Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Purna tugas - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Bertamasya ke Benua Afrika ala Taufik

8 Februari 2021   20:34 Diperbarui: 9 Februari 2021   05:46 460
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tamasya ke benua Afrika? Rasanya belum banyak biro perjalanan yang menyediakan paket perjalanan ke Afrika. Paling yang ada ke Afrika Selatan dan Afrika Utara (Mesir dan Maroko). Pada webinar hari Sabtu lalu, Dubes RI untuk Zimbabwe dan Zambia yang terletak di Afrika bagian Selatan akan menyambut baik bila ada wisatawan Indonesia yang mau berkunjung ke sana.

Taufik Uieks, seorang Kompasianer yang memiliki hobi berpetualang justru sudah mendahului ke sana antara 2004-2013. Tidak hanya mengunjungi Afrika Utara saja melainkan dilanjutkan menjelajah Afrika Timur yang hutannya masih lebat.

Perjalananny ke Afrika selalu ditulisnya dalam blognya dan pada masa pandemi tahun 2020 artikel perjalanan dikumpulkan dan dibukukan. Sehingga menghasilkan buku setebal 351 halaman yang dilengkapi dengan foto-foto yang eksotis.

Mesir dan Maroko

Tamasya ke benua Afrika diawalinya dengan mengunjungi Mesir yang terkenal dengan piramida dan masjid Al Azhar serta tari perut di sungai Nil. Melayari sungai Nil dari Aswan dengan kapal Firaun yang berwarna emas, perjalanan ini sampai Luxor. 

Sebelum berlayar, sempat menikmati makan malam di Kairo yang dihibur pertunjukan Wharling Dervish yaitu tari Sema, sebuah tarian Sufi asal Turki, yang dilanjutkan dengan tari perut. Tari perut ini bertujuan untuk menghormati Dewi Kesuburan yang kini sudah dimainkan oleh pendatang, karena sejak Islam masuk Mesir, warga Mesir sudah meninggalkan profesi lama ini. 

Untuk berlayar mengarungi sungai Nil dengan kapal pesiar, dari Kairo harus menuju Aswan menggunakan kereta api, dimana terdapat bendungan Aswan atas dan bawah yang menyelamatkan Mesir dari banjir. Saat pembangunan bendungan Aswan sempat hampir menenggelamkan kuil Abu Simbel yang sempat dipindahkan ke pulau ditengah sungai Nil, yang kini disebut Philae Temple. Di pulau Philae juga terdapat kuil Dewi Isis.

Di Kairo, Anda harus menyempatkan belanja di pasar masa lampau Bazaar Khan El Khalili. Asalkan jangan malu dan pandai menawar. Tempat berikutnya yang patut dikunjungi adalah Benteng Salahuddin Kairo atau Citadel of Saladin yang terletak di bukit Maqattam. Dibangun pada abad ke 12 untuk melindungi Kairo saat Perang Salib.

Pada bagian puncak bukit terdapat masjid indah bernama masjid Muhammad Ali yang dibangun pada 1805-1849 Masehi.

Piramida yang berusia 5 ribu tahun merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia di daerah Giza sebelah Barat Daya kota Kairo. Piramida Khufu yang paling besar dan tinggi, yang ditemani dua piramida yang lebih kecil lalu menyaksikan spinx singa berkepala manusia sebagai penjaga piramida. Hidung spinx sempat rusak akibat perang yang terjadi di wilayah itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun