Mohon tunggu...
S Wulan A
S Wulan A Mohon Tunggu... Freelancer - Mahasiswa

Halo, namaku Wulan aku senang membaca buku.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Gratitude: Seni Memaknai Hidup

1 Juli 2023   19:05 Diperbarui: 1 Juli 2023   19:11 179
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Aku jadi teringat ceritaku ketika akan menghadapi Ujian Nasional (UN) ketika SMP. Saat itu aku belajar dengan sangat keras, sebab aku mempunyai target sekolah tujuan yang cukup tinggi di kotaku. Aku belajar setiap hari, latihan soal, merangkum, latihan soal lagi tidak bosan-bosan. Namun, hari itu ketika ujian matematika (ketika aku sangat percaya diri) banyak sekali soal-soal yang tidak mampu aku jawab dengan baik. 

Hari itu lemas sekali, aku kecewa juga sedih. Tentu tidak apa-apa untuk sedih dan kecewa, biarkan semua perasaan negatif tersebut membuncah terlebih dahulu. Lalu pada saat semua sudah mereda, kita bisa mulai menerka (aku biasa melakukannya dengan menulis) hal-hal yang setidaknya dapat membuatku berkembang.

Aku menuliskan bahwa aku bersyukur bahwa aku telah berusaha keras hari itu, meski hasilnya belum memuaskan, aku tahu aku mencoba. Aku bersyukur sebab dengan belajar keras itu, aku berhasil memahami konsep-konsep pelajaran yang dapat aku terapkan di ujian yang lain. 

Aku juga jadi menyadari bahwa soal bisa begitu sangat beragam dan aku tidak boleh cepat-cepat berpuas diri serta harus terus belajar. Aku jadi tahu sampai batas mana aku baru memahami dan bagian mana lagi yang perlu aku pelajari.

Cara ini sesuai dengan konsep “The Gap and the Gain” dari Dan Sullivan. Apabila aku memandang kegagalan pada hari itu sebagai sebuah akhir yang sia-sia, memaknai bahwa tidak perlu belajar keras karena pasti ada kemungkinan gagal, maka aku terjebak di dalam ‘gap’. Kita cenderung menjadi emosional dengan hasil atau sesuatu yang mengecewakan dan terjebak di dalam ‘gap’ padahal kita apabila kita melihat progressnya kita dapat melihat ‘gain’ yang kita dapatkan.

Begitu juga dengan konflik-konflik kehidupan lainnya. Mungkin contoh di sini masih sederhana, tapi dapat diterapkan pada kasus-kasus yang lain. Intinya Tuhan memberi suatu peristiwa pasti dengan tujuan dan semua tergantung bagaimana kita memaknainya.

Gratitude membantu kita memaknai dengan lebih positif sehingga kita mampu untuk betumbuh.

Mungkin akan memakan waktu, tetapi itu tidak apa-apa.

Sebab makna akan tetap ada di sana,

Dan kita akan menemukannya pada waktu yang tepat pula.

Jangan berhenti belajar!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun