Mohon tunggu...
Tri MugiKholifah
Tri MugiKholifah Mohon Tunggu... Mahasiswi Universitas Pamulang

Hallo semuanya selamat datang di blogger saya... Disini kita saling berbagi dan sharing ya

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Apakah Sudah Efektif Pembelajaran Online di Masa Pandemi Covid-19 Ini?

26 Oktober 2020   23:50 Diperbarui: 26 Oktober 2020   23:52 32 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apakah Sudah Efektif Pembelajaran Online di Masa Pandemi Covid-19 Ini?
sumber gambar: perkinselearning.org

Sejak awal januari berita terjadi di Indonesia bahwa Virus corona telah masuk ke Indonesia, Virus ini terjadi awal mulanya tepat di Wuhan china dan sudah menjalar di Negara lain. setelah adanya wabah Covid-19 ini, Dunia pendidikan pun mulai melakukan berbagai upaya dan inovasi dalam proses kegiatan belajar mengajar. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menyarankan semua kegiatan di dunia pendidikan seperti SD, SMP, SMA maupun Universitas wajib jaga jarak dan kegiatan belajar mengajar semua materinya akan dilakukan melalui Online dan di kerjakan dirumah masing-masing menurut Surat edaran No.4 tahun 2020.Pada dunia pendidikan saat ini diminta suapaya bisa memberikan inovasi yang baik dan terbaru sdalam  membetuk kegiatan Pembelajaran yang Ber Mutu dan Ber Manfaat.

Jadi  Pengertian Efektif, ialah sebuah Kerja Keras dalam mecapai suatu target yang sesuai dengan harapan kita, juga Jam Kerja yang ditetapkan baik secara Individu maupun Bersama-sama. Secara umum Efektif adalah usaha agar mencapai suatu Proses, dengan hasil yang diharapkan sesuai dengan Jadwal yang telah ditarget kan  baik itu perseorangan maupun  perkelompok. Dimana pekerjaan ini biasanya berhubungan dengan Rencana, dan Scedjul  agar dapat memberikan sebuah keputusan yang tepat, dan bisa di katakana efektif apabila sebelum itu berhasil dalam melakukan sebuah pekerjaan. Dan sumber daya itu bisa digunakan dengan baik, bijak dan hemat sehingga waktu, tenaga, dan uang tidak terbuang dengan sia-sia.

Nah kita kembali lagi ke pusat pembahasan ya teman, dimana setiap institusi itu diminta agar memberikan inovasi terbaru untuk menjadikan sebuah proses pembelajaran yang tentumya efektif . Akan tetapi yang kita ketahu tidak semua institusi juga memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung, dan juga kebanyakan masih belum bisa menyesuaikan dengan kendala yang akan dikerjakan.

sumber gambar: perkinselearning.org
sumber gambar: perkinselearning.org
Selama pandemi covid-19 ini banyak sekali pelajar baik itu dari jenjang SD-SMA dan Univeritas yang merasa jenuh bahkan ada yang berfikir mereka merindukan sekolah, guru, dan  bahkan saat mereka bercanda bersama dengan teman-temannya. jika dihitung sudah berapa bulan mereka belajar dirumah dan tidak bisa memanfaatkan fasilitas baik itu dari SD -- Universitas? Bahkan jika dihitung pun akan tetap sama hasilnya karna saat ini kondisi yang belum menentukan dan bahkan belum ada kepastian.  Dimana pembelajaran During Online ini menjadi salah satu pilihan dan cara berkomunikasi antara peserta didik dan Guru.  Pembelajaran During online ini merupakan sebuah jalan keluar dalam Proses Pembelajaran agar bisa berjalan di masa kondisi pandemi covid-19 ini.

Kita tentu sudah tahu bahwa cara ini telah di Sah kan dan di sepakati oleh Kemendikbud Pendidikan. Bahkan sebenarnya masih banyak dari pihak Orang Tua atau peserta didik itu sendiri  yang tidak setuju dengan cara belajar online ini karna mereka menganggap sistem online ini membuat siswa menjadi kesulitan dalam menyerap sebuah Tugas yang diberikan oleh Guru. Dan bagi  pengajar sistem pembelajaran online ini berharap dapat dimanfaatkan dengan baik.

Di sisi lain, kemampuan berkomunikasi dan keuangan yang dimiliki oleh siswa juga tidak sama. Dimana masih ada siswa  yang belum memiliki fasilitas  memadai dari segi belajar jarak jauh ini. Seperti Tempat tinggal susah koneksi jaringan, koneksi sinyal lemot, kuota Internet yang harganya mahal, dan bahkan ada peserta didik dari pihak keluarga yang tidak mampu, nah hal ini menjadi hambatan yang sangat nyata sekali bukan.

Meski begitu, sistem pembelajaran akan terus berlanjut sampai kita menunggu kabar kapan kita bisa belajar secara Tatap muka lagi. Karna setiap sekolah dan unversitas memiliki kebijakan masing-masing dalam menangani peraturan ini. dimana ada beberapa sekolah yang mengubah jadwal mata pelajaran yang akan diberikan oleh peserta didik setiap harinya, dan sesuai kurikulum tentunya. Materi yang ditujukan bagi siswa dalam sehari biasanya ada 1-3 jenis, di tambah juga lembar kegiatan siswa yang wajib diselesaikan setiap harinya. Hmm, SD saja sampai segitu banyaknya ya, bagaimana dengan sistem pembelajaran online anak Tk ya??

Oke disini saya akan melanjutkan dengan pembahasan di awal ya teman-teman yang saya banggakan...

sumber gambar: perkinselearning.org
sumber gambar: perkinselearning.org
Jadi pertanyaan nya, Apakah sudah efektif pembelajaran online di masa pandemi covid-19 ini???

Ternyata jawabannya adalah BELUM . Kenapa?  karna menurut kondisi psikologis peserta didik pada acara workshop pendidikan tempatnya di Bandung Hotel Sutan Raja Soreang kabupaten bandung Jawa Barat, keterbasan waktu orang tua dalam mendampingi anaknya untuk belajar, dan terjadi kesenjangan mutu pendidikan yang melebar karna akibat dari belum meratanya fasilitas IT. Dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan "Hasil Survey mengatakan Sebenernya belajar dirumah merupakan hal yang tidak disenamgi oleh Siswa. 62 Persen Siswa menganggap belajar dirumah merupakan hal yang membosankan dan menjenuhkan. Di lain Sisi hambatan yang dikeluhkan yaitu sulitnya memahami Isi materi , kurang dalam hal Fokus (konsentrasi),  tentunya waktu yang diberikan oleh guru sangat di forsil sekali. Jadi sebenernya di jawa barat ada 71 sekolahan yang bisa melaksanakan pembelajaran Tatap Muka lagi tetapi di perioritaskan di daerah yang terpelosok atau terpencil yang terkendala oleh jaringan Internet (blank spot) dan kebijakan ini dilakukan sangat hati-hati dengan menerapkan protocol kesehatan ( Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Dedi Supandi)

Pada masa pandemi saat ini pemerintah berbagi Gratis kuota Internet kepada Guru, Siswa/I mahasiswa dan dosen senilai Rp 7,2 triliun dan  membantu tunjangan profesi bagi guru dan tenaga kependidikan, dosen dan guru sebesar Rp 1,7 triliun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN