ikon sosmed ABG alay   kekinian, sekali-sekali endorse donk pak, pasti banyak supplier yang mau endorse bapak, hehehe.  “Saya mau bertanya kepada bapak Jokowi dan Kapolri kapan saya akan menikah , jika saya tidak punya pacar ??” begitulah kira-kira pertanyaan SBY, tapi itu bukan kalimat yang sebenarnya ya kompasioner,  itu hanya plesetan dari saya soalnya lagi booming meme begituan, saya tidak mau ketingalan donk seperti SBY.  

Mungkin SBY berharap Presiden Jokowi membalas twit nya, tapi sayangnya harapan itu pupus karena Jokowi bukan anak alay yang kekinian. Jangankan masyarakat, Presiden Jokowi sendiri  pun bingung  menjawab twittnya SBY, tidak kata-kata lain selain gelak tawa yang bisa Presiden Jokowi  lontarkan menjawab pertanyaan  postingan SBY ketika diwawancarai beberapa awak media.

Niat ngetwit untuk mendapatkan simpati dari masyarakat eh malah dapat hujatan, apes banget dah SBY. Masyarakat sudah cerdas pak, sudah cukup muak dengan sindiran-sindiran bapak yang tidak mendidik itu. 10 tahun berkuasa ditanah air ternyata minim sosok negarawan, hati-hatilah pak lama-lama masyarakat tidak akan mengahargai bapak, mungkin nanti jika berpapasan dijalan orang-orang  tidak akan menegur bapak. Anak cucu negeri ini  mungkin tidak akan mengenalmu dan mengenangmu lagi, karena orangtua akan enggan menceritakan sosokmu, 

karna sosokmu yang terkenal  bukan karena sosok negarawan, tapi tak lebih seperti ABG kekinian yang sebentar lagi  dan pasti akan hilang dan musnah seiring bergantinya era.  Sebenarnya tidak ada guna saya berkomentar atau memberi kritik  SBY, toh SBY tidak mungkin membaca artikel ini. Tapi  setidaknya opini radikal dalam otak saya tersalurkan lewat tulisan ini, mungkin kelak ada seseorang yang membaca artikel ini lalu memberitahukan ke SBY supaya SBY berhenti ngetwit galau kayak ABG. Seperti teman saya yang mengidolakan dan  bela mati-matian SBY setiap kali berdebat.

Seperti kata politisi parta PDIP, Adian Napitulu masih dalam acara talk show Mata Nawja  mungkin SBY akan berhenti ngetwit kalau anaknya AHY memenangkan  Pilkada  Jakarta, ruangan studio pun langsung nyaring dengan suara tawa para mahasiswa yang turut diundang . saya pun lagi-lagi lupa punya tetangga anak bayi. Sontak  dalam pikiran saya terlintas , Apa jadinya Jakarta dipimpin AHY, saya tidak berani membayangkan dan tidak ingin membayangkannya. Saya memang bukan warga Jakarta tapi sebagai warga Negara Indonesia, saya punya tanggung jawab untuk setiap kemajuan propinsi ditanah air ini. Kemajuan Jakarta sebagai ibukota Indonesia adalah tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.

Tapi menurut saya SBY tidak akan berhenti ngetwit meskipun nanti AHY menang di Pilkada Jakarta mendatang  (saya rasa tidak mungkin AHY menang dengan program bagi-bagi duitnya kalau ibarat makanan itu  masih mentah), bisa jadi SBY malah gencar ngetwit nyindir sana-sini. Menurut saya salah satu cara untuk menghentikan SBY ngetwit adalah meniadakan twiter, tapi tidak mungkin gara-gara SBY pemilik twitter bangkrut mending akun SBY saja yang  diblokir, maksud saya juga begitu blokir saja akun twiter SBY tapi lagi-lagi terbentur HAM. Hadeuhhh sudahlah biarkan saja SBY dengan sosmednya berkembang….

Semua Gara-gara program Mata Najwa kemarin, menghipnotis saya kembali mengkritik dan berkomentar radikal  kepada penguasa Cikeas ini, sepertinya saya gagal  pensiun beropini radikal tentang SBY.

Salam Damai…..

VIDEO PILIHAN