Tendra
Tendra Jurnalis

Tendra Jurnalis

Selanjutnya

Tutup

Transportasi

Jalan Tol Pilihan Utama Pemudik

10 Juni 2018   17:42 Diperbarui: 13 Juni 2018   12:56 339 0 0

Jakarta, 10/6 (Kompasiana) - Jalan tol yang yang membentang dari Merak, Banten, hingga Pasuruan, Jawa Timur, masih menjadi favorit pemudik untuk melaluinya dibanding melalui jalan nasional.

Telah terjadi kemacetan di beberpa titik di jalan tol sehingga dilakukan berbagai rekayasa untuk menanggulanginya pada lima hari sebelum lebaran (H-5) ini. Hal ini berbeda dengan jalan Nasional, yakni sepanjang jalan arteri Karawang hingga jalur pantura wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, hampir tidak ada kemacetan dan lebih didominasi pemudik yang menggunakan motor.

"Arus lalu lintas sangat ramai. Pemudik yang menggunakan motor mendominasi jalan arteri hingga jalur pantura," kata Kasatlantas Polres setempat AKP Arman Sahti di Karawang, Minggu. Berdasarkan pantauan Antara, terlihat para pemudik bersepeda motor umumnya berkelompok saat melintasi jalan arteri hingga jalur pantura Karawang. Para pemudik bersepeda motor menyimpan barang bawaannya di bagian belakang motornya. Bahkan, di bagian sepeda motor mereka juga ada yang disambung dengan kayu atau bambu.

Berbeda dengan kondisi jalan tol yang mengalami peningkatan, dimana PT Jasa Marga Tbk mencatat 109.165 unit kendaraan bermotor melintasi pintu masuk gerbang Tol Cikarang Utama menuju arah Timur pada H-6 atau Sabtu (9/6).

"Kendaraan keluar Jakarta melalui Gerbang Tol Cikarang Utama meningkat 55 persen pada H-6 dibanding lalu lintas normal sekitar 70.230 kendaraan," kata Media Relations Manager PT Jasa Marga (Persero) Tbk Herald Galingga di Cikarang Kabupaten Bekasi, Minggu.

Herald memperkirakan 109.115 unit kendaraan akan meninggalkan Jakarta melalui GT Cikarang Utama pada H-5 atau Minggu (10/6). Artikel terkait di Kompasiana Pahlawan Devisa Gembira Bisa Mudik Gratis.

"Angka tersebut naik 85 persen dari volume lalu lintas normal yakni 58.851 unit kendaraan," tutur Herald.

Untuk mengurai kemacetan, PT Jasa Marga memberlakukan "contraflow" atau mekanisme lawan arus di tol Jakarta arah Cikampek menjelang area istirahat ("rest area") Km 39, pada Minggu pagi.

"Untuk mengurai kepadatan Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek mulai pukul 11.15 WIB berlakukan contraflow dari Km 35+600 sampai Km 47 arah Cikampek," jelas Media Relations Manager Pt Jasa Marga Herald Galingga, dalam pesan tertulisnya.

Dia mengatakan pemberlakuan "contraflow" merupakan diskresi kepolisian. Guna mendukung kelancaran pemberlakuan "contraflow" ini Jasa Marga menyiagakan petugas dan penyiapan rambu-rambu.

"Saat ini terpantau kondisi lalu lintas arah Cikampek terpantau padat, dampak dari antrian menuju Rest Area Km 39," jelas Herald.

Kepadatan di jalur Tol Cikampek ini juga berimbas di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang juga mengalami kepadatan, tepatnya dari kilometer 80 hingga kilometer 86 arah Palimanan.

Kepala Bagian Operasional Korlantas Polri Kombes Polisi Benyamin dalam pesan singkatnya menyampaikan bahwa kemacetan tersebut disebabkan karena adanya kecelakaan ringan dan perilaku para pengemudi yang menghentikan kendaraannya di bahu jalan untuk beristirahat.

"Kemacetan terjadi karena tidak tertibnya masyarakat itu sendiri, berhenti di bahu jalan, ada kendaraan satu saja berhenti mengganggu kendaraan yang lain walaupun itu di bahu jalan," kata Kombes Benyamin.

Untuk menangani kemacetan ini, pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan contraflow di Tol Cipali mulai dari kilometer 80 sampai melewati area peristirahatan.

Beristirahat 

Pihaknya pun mengimbau para pemudik yang hendak beristirahat agar tidak berhenti di bahu jalan, melainkan agar beristirahat di area peristirahatan tol. "Kami menghimbau pemudik yang ingin beristirahat harap ke area peristirahatan ataupun bisa keluar tol sebentar, begitu juga saat buka puasa nanti jangan berhenti di bahu jalan. Sepanjang tadi saya lihat area peristirahatan masih memungkinkan justru area peristirahatan KM 86 sampai Pejagan ini masih sangat lowong," pesan Kabagops Korlantas Polri tersebut.

Selain upaya rekayasa "contraflow", polisi juga melakukan buka tutup tempat peristirahatan (rest area), salah satunya di reast area 207 A tol Palimanan-Kanci (Palikanci) karena ada penumpukan kendaraan di dalam area tersebut.

"Kami melakukan buka tutup 'rest area', karena tempat parkir kendaraan yang ada di dalam memang sudah penuh," kata Kasatlantas Polresta Cirebon AKP Rezkhy Satya Dewanto di Cirebon.

Buka tutup "rest area KM 207 A" diberlakukan ketika memang kendaraan sudah penuh di dalam, hal ini upaya untuk memperlancar arus kendaraan yang akan melintas. Rezkhy mengatakan buka tutup itu dilakukan ketika terjadi kepadatan, terutama saat menjelang jam-jam shalat dan juga buka puasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2