Mohon tunggu...
George
George Mohon Tunggu... Konsultan - https://omgege.com/

https://omgege.com/

Selanjutnya

Tutup

Segar Pilihan

5 Persiapan Muslim Kota Kupang Menghadapi Ramadan

15 Mei 2018   15:00 Diperbarui: 16 Mei 2018   19:11 1298
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Berbeda dengan Pak Abdul, Dewi menabung untuk bisa membeli tiket pesawat untuk mudik saat liburan Idul Fitri dan membelikan hadiah lebaran bagi kakak, adik, ipar, dan keponakan-keponakannya.

"Yang mahal itu untuk saudara perempuan, Om. Mbakyu saya tiga biji, adik perempuan dua batang. Minta dihadiahi sarung tenun. Lha, yang murah saja 300an ribu selembar. Itu belum termasuk ipar-ipar dan keponakan yang segudang." Demikian Dewi menjawab pesan whatsapp saya.

Kedua, memperbaiki pola hidup: berolahraga, tidur cukup dan teratur

Tidak hanya menambung uang untuk membeli tiket mudik lebaran dan oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman saat Idul Fitri, Dewi juga persiapkan diri menghadapi Ramadan dengan meningkatkan stamina tubuh. Perubahan pola makan yang tiba-tiba berisiko sakit.

Untuk menjaga kesehatan, Dewi memperbaiki pola hidup. Dua hal utama untuk itu adalah memperbaiki pola tidur dan lebih teratur berolahraga.

Bulan-bulan sebelumnya Dewi tidur tidak teratur. Ada saat ia tidur larut, yaitu ketika menggondol pulang pekerjaan kantor agar lolos tenggat waktu. Di malam minggu, Dewi juga tidur lebih larut. Tanpa pacar, ia mengisi malam minggu dengan menonton film secara daring. Kesukaannya adalah drama Korea dan film musikal, terutama Bollywood.

Sudah dua pekan ini Dewi lebih ketat mengatur tubuh. Ia berusaha lebih optimal memanfaatkan jam kerja agar tidak perlu ada tugas yang harus dibawa pulang ke kos. Dengan begitu ia bisa tidur lebih dini. Ia juga membatasi waktu menonton film, cukup 1 film seri dan 1 film panjang di malam minggu.

Dengan tidur lebih dini, Dewi bisa bangun lebih awal dan bugar. Ia gunakan waktu lowong di pagi hari sebelum ke kantor dengan berolahraga. Dua minggu ini setidaknya sudah 6 hari Dewi sempat lari pagi, mengelilingi ruas jalan El Tari I di depan Kantor Gubernur.

Ketiga, mengurangi porsi makan siang.

Dua orang muda, Adi (mahasiswa) dan Ima (tamat SMK, tidak lanjut kuliah tetapi juga belum kerja), punya jurus serupa dalam mempersiapkan diri menghadapi Ramadan.

Kedua orang muda yang tak saling kenal ini rupanya punya masalah yang sama. Puasa mereka sering batal karena tidak tahan lapar. Pada bulan puasa tahun lalu, nyaris setengah puasa Adi yang bolong. Demikian pula Ima. Gadis itu mengaku sangat menyesal meski hanya beberapa hari puasanya yang bolong.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Segar Selengkapnya
Lihat Segar Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun