Mohon tunggu...
SYIFA TRIA NURANI
SYIFA TRIA NURANI Mohon Tunggu... Penulis - Hallo, Nama saya Syifa Tria Nurani dipanggil Tria, saya mahasiswa dari universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

hobi: dengerin musik dan juga memasak.

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Tuai Kritikan Pelebaran Trotoar Margonda Menimbulkan Kemacetan

21 Desember 2022   09:27 Diperbarui: 23 Desember 2022   06:58 651
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Depok - Jalan Margonda Raya merupakan salah satu jalan terpenting di Kota Depok yang menghubungkan dengan Jakarta. Sejarah penamaan jalan ini berasal dari nama pahlawan, yakni Margonda, seorang pemuda pejuang yang gugur pada 16 November 1945 dalam pertempuran heroik melawan Netherlands Indies Civil Administration (NICA) atau Belanda. Terdapat dua versi terkait asal-usul Margonda. Ada yang menyebut ia lahir di Bogor dengan nama kecil Margana, namun ada pula yang meyakini bahwa Margonda adalah putra daerah Cimahi, Jawa Barat. Margonda diperkirakan lahir tahun 1918.

Jalan Margonda Raya merupakan jalan utama yang menghubungkan Jakarta dan Bogor. Siapapun yang melewati jalan tersebut pasti memiliki kenangan dengan kemacetan. Jalan yang disebut sebagai jantung nya Kota Depok ini memiliki sejumlah tempat kuliner, perbankan, mall, hingga apartement yang berderet di ruas jalan tersebut.

Di sisi lain menjadi pusat pemerintahan dan pusat hiburan bagi warga Depok, Jalan Margonda Raya memiliki sebuah catatan soal kemacetan. Kemacetan Margonda sudah tidak bisa dihindari ketika memasuki jam pergi dan jam pulang kerja. Fenomena yang bisa kita lihat ketika pagi dan sore hari. Banyak angkot, ojek online, dan warga sekitar lalu-lalang mengitari Jalan Margonda Raya.

Jalan Margonda Raya kini memiliki wajah baru setelah pelebaran trotoar. Sewaktu adanya kegiatan di tepi Jalan Margonda Raya, warga sekitar tidak menyangka akan dilakukan pelebaran trotoar. Banyak yang lebih mengira akan adanya pelebaran jalan. Seiring berjalannya waktu, ternyata itu untuk pelebaran trotoar. Setelah pelebaran trotoar hampir selesai, warga melihat puing sisa pengerjaan masih menyelimuti Jalan Margonda Raya yang terlihat sangat kumuh. Fenomena lain juga terjadi pada pengendara sepeda motor untuk melewati trotoar ketika macet. Serta menjadi tempat parkir liar bagi pemilik sepeda motor dan toko yang berada di tepi Jalan Margonda Raya.

Pemerintah Kota Depok sudah mengupayakan mengatasi kemacetan dengan menerapkan jalur lambat dan jalur cepat. Kemudian proyek revitalisasi trotoar di Jalan Margonda Raya, Kota Depok dikeluhkan banyak warga. Selain menyebabkan semakin parahnya kemacetan, juga semakin menyulitkan pejalan kaki lantaran trotoar yang dibongkar. Belum lagi di beberapa ruas yang sudah selesai dikerjakan, justru dipakai parkir kendaraan. Secara garis besar kondisi trotoar sudah hampir tuntas tetapi lubang-lubang drainase tampak belum tertutup.

Salah satu pengguna sepeda motor, Hilmy (24) menilai revitalisasi trotoar masih belum selesai, banyak lubang yang belum di kasih pertanda, memanfaatkan jualan di sekitar trotoar dan juga parkir liar.


"Karena trotoarnya menurut saya terlalu besar ya, otomatis mau lewat mana lagi kan, gaada jalan. Kaget juga ketika trotoar sudah jadi, malah makin banyak parkir liar di toko pinggiran Jalan Margonda tempat buat jalan di trotoarnya jadi makin sempit dan juga dari motor-motor liar seperti ojek online. Seharusnya dikasih tempat khusus di trotoar buat ojek online agar tidak berserakan. Malah jadi bikin kumuh trotoarnya. Membahayakan pengguna jalan kalau lagi macet.  Ada pengguna sepeda motor lewat trotoar yang tanpa mempedulikan pengguna jalan yang sedang jalan. Asal nyalip tidak memberi tanda. Padahal, sudah jelas fungsinya trotoar itu untuk pengguna jalan. Masih saja ada yang bandel atau tidak memikirkan pengguna jalan," ujar Hilmy salah satu pengguna jalan, pada Sabtu (10/12).

"Lanjut Hilmy mengatakan, jalanan belum selesai tersebut mengganggu karena takutnya kan kesandung juga, dan kalau ada pejalan kaki gitu kan ada yang melihat atau nggak. Orang-orang sekarang lagi jalan melihat handphone ya sambil jalan itu nggak lihat kanan kiri depan belakang itu ya berbahaya seperti lubang ini," lanjutnya.

Dampak proyek revitalisasi trotoar di depan SDN Pondok Cina 1 sempat diprotes orang tua siswa. Pasalnya dengan adanya kegiatan pembangunan tersebut, sejumlah siswa yang hendak berjalan si sekolah, jadi terhambat. Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok mengklaim bahwa kegiatan pembangunan trotoar tersebut sudah disosialisasikan oleh Dinas Pendidikan Kota Depok kepada pihak sekolah. Selanjutnya pihak sekolah pun telah melakukan sosialisasi kepada para orang tua siswa dan mewajibkan para siswa untuk belajar di rumah.

sdn-pondok-cina-1-gambar-diambil-oleh-syifa-tria-nurani-63a274da08a8b5490f12bed2.jpeg
sdn-pondok-cina-1-gambar-diambil-oleh-syifa-tria-nurani-63a274da08a8b5490f12bed2.jpeg
Salah satu wali murid, Cici (32) mengatakan dengan adanya pelebaran trotoar ini berdampak besar terhadap anak-anak SDN Pondok Cina 1, karena perubahan akses jalan anak jadi tidak bisa masuk ke dalam sekolah.

"Sangat banyak perubahan karena perjalanan masuk orang tua nganter anak itu biasanya kan masuk lapangan, sekarang nggak bisa karena tertutup trotoar. Waktu itu saya abis nganter anak sekolah smp, tiba-tiba pas lewat sini ada anak-anak SD mau masuk Bunda bilang aku nggak bisa masuk begitu lihat lah kok enggak ada jalan landai. Giliran yang warung sebelah dikasih landai, giliran kita nih gerbang udah jelas-jelas terlihat kan gerbang sekolah itu di tutup coran.  Otomatis sangat menghambat anak-anak masuk sekolah. Berarti yang tadi tangga itu baru ya bu? baru, karena hari itu juga marah ke DPUPR, ke orang yang punya proyek situnya. Dia bilang saya gatau apa-apa bu, cuma perintah. Akhirnya, ada polwan disitu. Bu, ini jalanan akses masuk anak sekolah kenapa ditutup? polwan itu telpon entah siapa, datenglah kepolisian waktu itu,dia bilang kita lapor dulu ya ke kantor. Setelah itu, dateng lagi dua polisi dan habis itu mereka katanya rapat dulu. Datang DPUPR bawa bahan material, langsung dibikin seadanya dulu ya bun. Yaudah seperti itu jalannya untuk akses masuk anak-anak"ujar Cici salah satu wali murid SDN Pondok Cina 1 yang ditemui, pada Sabtu (10/12).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun