Mohon tunggu...
Taufiq Sentana
Taufiq Sentana Mohon Tunggu... Guru - Pendidikan dan sosial budaya
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Praktisi pendidikan Islam. peneliti independen studi sosial-budaya dan kreativitas.menetap di Aceh Barat

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Selembar Puisi Selembar Daun

5 Maret 2023   10:17 Diperbarui: 5 Maret 2023   10:38 115
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Tumbuh ia di tangkai waktu. Di antara tirai tirai pengalaman dan pikiran pikiran yang kusut menjuntai.

Hitam legam dalam strata. Wacana wacana buta. Dan materialisme. Puisi jadi daun yang sunyi dan luruh diam diam. 

Menyimpan ia rupa kenangan. Siklus zaman dan orang orang yang terapung dalam fantasi dunia. Menuju kenisbian.

Baca juga: Surat Selembar Daun

Dan di seberang mereka, dekat sebuah perempatan, ada gerbang keabadian yang terbuka.

Semua akan luruh jua.kecuali yang direkam pikiran dan jiwa.

* Memoar Maha Kekasih.

Baca juga: Selembar Malam

Baca juga: Selembar Waktu

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun