Mohon tunggu...
Dimas Sadiman
Dimas Sadiman Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Sebagai penulis dan peduli dengan berbagai konten lokal. Saat ini sebagai owner dari penerbit anugrah jaya Palembang. Ketua IKAPI Sumsel, dan menulis diberbagai penerbit mayor

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Sudahkah Ada Anak Miskin Sekolah di Sekolah Kita?

4 Mei 2024   06:00 Diperbarui: 4 Mei 2024   06:45 181
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

PENDIDIKAN UNTUK SEMUA
(Sudah adakah Anak Miskin di Sekolah Kita)

Sebentar lagi pengumuman PPDB melalui jalan prestasi, zonasi, ikut orang tua, dan tidak mampu dimulai. Para kepala sekolah, guru, pengelola sekolah swasta harus menghitung berapa orang miskin dan tidak mampu yang sekolah di tempat kita.

Tidak jumlahnya kurang dari 5% meski kita bertanya kepada diri kita. Idealnya orang miskin di setiap sekolah 10%, sesuai indeks kemiskinan.

Apakah sekolah ini telah bermanfaat untuk semua orang?

Menyediakan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh bangsa adalah kewajiban negara. Negara dalam konteks pendidikan itu unsurnya yang kita para kepala sekolah, guru, ketua yayasan, tu, dll yang berkecimpung di dunia pendidikan.

Jika sekolah kita hanya menerima yang kaya, berarti fungsi sekolah sebagai dunia bisnis yang memperhitungkan untung dan rugi. Sedangkan sekolah adalah sebuah lembaga untuk mencerdaskan semua anak bangsa. Jika kita tidak mengalokasi kepada mereka yang miskin, mana mungkin kemiskinan di Indonesia akan berkurang. 


Karena angka kemiskinan di negeri ini masih berkisar 10% artinya jika ada 10 orang berkumpul, maka 1 orang yang miskin. Kalau ada 100 orang berkumpul ada 10 orang yang miskin.

Artinya masih cukup mudah menemukan kemiskinan di sekitar kita.

Pendidikan sebagai salah satu indeks kinerja pemerintah untuk memberantas kemiskinan.

Pemerintah melalui Dinas Pendidikan harus membuat regulasi, agar di setiap sekolah negeri atau swasta memberikan kepada yang miskin untuk bersekolah di sekolah tersebut.

Kalau menerima anak miskin bersekolah maka kita tidak usah melihat nilainya. Kenapa? Karena anak anak miskin banyak yang prestasinya tidak bagus, karena mereka sibuk membantu orang tua mencari nafkah. Sedangkan anak miskin yang pintar dapat memperoleh sekolah lewat jalur prestasi. Maka anak miskin yang pintar tidak begitu menjadi persoalan .

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun