Mohon tunggu...
Media

Mitos Jurnalisme

9 Juni 2016   22:08 Diperbarui: 9 Juni 2016   22:20 0 1 0 Mohon Tunggu...
Mitos Jurnalisme
download-2-5759859c4df9fd4614b37532.jpg

RANGKUMAN ISI BUKU MITOS JURNALISME

KARYA DUDI SABIL ISKANDAR DAN RINI LESTARI

Oleh : Thebora Samantha Harianja

N.I.M : 1271511188

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas kuliah dalam

Mata Kuliah : "Perkembangan ICT"

Dosen : Dudi Iskandar

Universitas Budi Luhur

Komunikasi adalah salah satu cara manusia mempertahankan harkat dan maratabat kemanusiaannya. Dengan komunikasi, manusia mengaktualisasikan segala potensinya. Komunikasi juga merupakan konsekuensal dari posisi manusia sebagai makhluk social. Sepanjang sejarahnya, komunikasi menganl 2 aliran mahzab pemikiran. Yakni aliran perpindahan pesan (mazhab transmisi) dan aliran pertukaran makna (mazhab semiotika). Elemen pokok dari aliran transmisi adalah komunikator, pesan, media, komunikan, dan efek. Dalam perspektif ini, komunikasi adalah sebuah proses perpindahan pesan atau komunikasi bisa dipahami sebagai proses-proses penyampaian pesan, baik verbal maupun nonverbal.

Era reformasi membuka peluang untuk terbukanya alam kebebasan pers. Pers yang selama orde baru seolah “disetir”, kini menemui kebebasan. Pers seakan menemukan rohnya sebagai penyuara fakta dan kebenaran. Namun apakah saat ini pers sudah benar-benar menyuarakan fakta dan kebenaran?

Momentum pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden 2014 seolah menunjukkan dengan gamblang bahwa pers Indonesia belum sepenuhnya netral, objektif dan independen. Pers seolah terbelah menjadi dua, masing-masing mendukung salah satu calon. Dalam hal itu, subjektivitas dukungan. Parahnya lagi, kondisi ini terjadi hampir di setiap pemberitaan. Mulai dari media cetak dan elektronik. Pemberitaan yang disajikan sering ditambahi “bumbu-bumbu” yang kadang tidak objektif dan sering ditemukan berita yang tidak cover both side.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x