Mohon tunggu...
tegarsianipar
tegarsianipar Mohon Tunggu... Freelancer - "Si Vis Pacem, Para Bellum"

Buku, Saham, Musik, Bola dan Imajinasi

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Mengapa Minat Baca Buku Masyarakat Indonesia Kurang?

30 September 2022   14:20 Diperbarui: 30 September 2022   14:27 270
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ditahun 2022 kini, di akhir bulan september ini, per detik artikel ini ditulis saya sebagai penulis mengamati bahwa lebih banyak orang dari segala usia yang menghabiskan waktunya nongkrong di warung kopi sambil bermain hp ketimbang membaca buku atau di perpustakaan dan atau toko buku.

Hasil pengamatan ini menunjukan bahwa membaca buku kini tidak lagi digemari, banyak orang lebih gemar menghabiskan waktunya untuk bermain hp, menonton video, chatingan dengan kerabat, melihat gambar, membaca juga sering dilakukan melalui hp namun itu bukan membaca buku tapi berita yang disajikan lewat media elektronik.

Artinya zaman sudah berubah, namun bukan berarti pembaca buku sudah tidak ada lagi di negeri indonesia, saya mengamati juga bahwa apabila saya main ke toko buku seperti gramedia, terkedang juga lumayan ramai pengunjung apalagi masuk hari weekend dan libur. Masih banyak orang yang mencari buku kok.

Hal ini menunjukan bahwa sesungguhnya niat baca masyarakat indonesia itu masih ada, Dan juga bisnis penjualan buku masih relevan di zaman kini meskipun dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang besar. Saat saya main ke toko buku, masih banyak juga buku-buku baru dari penulis-penulis, meskipun tak banyak saya melihat buku dari penulis baru atau nama-nama baru.

Hal ini mungkin disebabkan oleh penerbit besar lebih percaya pada peluang market pada buku yang ditulis oleh pengarang yang sudah punya nama. Wajar saja, karena penerbit besar mengeluarkan modal yang besar untuk menerbitkan buku.

Bagaimana dengan nasib orang yang baru mencoba menjadi penulis dan ingin menerbitkan buku?, apakah masih bisa memiliki peluang untuk diterbitkan penerbit mayor?, tentu saja masih punya peluang. Namun tentu tim editor akan sangat teliti dalam memeriksa naskah yang kita tulis.

Bagaimana dengan manfaat membaca buku di zaman yang serba elektronik ini?, apakah masih worth it?...

Jawabanya tentu saja iya. Membaca buku merupakan cara untuk membuat pikiran kita terbuka dalam melihat dunia dan sudut pandang kita menjadi lebih luas dari sebelumnya. Memberikan kita banyak pengetahuan tentang hal-hal yang belum pernah kita kenal di dunia. 

Bagaimana membuat orang indonesia kembali senang membaca buku dan meningkatkan niat baca orang indonesia? 

Hal inilah yang menurut saya harus menjadi fokus bagi para penerbit atau pemilik usaha perbukuan di indonesia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun