Mohon tunggu...
Thomas Panji
Thomas Panji Mohon Tunggu... Freelancer - Content Writer

Berusaha dengan sebaik mungkin

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Masa Depan Pekerjaan Setelah Covid-19

9 Desember 2020   08:00 Diperbarui: 8 September 2022   23:00 208
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Yang terakhir, kategori pekerjaan lapis ketiga adalah semua jenis pekerjaan yang mencakup selain kedua kategori pekerjaan diatas. Pada bagian awal dijelaskan, jenis pekerjaan ketiga ini kebanyakan lekat dengan pekerjaan jasa yang menjual produk tersier dan hiburan. Beberapa pekerjaan tersebut seperti restoran, kafe, salon kecantikan, bioskop, dekorasi dan lainnya. Sayangnya, tidak semua pekerjaan ini bisa dikerjakan dari jarak jauh dan tidak terlalu esensial.

Dari ketiga jenis pekerjaan diatas, menurut pandangan Schenker, jenis pekerjaan kategori ketiga atau lapis ketiga adalah jenis pekerjaan yang paling rawan untuk bisa terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) jika dunia bisnis, ekonomi dan keuangan sedang dihantam krisis, seperti sekarang. Namun, tidak menutup kemungkinan juga, jika kategori pekerjaan satu dan dua tidak terkena PHK. Lalu, kira-kira apa pekerjaan yang potensial dan aman di masa depan menurut Schenker?

Dalam buku Masa Depan Dunia Setelah Covid-19 (2020), Schenker memproyeksikan jika pekerjaan menjadi seorang tenaga kesehatan akan menjadi salah satu tren besar di masa mendatang. Dikutip dari medium.com, berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh World Economic Forum, menyebutkan bahwa profesi dibidang kesehatan atau sebagai praktisi kesehatan (dokter, perawat, dll) adalah pekerjaan yang cukup menjanjikan, termasuk di Indonesia.

Kenapa pekerjaan di bidang kesehatan bisa dinilai cukup menjanjikan? Yang pertama adalah karena jumlah penduduk kita semakin bertambah banyak, yang memungkinkan orang mengalami masalah kesehatan yang semakin beragam. Yang kedua adalah angka harapan hidup manusia terus meningkat dan ini mengisyaratkan kebutuhan terhadap nakes (tenaga kesehatan) untuk merawat manula yang makin banyak. Dan yang terakhir adalah kebal terhadap resesi.

Krisis keuangan semakin nyata di depan mata | coaction.id
Krisis keuangan semakin nyata di depan mata | coaction.id

Pekerjaan dibidang kesehatan adalah salah satu pekerjaan yang sangat kebal terhadap resesi. Hal ini disebabkan oleh sifat pekerjaannya yang sangat esensial, apalagi ditambah dengan situasi dan masalah pandemi yang terjadi seperti saat ini. Bidang kesehatan adalah sebuah konstanta yang akan terus dibutuhkan orang, terlepas dari ketidakpastian dalam dunia ekonomi, volatilitas pasar finansial, otomatisasi, resiko pandemi dan lainnya (Schenker, 2020).

Selain pekerjaan dibidang kesehatan yang akan bertambah banyak, mari sejenak kita juga melihat, tren pekerjaan apa yang beberapa tahun belakangan ini juga ikut meledak di Indonesia. Berdasarkan data yang dikutip dari prakerja.go.id, terhitung mulai dari bulan Oktober 2019- Oktober 2020, pekerjan dibidang IT serta penjualan dan pemasaran mendapatkan porsi minat yang sangat besar. Ada berbagai macam faktor yang melatarbelakangi tumbuhnya pekerjaan ini.

Menurut Schenker, kebutuhan manusia terhadap AI, otomatisasi, robotik dan rantai suplai (supply chain) yang semakin meningkat pesat adalah beberapa faktor utamanya. Berbeda seperti halnya kesehatan yang sudah punya nilai esensial sejak dulu, AI, otomatisasi, robot dan rantai suplai menjadi suatu hal primer saat ini karena teknologi kita juga ikut semakin berkembang pesat. Maka dari itu, saat ini teknologi sudah menjadi “kebutuhan dasar baru”, bukan lagi sekadar nyaman.

Otomatisasi akan menjadi hal yang penting, karena orang sendirian tidak akan bisa untuk melakukan segala hal yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rantai pasokan (Schenker, 2020). Disini kita akan melihat juga berbagai inovasi teknologi yang perlahan-perlahan terus ditekan sampai batas-batas kapabilitasnya, untuk semakin menopang pergerakan ekonomi dan memenuhi permintaan pelanggan yang juga semakin meluas.

Selain pekerjaan di bidang IT serta pemasaran dan penjualan, pekerjaan di bidang pengetahuan akan juga semakin meningkat pesat. Jenis pekerjaan yang masuk ke kategori pekerjaan kedua ini, dapat dikerjakan dari jarak jauh oleh siapapun, termasuk para professional. Dengan memanfaatkan perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi, kita tetap bisa dapat peluang untuk masuk di pekerjaan ini, bahkan dalam masa disruspsi akibat pandemi seperti sekarang.

Dengan bekerja jarak jauh, ada berbagai nilai tambah yang bisa didapatkan oleh pekerja. Dengan kerja jarak jauh, pekerja akan lebih bisa menghemat waktu, menghemat bahan bakar, biaya transportasi, dan pengeluaran operasional harian lainnya. Selain itu, nilai tambah bagi perusahaan terasa dampaknya pada sisi penghematan biaya operasional kantor, peralatan kantor, pajak bangunan, fleksibilitas ruang kerja kantor dan berbagai manfaat baik lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun