Mohon tunggu...
Tabrani Yunis
Tabrani Yunis Mohon Tunggu... Guru - Tabrani Yunis adalah Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, juga sebagai Chief editor majalah POTRET, majalah Anak Cerdas. Gemar menulis dan memfasilitasi berbagai training bagi kaum perempuan.

Tabrani Yunis adalah Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, juga sebagai Chief editor majalah POTRET, majalah Anak Cerdas. Gemar menulis dan memfasilitasi berbagai training bagi kaum perempuan.

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Gerak Cepat untuk 100 Blogger Aceh

29 Maret 2016   10:23 Diperbarui: 29 Maret 2016   18:41 98
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Rangkaian kegiatan Road Blog di kota Banda Aceh"][/caption]Anda pernah melihat acara bedah rumah yang disiarkan oleh sebuah televisi swasta? Pasti anda tahu bagaimana proses kerjanya. Ya kerja secepat kilat membedah rumah dalam waktu singkat bisa menjadikan rumah berubah menjadi lebih indah. Itulah yang aku harus lakukan dalam menyiapkan acara Road blog di kota Banda Aceh. Aku mendapat tugas untuk menyelenggarakan acara itu dalam waktu hanya satu hari. Ingin tahu ceritanya? Ikuti sajianku dalam beberapa tulisan berikut ini.

Pagi Kamis, aku bangun agak terlambat. Entah apa yang membuat mataku sulit dibuka ketika azan subuh menggema. Mungkin saja ada setan yang bergantungan di mataku. Ya, pokoknya, entah setan apa yang bergantung dan bergelantungan di pelupuk mata, sehingga terasa sangat sulit untuk bangun pagi. Mungkin saja seperti kata orang, itu setan sedang menggoda agar aku tidak salat subuh. Namun, karena meninggalkan salat adalah perbuatan dosa, aku bangun tepat pada pukul 06.00 untuk menunaikan kewajiban salat subuh.

Usai salat subuh, seperti sudah menjadi kebiasaan banyak orang selama ini, tatkala mata, terbuka, maka mata dengan cepat tertuju ke HP. Ya, biasalah,  di era digital ini, saat teknologi informasi semakin berkembang dan pengguna gadget kian mewabah, generasi manusia sekarang selalu saja tidak boleh jauh dari penggunaan handphone atau gadget. Termasuk aku, pagi itu usai salat subuh, langsung mengambil HP yang dicas di atas meja sejak sebelum tidur.

Tentu saja, dengan banyaknya fasilitas jalur komunikasi yang dimiliki, seperti facebook, whatsapp, instagram, Line, dan juga telegram serta SMS, semakin menambah banyak pesan atau cerita yang ingin dilihat atau dibaca. Oleh sebab itu, aku juga ingin dengan segera melihat dan membaca setiap pesan yang masuk. tak dapat disangkal lagi bahwa sangat banyak pesan masuk, terutama dari grup WA atawa whatsapp.

 Namun, dari sekian banyak pesan tersebut aku menemukan sebuah panggilan tak terjawab atau orang kita sering menyebutnya dengan miscall . Hmmm, aku melihat ada miscall  dari seorang temanku yang berbada gendut dan ia dikenal sebagai guru yang ngeblog melulu. Ya, siapa lagi kalau bukan pak Wijaya Kusuma alias Om Jay itu.

 Melihat ada panggilan tak terjawab yang di layar HP ku tercatat pada pukul 5.35 itu, aku malah bertanya, ada apa ni Om Jay? Kok di pagi buta sudah menelpon aku. Hmm, ini pasti ada sesuatu, gumamku. Siapa tahu, om Jay mau ke Aceh. Karena sebelumnya saat aku menelponnya, ia sangat rindu dengan tanah rencong. Jadi ingin sekali berkunjung ke daerah yang pernah dilanda konflik dan kekerasan selama lebih dari 28 tahun ini. Walau ia sudah beberapa kali ke Banda Aceh untuk memfasilitasi training buat para guru. Tapi ia tetap selalu ingin bisa ke Aceh. Ingin bisa melihat masjid raya, yang kata orang kini tinggal kenangan itu.

Aku hanya meraba- raba makna panggilan tersebut. Namun karena takut nanti salah raba, aku menelpon kembali Om Jay dan menanyakan apa gerangan hingga menelponku di pagi buta itu. Tentu saja aku ingin tahu dan langsung menelpon Om Jay. Panggilan telponku pn langsung tersambung. Om Jay menanyakan aku, apakah aku bisa mengumpulkan sebanyak 100 blogger Aceh pada tanggal 26 Maret 2016? Hmmm, aku bergumam. ‘ Mengumpulkan 100 blogger Aceh dalam satu hari. Ini adalah sebuah tugas yang mungkin sangat berat”.  Nanti, mbak Rika dari Excite Indonesia akan menghubungi pak Tabrani, begitu kata Om Jay. Mbak Rika akan menjelaskan tentang acara itu. Okay, kata ku. Aku perlu menimbang-nimbang kepercayaan ini. Sebab, aku belum tahu seperti apa bentuk kegiatannya, serta berbagai mekanisme lainnya. Apalagi, pada tanggal 24 Maret 2016 itu aku sedang ikut menghadiri Seminar Internasional yang dilaksanakan oleh ESA ( English Students Association) FKIP, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh yang menghadirkan Dr.Qismullah Yusuf  dan Dr. Nazamuddin. Artinya waktuku sangat sedikit untuk bisa mengorganisir kegiatan yang dimintakan untuk aku lakukan pada tanggal 26 Maret 2016 itu. Namun, tidak berapa lama, aku dihubungi oleh Mbak Mubarika dari Excite Indonesia. Beliau menjelaskan akau tentang rencana mereka ke Aceh. Ya ingin memulai kegiatan Roadblog in 10 cities, dimana Aceh adalah kota pertama yang akan memulai kegiatan ini.

Hmm, ini adalah pekerjaan besar yang harus ku lakukan dalam batas waktu hanya satu hari. Sebuah pekerjaan yang berat. Pekerjaan yang bukan menjadi bagian dari konsep pribadiku dan aku belum begitu memahaminya. Artinya, aku tidak begitu faham tentang konsep acaranya. Karena baru saja dihubungi dan sifatnya sangat urgent. Namun, mengingat Om Jay, mengingat betapa bermanfaatnya kegiatan ini bagi para blogger Aceh, juga karena ingin membantu mereka yang sudah sangat kepepet dengan acara, akhirnya aku mengatakan boleh. Namun karena ini adalah kegiatan dadakan bagiku, aku berkata, jangan berharap kondisi yang optimal, namun aku tetap berupaya untuk menyukseskan hajatan ini, sejauh kemampuan yang ku miliki.

Lalu sambil mengikuti seminar, tanganku tidak bisa jauh denga HP. Aku terus menyebakan informasi lewat WA, facebook dan lainnya kepada sejumlah grup yang aku ada di dalamnya. Seorang teman berkata, wah itu sangat bagus kegiatannya. Aku sipa membantu katanya. Aku jadi semakin termotivasi untuk membantu terlaksananya kegiatan ini di kota Banda Aceh. Maka, aku minta teman, Om Firman untuk mencari tempat. Ia merekomendasikan tempatnya di A Café yang terletak di jalan Teuku Nyak Arief, Jeulingke, Banda Aceh. Aku sendiri belum pernah datang ke café tersebut. Namun, karena waktu yang sangat kepepet itu, aku percayakan Om Firman untuk memastikan tempat dan akhirnya memutuskan A café sebagai tempat acara berlangung. Aku terus menyebarkan informasi lewat medsos. Juga memberi tahu mbak Rika tentang itu. Tanpa melihat dari dekat kondisi tempat, kami setuju di tempat itu.

Tanggal 25 Maret 2016, rombongan Om Jay, Mbak Rika, Mbak Leila dan Mas Jayen dari Traveloka pun tiba di bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang Banda Aceh. Aku datang menjemput mereka dengan menyetir mobil POTRET. Setiba di bandara, aku langsung ke gerbang pintu tunggu. Aku melihat Om Jay di ruang pengambilan bagasi. Ia keluar dan kemudian bertemu dengan sahabatnya Pak Muslim, yang juga seorang dosen tersebut. Karena ada dua mobil untuk menjemput, kami split. Yang laki-laki naik mobil Pak Muslim dan dua perempuan mbak Rika dan mbak Leila ikut bersama aku, mencari hotel untuk menginap. Namun, setiba di kota Banda Aceh, aku tidak langsung membawa mereka ke hotel, tetapi kami sejenak singga di warung kopi yang sudah sangat kesohor di seantero nusantara dan bahkan dikenal oleh masyarakat dunia, yakni warung kopi Solong di Ule kareng yang selalu sesak dengan para penggemar dan penikmat kopi itu.

Usai menikmati segelas kopi dan the serta kue di Solong, aku mengajak mereka  singgah di kantorku yang sekalian menjadi tempat usaha yang ku beri nama POTRET gallery itu. Mereka aku perlihatkan POTRET Galery dengan produk-produk souvenir yang menarik itu dan mereka pun sempat tertarik dan membeli  sejumlah kerajinan Aceh, sebagai oleh-oleh ketika nanti kembali ke Jakarta. Aku mengajak mereka singgah ke kantor Redaksi majalah POTRET untuk mengecas HP dan mengambil sejumlah majalah POTRET dan majalah Anak Cerdas yang akan dijadikan sebagai bagian dari isi Goody bag yang akan dibagikan kepada peserta yang akan ikut seminar dan workshop pada tanggal 26 Maret 2016 itu, esok harinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun