Mohon tunggu...
Taufik Uieks
Taufik Uieks Mohon Tunggu... Dosen - Dosen , penulis buku travelling dan suka jalan-jalan kemana saja,

Hidup adalah sebuah perjalanan..Nikmati saja..

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Mengenang Sengitnya Pertempuran Okinawa di Bunker Mabes Angkatan Laut Jepang

15 November 2022   06:33 Diperbarui: 15 November 2022   07:14 514
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dalam telegram itu ada sebuah kalimat yang berbunyi "This is how the Okinawan people have fought the war", dan menceritakan saat-saat terakhir pertempuran maha dahsyat di Okinawa.

Informasi pada dinding: Dokpri
Informasi pada dinding: Dokpri

Kunjungan dilanjutkan menuju ke lorong-lorong di bawah tanah. Pada pintu masuk di dinding digantung seribu origami bangau kertas warna-warni yang dibuat untuk mengenang kesedihan dan juga doa untuk perdamaian dunia bagi orang-orang yang menjadi korban perang di Okinawa. 

Tangga menuju bungker: Dokpri
Tangga menuju bungker: Dokpri

Perjalanan menuju ke bunker bawah tanah dimulai dengan menuruni anak tangga setinggi sekitar 20 meter. Menurut leaflet ada 105 anak tangga walau saya tidak sempat menghitungnya.

Dokpri
Dokpri

Sesampainya di bunker ada dua cabang jalan dan kita bisa menyusuri terowongan dan bunker yang dibangun pada tahun 1944 dengan menggunakan alat-alat sederhana secara manual .Di dalam lorong ini juga dipamerkan sebuah cangkul yang dulu dipakai untuk menggali terowongan. Dan kita juga bisa melihat beberapa ruangan misalnya saja ruangan komandan lengkap dengan meja dan kursi kayunya.

alat yang dipamerkan di bunker: Dokpri
alat yang dipamerkan di bunker: Dokpri

Berada di dalam bunker dengan terowongan dan lorong yang muram ini membuat jiwa dan hati terbawa kembali ke sekitar pertengahan 1945 ,ketika pertempuran sedang sengit-sengitnya antara tentara Amerika dan Jepang. Amerika yang ingin merebut Okinawa untuk digunakan sebagai pangkalan menyerbu pulau --pulau utara Jepang di sebelah utara dan juga tentara Jepang yang tidak kenal menyerah mempertahankan setiap jengkal tanah negeri ini.

sisa granat: Dokpri
sisa granat: Dokpri

Di salah satu dinding, masih terdapat sisa-sisa granat yang digunakan oleh tentara Jepang yang melakukan bunuh diri. Bagi mereka mati dan bunuh diri memang jauh lebih terhormat daripada ditawan oleh Amerika.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun