Mohon tunggu...
Tjan Sie Tek
Tjan Sie Tek Mohon Tunggu... Wiraswasta

CEO, Center for New Indonesia; Sworn Translator, member The Indonesian Translators Association (Ind. HPI)

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Inalum, Prospek Freeport, Emas & Tembaga

10 Januari 2019   14:41 Diperbarui: 12 Januari 2019   20:33 0 1 0 Mohon Tunggu...
Inalum, Prospek Freeport, Emas & Tembaga
inalum-4-subsidiaries-2017-5c38263fbde575727b2e0455.jpg

Ringkasan Eksekutif: Gajah makan Gajah

1. Gajah Inalum sebagai holding company BUMN pertambangan:

1.1 Beraset total sekitar USD 7 miliar dan berekuitas total USD 4,88 miliar per akhir 2017, laba bersih USD 508 juta selama 2017;

1.2 Punya berbagai macam cadangan tambang timah, batubara, bauksit dll yang bernilai antara USD 120 miliar-200 miliar sebelum COGS/BPP (Biaya Pokok Penjualan/Pendapatan) dll.

2. Gajah PT Freeport Indonesia (PTFI):

2.1  Beraset total sekitar USD 10,66  miliar per akhir 2017 dan berlaba bersih USD 1,28 miliar selama 2017.

2.1 Punya cadangan tembaga dan emas yang bernilai total sekitar USD 160 miliar sebelum COGS/BPP dll. 

3. Aset gabungan Inalum+PTFI= USD 17,66 miliar (IDR 240 triliun) per akhir 2017 saja.

3.1 Nilai total cadangan bahan tambang mereka (proven dan probable) berkisar antara USD 270 miliar (sekitar IDR 3.800 triliun) dan USD 350 miliar (IDR 4.900 triliun) menurut harga per hari ini (sebelum dikurangi COGS dll). Angka itu perlu dikurangi porsi Freeport McMoRan Inc (FCX) sekitar USD 73 miliar (juga sebelum COGS/BPP) di PTFI.

3.2 Jika harganya naik 20% (yang sangat mungkin terjadi) saja selama 5 tahun ke depan,  nilai cadangan tersebut akan bernilai antara IDR 4.560 triliun dan IDR 5.880 triliun, dengan FCX juga mengalami kenaikan nilai porsinya menjadi USD 87,6 miliar (IDR 1.226 trilun dengan kurs hari ini) (juga sebelum COGS/BPP).

Tinjauan:

A. Keadaan keuangan Inalum dkk (grup Inalum):

I. Sebelum pembelian saham divestasi PTFI:

1. Inalum sendiri: sehat, dengan laba bersih sekitar USD 100 juta per tahun.

inalum-profits-2013-2017-5c382663c112fe2d1a1e0bda.jpg
inalum-profits-2013-2017-5c382663c112fe2d1a1e0bda.jpg
2. Inalum adalah perusahaan induk (holding company) dari Antam, Bukit Asam dan Timah.

3. Inalum memiliki 65% saham di setiap perusahaan itu. 

4. Inalum dan Timah adalah perusahaan-perusahaan yang terbesar di bidangnya masing-masing di Indonesia. Timah bahkan adalah produsen timah batangan yang terbesar kedua di dunia pada 2017. Nomor satu: Yunnan Tin Co., China.

5. Antam dan Bukit Asam adalah para pemain besar dan penting di bidangnya masing-masing.

6. Inalum, Antam, Bukit Asam dan Timah: semuanya perusahaan yang mapan dan sehat.

3. Antam, Bukit Asam dan Timah sudah tercatat di BEI sejak lama sekali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9