Mohon tunggu...
Tendra
Tendra Mohon Tunggu... Jurnalis

Akun milik Tendra di Kompasiana yang juga berkontribusi sajikan tulisan menarik pada beberapa blog, diantaranya https://www.benhil.net Semoga artikel yang dibagikan bermanfaat.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Pahlawan Devisa Gembira Bisa Mudik Gratis

13 Juni 2018   12:52 Diperbarui: 13 Juni 2018   19:31 0 0 0 Mohon Tunggu...
Pahlawan Devisa Gembira Bisa Mudik Gratis
Dok.pribadi

Surabaya, 13/6 (Kompasiana) - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang merantau mencari nafkah ke sejumlah negara tampak bergembira bisa mudik gratis ke kampung halaman tanpa biaya.

"Alhamdulillah, saya terpilih mengikuti mudik bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI). Selama ini saya hanya mengoordinasi teman-teman yang ingin transfer uang," kata Eny Khumaida (38), cleaning service Maskiara Condominium, Jalan Damansara Kuala Lumpur.

Sebanyak 8.200 PMI telah diberangkatkan dengan menggunakan 140 bus carter ber-AC program "Mudik Bareng Guyub Rukun Bersama BRI" dengan tujuan Provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Provinsi Jawa Timur.

Mereka dilepas secara resmi oleh Direktur Utama PT BRI Suprajarto dari Gelora Senayan Jakarta, Senin (11/6) pukul 07.30 WIB.

Suprajarto turut didampingi Komisaris Utama BRI Andrinof Chaniago, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Idham Azis, dan Kepala Badan Narkoba Nasional (BNN) Heru Winarko, serta sejumlah pejabat terkait. Jumlah pemudik yang menggunakan moda transportasi lain, seperti kapal laut, kereta api, dan pesawat terbang jauh lebih besar, sebanyak 12.200 nasabah.

Para PMI yang mengikuti mudik gratis mendapat pelayanan istimewa mulai dari transportasi, akomodasi, "goodie bag", uang saku Rp75 ribu, dan mendapatkan kartu transaksi elektronik Brizzi dari bank pelat merah tersebut.

Sebanyak 50 PMI yang berasal dari Malaysia, Hongkong, Korea Selatan, Uni Emirat Arab (UEA), Taiwan, Arab Saudi, dan Jepang dikumpulkan di hotel bintang lima di Jakarta Hotel The Sultan.

Mereka merupakan nasabah BRI Remittance yang biasa menggunakannya untuk pengiriman uang ke Tanah Air.

Mereka dipertemukan satu sama lain hingga bisa saling mengenal. Panitia lantas memutarkan video testimoni dari masing-masing negara asal PMI, mulai dari pekerjaan mereka, alasan merantau ke luar negeri, hingga manfaat merasakan BRI.

Devisa Nasional Menurut catatan BRI para pahlawan devisa yang berada di luar negeri memberi kontribusi positif dalam menyumbang devisa nasional sebesar Rp 119 Triliun.

Wakil Kepala Divisi Bisnis Internasional PT BRI Roni Rudiana mengemukakan hal itu saat "Silaturahmi dan Apresiasi BRI" untuk pahlawan devisa.

"Jumlah tersebut merupakan jumlah yang tercatat pada tahun 2017, sedangkan yang tidak tercatat lebih banyak lagi," katanya kepada media daring Tagar News.

Bagi bank pelat merah tersebut pengiriman uang PMI ke Tanah Air memberikan dampak positif pada perekonomian wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

"Wujud pelayanan perbankan kepada PMI di luar negeri dilakukan dengan dua langkah strategis, yaitu sebelum pemberangkatan, BRI memberikan dukungan pembiayaan. Sebelum berangkat diberi bantuan untuk membuka rekening sehingga setelah berada di luar negeri tidak kebingungan untuk transfer ke Tanah Air," katanya.

Untuk pengiriman uang ke Tanah Air, mereka menggunakan produk BRIfast Remittance bekerja sama dengan mitra di luar negeri agar pekerja lebih mudah dan nyaman dalam melakukan transaksi pengiriman uang ke Tanah Air.

Bank ini rencananya juga mengembangkan produk dana pensiun lembaga keuangan yang sudah uji coba di beberapa tempat.

Para PMI yang kembali ke Tanah Air juga bakal mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) sejalan program pemerintah bagi yang ingin berwirausaha.

Direktur Penyiapan dan Pembekalan Pemberangkatan BNP2TKI Arini Rahyuwati menyampaikan terima kasih kepada BRI yang telah memberikan kesempatan PMI bersilaturahmi ke kampung halaman bertemu dengan sanak saudara dan sahabat.

Arini berkali-kali menyebut kata PMI bagi para pekerja tidak lagi menyebut mereka dengan TKI.

"Saya menginginkan para PMI ketika kembali tidak seperti yang dahulu, tetapi harus lebih meningkat," katanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2