Mohon tunggu...
Tasya J. R
Tasya J. R Mohon Tunggu...

Life is short So, dont broken your life :D

Selanjutnya

Tutup

Muda

Jati Diri Pemuda Indonesia

6 Agustus 2016   11:18 Diperbarui: 6 Agustus 2016   11:31 0 1 0 Mohon Tunggu...

Pemuda adalah harapan bangsa. Begitulah seuntai kalimat yang sering dikeluarkan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Bicara tentang pemuda ada banyak hal suka dan duka di dalamnya. Negara ini telah merdeka beberapa tahun lamanya. Itu tidak lepas juga, dari semangat juang tinggi para kaum muda dan tuanya. Mereka bersatu mempersatukan kekuatan nasionalisme. Pada saat itu, api semangat berkobar kencang demi merebut kain berwarna merah dan putih. Darah dan keringat mengalir di sekujur tubuh demi kebahagiaan anak dan cucu. Dahulu semangat pemuda untuk kemerdekaan Indonesia begitu luar biasa.

Detik menitnya waktu telah berlalu. Masa lalu sudah berlalu, masa kini sedang di jalani sedang masa depan telah menanti. Perubahan telah berkembang di seluruh nusantara. Pemuda pemudi telah lahir di mana-mana. Namun, waktu yang berlalu merubah segalanya. Bahkan sampai ke hal paling dalam dan penting yaitu jati diri dari seorang pemuda dan pemudi bangsa ini. Para pemuda pemudi yang dahulu terkenal kegigihannya, kini terkikis entah oleh apa. Pedidikan, pembangunan, serta tekhnologi telah tersedia untuk menunjang cita-cita bangsa menjadi nyata. Semua disediakan demi meneruskan perjuangan yang belum berakhir.

Dalam kenyataannya, seperti barang bekas tiada guna semua itu. Entah kemana semangat membara yang dimiliki oleh para pemuda jaman sekarang untuk mewujudkan kemerdekaan yang sejati bangsa ini. Mereka sekarang seperti terlena oleh kekayaan dan kehidupan yang serba memuaskan. Hingga melupakan sejarah perjuangan para pemuda pemudi terdahulu  untuk kehidupan selayak sekarang. Budaya, Negara, Agama, yang dahulunya di junjung tinggi, kini hanya dibiarkan diabaikan. Pemuda masa kini sungguh memiliki ciri khas tersendiri. Lebih identik dengan kebebasan dalam bersikap tanpa memperhatikan baik buruknya untuk masa depan bangsanya. Bila ditanya soal budaya, alasannya jadul. Apalagi soal Negara, sikap masa bodoh mereka tunjukkan secara terang- terangan.

Dahulu, tanpa ada pendidikan yang memuskan. Tanpa ada tekhnologi secanggih sekarang. Semua serba terbatas, bahkan untuk sarana dan prasarana sulit untuk terpenuhi secara total. Namun, begitu hebatnya para pemuda masa itu. Semangat apinya senantiasa berkobar hingga membakar segala kesusahan dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Ya, hingga akhirnya kemerdekaan mampu di raih oleh bangsa ini.

Setelah beberapa tahun lamanya kemerdekaan telah diraih, apakah sejati mampu mengiringi kemerdekaan itu sendiri? Tidak. Dalam Negara ini masih menyimpan sejuta kisah pilu. Diantaranya adalah sikap rela berkorban budaya sendiri perlahan dikuasai orang luar. Itu suatu bentuk pembuktian bila perjuangan belum pernah berakhir. Mempertahankan kemerdekaan yang telah di perjuangkan hingga memperoleh kesejatian dalam kemerdekaan. Tugas kita hanyalah itu, tanpa berkorban nyawa ataupun darah.

Pemuda adalah kekuatan bangsa, karena yang muda adalah yang perkasa dan berjiwa baja. Kita harus mengingat betapa besarnya semangat yang dimiliki dari pemuda terdahulu. Ini adalah semudah-mudahnya jaman, dimana tidak ada lagi peperangan dengan menumpahkan darah di berbagai wilayah. Namun kita dituntut untuk menyelesaikan penjajahan yang secara diam-diam telah menggerogoti tubuh Ibu pertiwi. Bersama kita buang kemalasan dalam hidup ini, bersama kita kembalikan jati diri Pemuda Indonesia yang sesungguhnya. Memanglah tidak banyak yang ingin melawan para penjajah yang kasat mata, karena bagi sebagian dari mereka memiliki pendapat yang berbeda.

Namun setidaknya persatuan dan kesatuan tetap ada dalam membentuk semangat. Pemuda harus perkasa, Pemuda bukanlah pemalas yang akan merusak sendiri bangsanya. Pemuda Indonesia memiliki jati diri yang sejati. Jati diri yang sejatinya menciptakan semangat menggebu-gebu dalam meraih cita-cita. Namun, di jaman ini perlahan jati diri itu mulai memudar. Bersama kita harus bisa mengembalikannya, agar tumbulah Pemuda yang sesungguhnya. Pemuda yang senantiasa berjuang, bekerja keras demi bangsa dan dirinya sendiri.

Karena telah muncul pernyataan “Pemuda adalah harapan bangsa” kita harus mampu membuktikannya. Perubahan jaman senantiasa diikuti perubahan jalan pikiran setiap orang, namun setidaknya kita harus memperhatikan ke arah mana perubahan itu kita lakukan. Berbekal ilmu pengetahuan dan keagamaan seharusnya kita mampu menempatkan diri sebagai pemuda Indonesia yang memiliki jati diri yang mulia. Pemuda yang taat pada agama dan pemuda yang mampu mengamalkan sila-sila Pancasila.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x