Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Konsultan di DSS Consulting sekaligus Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 34 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Hindari Utang Berbunga Tinggi, Kampung Literasi Sukaluyu Optimalkan Edukasi Finansial Melalui Koperasi

26 September 2021   08:10 Diperbarui: 26 September 2021   08:13 75 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Hindari Utang Berbunga Tinggi, Kampung Literasi Sukaluyu Optimalkan Edukasi Finansial Melalui Koperasi
Sumber: Kampung Literasi Sukaluyu

Praktik rentenir adalah realitas di kampung-kampung. Tidak sedikit warga yang terjerat utang berbunga tinggi hingga memporak-porandakan ekonomi keluarga. Maka sebagai ikhtiar mengajarkan pentingnya pengelolaan ekonomi keluargan di samping pemberdayaan ekonomi rakyat secara nyata, Kampung Literasi Sukaluyu menggerakkan literasi finansial melalui Koperasi Lentera yang basisnya simpan pinjam.  

Diikuti 28 kaum ibu sebagai anggota, program Kampung Literasi Sukaluyu yang diinisiasi Direktorat PMPK Kemdikbud RI dan Forum TBM memperkuat pemahaman literasi finansial warga di Desa Sukaluyu Kec. Tamansari Kab. Bogor untuk menghindari jeratan utang yang ditawarkan bank keliling (bangke) pada Sabtu (25/09/2021). Sekaligus edukasi pentingnya perencaaan ekonomi keluarga yang diberikan Syarifudin Yunus, penggagas Koperasi Lentera dan pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor.

 Bertajuk "keuangan keluarga 50:30:20", kaum ibu dibekali edukasi literasi finansial untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangan kelurga dengan format 50% untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, 30% untuk bayar utang dan jajan anak, dan 20% untuk tabungan atau simpanan koperasi. Dilaporkan pula kondisi Koperasi Lentera yang telah meminjamkan uang Rp. 3,8 juta dari dari total iuran anggota Rp. 3,4 juta per September 2021. Rasio anggota yang pinjam pun mencapai 31% atau 9 dari 28 anggota koperasi. Dengan tingkat cicilan berstatus lancar. 

 Koperasi Lentera yang berdiri sejak April 2021 dengan focus simpan pinjam bertujuan untuk membebaskan anggotanya dari jeratan rentenir dan beban utang berbunga tinggi. Tiap anggota menyetor iuran Rp 10.000 per minggu. Dari iuran terkumpul itulah kemudian dipinjamkan kepada anggota yang membutuhkan. 

Nah saat pinjam, setiap anggota harus memenuhi tata cara "akad pinjaman" dengan menjawab pertanyaanberapa: 1) berapa uang yang dipinjam?, 2) untuk apa meminjam?, dan 3) berapa kali cicil pinjaman? Setelah itu akad pinjaman dan dituangkan ke dalam "kartu pinjaman" atas nama anggota.

Melalui program Kampung Literasi Sukaluyu, Koperasi Lentera diharapkan dapat memperluas akses keuangan warga sebagai realisasi literasi finansial. Koperasi Lentera merupakan 1 dari 11 program yang dijalankan TBM Lentera Pustaka saat ini. Selain taman bacaan, gerakan berantas buta aksara, kelas prasekolah, TBM Ramah Difabel, dan lainnya. 

Hal ini ditempuh sebagai komitmen TBM Lentera Pustaka untuk meewujudkan taman bacaan sebagai sentra pemberdayaan masyarakat. Taman bacaan yang memberdayakan masyarakat sekitarnya, di samping terus berkiprah untuk memberikan "edukasi keuangan rumah tangga". Salam literasi #KoperasiLentera #TamanBacaan #PegiatLiterasi #TBMLenteraPustaka #KampungLiterasiSukaluyu

Sumber: Koperasi Lentera Pustaka
Sumber: Koperasi Lentera Pustaka

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan