Mohon tunggu...
Apriana Susaei
Apriana Susaei Mohon Tunggu... Administrasi - senang menulis apa saja

sedikit pengalaman, kurang membaca, jarang belajar dari orang lain, banyak merenung dan senang menulis apa saja

Selanjutnya

Tutup

Diary

Anak Yatim dan Orang Miskin

12 Mei 2024   11:46 Diperbarui: 12 Mei 2024   11:50 91
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Menangis saaat berdo'a https://www.pexels.com/

Pernahkah hati bergetar saat mendengar atau membaca al-qur'an? saya mengalaminya tadi pagi.

Pagi ini, saya salat subuh berjamaah di masjid dekat rumah. Saya datang lebih awal dan menjadi makmum di saf pertama, hampir tepat berada di belakang imam.

Surat rakaat pertama yg dibaca oleh imam saat itu adalah surat Al-fajr. Imam mungkin memilih surat ini karena sesuai dengan keadaan pagi ini, suasananya cerah, fajar mulai menyingsing di pagi yang indah. Sudah beberapa hari ini kampung kami tak diguyur hujan, keadaan ini mungkin ada kaitannya dengan musim kemarau yang sudah terasa di beberapa daerah di Indonesia.

Entah kenapa, surat Al-fajr ini sering membuat saya menangis, mendengarkan murratal surat ini seperti menusuk hati, menyentuh sanubari, palung jiwa yang paling dalam. Namun, tidak ada yang lebih syahdu bagi saya selain mendengarkannya saat salat subuh berjamaah di belakang imam.

Bagi saya, bagian yang paling menyentuh dari surat ini saat imam membaca ayat ke 15 sampai ke 18. Disebutkan pada ayat itu yang artinya seperti ini:


Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku" (Ayat ke 15). Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku" (Ayat ke 16).

Dua ayat ini membuat saya diam seketika saat itu, hati saya seperti tertampar, telinga seperti berdengung, berbunyi, merambat seperti gelombang longitudinal melalui sebuah medium. Saya mematung dalam nafas yang tertahan.

Allah mengabarkan tabiat manusia yang bodoh dan zhalim, manusia yang lemah. 

Ya... manusia seperti saya. Manusia yang "geer" saat merasa kesenangan yang dia dapatkan akan terus berlanjut, manusia yang jika disempitkan rezekinya merasa mengeluh, paling tidak beruntung di seluruh dunia.  Padahal kekayaan, kemiskinan, kelapangan dan kesempitan adalah ujian dari Allah untuk mengetahui manusia mana yang dapat bersabar dan bersyukur.

Kemudian, imam membaca ayat selanjutnya yang artinya seperti ini:

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim (Ayat ke 17). Dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin. (Ayat ke 18).

Berderai air mata saya, menjalar pada labirin saluran-saluran di kepala, terurai jatuh, panas terasa di dada dan pelupuk mata. Saya tahan, tapi tak mampu, ingus mulai mengendus, turun lurus, dari hidung yang mulai basah.

Egois sekali manusia ini, sombong sekali manusia ini, tidak ada rasa kasihan dalam hati ini. Manusia ini banyak meminta, lemah, terus berharap tanpa sekalipun bersyukur, tanpa pernah melihat orang lain yang sedang mengalami kesusahan, yang butuh pertolongan, anak yatim dan orang miskin.

Tamak sekali manusia ini, mencintai harta benda dengan rasa cinta yang berlebihan. Allah benar-benar menguji dengan perumpaan perdagangan di sisi Allah, yaitu menyantuni anak yatim dan orang miskin.

Sontak setelah sholat subuh, saya segera membuka aplikasi donasi. Mencari anak yatim piatu dan orang miskin yang membutuhkan. Hanya itu yang bisa saya lakukan. 

Maafkan hamba, yang masih menjadi orang yang pandai mengeluh. Sanubari kemanusiaan saya yang jarang tersentuh. Tuntun hamba untuk terus patuh. 

karawang, 8 Mei 2024

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun