Mohon tunggu...
Tarmidinsyah Abubakar
Tarmidinsyah Abubakar Mohon Tunggu... Politisi - Pemerhati Politik dan Sosial Berdomisili di Aceh
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Penulis adalah Pemerhati Politik dan Sosial Berdomisili di Aceh

Selanjutnya

Tutup

Politik

Dialog Politik Datar Imajiner Jokowi Presiden RI dengan Warga Masyarakat

18 Januari 2021   07:07 Diperbarui: 18 Januari 2021   07:42 284
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Semua warga masyarakat dalam negara manapun menaruh harapan terhadap keberadaan negaranya agar bisa mewujudkan kehidupan masyarakat termasuk harapan dirinya untuk hidup lebih baik dan memiliki masa depan.

Setelah melihat tanda-tanda perbaikan dalam kehidupan yang dirasakannya tidak menemukan adanya perbaikan, maka secara umum mereka sebagai warga tentu saja ingin menyampaikan kepada orang yang memiliki pengaruh merubah nasib kehidupannya. Jika ada peluang tentu mereka akan memilih presiden sebagai kepala pemerintahan dan yang memiliki cukup alat untuk merubah kondisi kehidupan sosial suatu negara.

Dalam pilihan kepada siapa yang mungkin terjangkau disampaikan masalah rakyat, maka kita bisa melihat peta tentang masalah dan harapan apa yang mungkin bisa rakyat sampaikan, tentu lebih dan kurang kira-kira sebagai berikut:

Warga : Assalamualaikum Pak Presiden...
Presiden : Wa 'alaikumsalam wr wb.  Bagaimana kabarnya bapak, namanya pak Burhan toh,,,apa ini yang ingin ditanyakan? (Jokowi Presiden ramah)

Warga : Kabar baik pak presiden, saya mau tanya, bagaimana bapak merubah masa depan rakyat Indonesia yang dari masa ke masa tidak mengalami perubahan apapun. Terutama dalam stabilitas hidup, dimana semakin lama semakin berat, minyak, gas, listrik dan kebutuhan pokok setiap waktu harganya naik-naik terus, sementara pendapatan perkapita rakyat yang minim tidak seimbang dengan kebutuhan.

Belum lagi kita bicara biaya pendidikan anak, yang katanya gratis tetapi kenyataannya berbagai macam uang di bebankan kepada orang tua mahasiswa dan siswa dalam mengikuti pendidikan. Bagimana bapak melihat masalah ini dan apa  solusinya yang sudah bapak pikirkan dan rencanakan?

Presiden : Ooo,,,iya. Beghini lho pak.  Negara ini sudah lama lho carut marutnya, iya toh....
Kita harus mulai bangun dari awal lagii....dari awaaal betul,,,,termasuk rakyatnya, ya mentalitas, moralitas, prilaku sosial dan kesadaran dalam politik dan bernegara,,,,

Naaah,,,,mulai dari mana coba?

Pertama, kita akan memposisikan bangsa dan negara ini dalam politik negara-nagara didunia sebagai bangsa dan negara merdeka toh,,,,maka kita tidak hanya berkiblat ke negara adikuasa seperti Amerika lho...tapi kita juga harus membangun kekuatan baru politik bangsa-bangsa Asia, iya toh,,,,seperti RRC yang semakin baik dan kuat sumber daya manusianya menyaingi bangsa-bangsa dibelahan Amerika dan eropa.

Lalu dimana posisi bangsa dan negara Indonesia? Menurut pak Burhan kita sebaiknya ada dimana ya?

Warga : Menurut saya ditengah pak presiden, jangan hanya satu tuan, sebaiknya ada beberapa tuan yang kita bisa minta bantu,,,

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun