Mohon tunggu...
Supartono JW
Supartono JW Mohon Tunggu... Konsultan - Pengamat
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Untuk apa sembuhkan luka, bila hanya tuk cipta luka baru? (Supartono JW.15092016) supartonojw@yahoo.co.id instagram @supartono_jw @ssbsukmajayadepok twiter @supartono jw

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Sepak Bola Nasional Mau Keluar dari Krisis? Ubahlah Komposisi Exco dan Pemilik Suara

10 Januari 2019   23:50 Diperbarui: 11 Januari 2019   17:10 883
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Keren, baru sekarang mengemuka Lembaga yang bisa jadi akan memiliki dampak positif bagi persepakbolaan tanah air. Dia adalah Ganesport Institute. Ganesport Institute adalah lembaga riset yang berkonsentrasi pada sisi kebijakan olah raga. 

Lembaga ini berisikan akademisi olah raga dengan beragam latar belakang. Mereka bekerja menggunakan pendekatan keilmuan yang memberi hasil presisi. Semetara pendiri Ganesport Institute adaah Amal Ganesha yang pernah bekerja di Manchester City sebagai bagian dari International Media Team. 

Lalu apa yang membuat saya mengusung kata keren untuk Lembaga ini?  

Di tengah miskinnya prestasi Timnas Indonesia, lalu kompetisi yang karut-marut sistem administrasinya dan tidak jelasnya rangkaian umum tata kelola Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia membuat sepakbola nasional terus mengalami krisis.

Ilustrasi (tempo.co)
Ilustrasi (tempo.co)
Fakta inilah yang benar dirasakan oleh seluruh publik sepakbola nasional, dan menjadi kseimpulan pula bagi Ganesport Institute terkait kondisi terkini sepakbola nasional, terkhusus PSSI.

Ganesport Institute memberikan beberapa alasan terkait bagaimana PSSI layak berada di zona krisis. Selama ini PSSI tidak diawasi secara efektif selama bertahun-tahun sehingga sering mengalami krisis. Satu yang paling menyolok adalah kasus match-fixing alias pengaturan pertandingan atau pengaturan skor.

Sementara, hasil kajian Ganesport Institute mengungkapkan bahwa, dalam konteks tata kelola yang ideal, good governance, tidak ada satu entitas atau organisasi atau badan yang terlalu superior bekerja tanpa pengawasan. Artinya, selama ini PSSI beroperasi tanpa diawasi secara efektif.

Apa yang diungkap Ganesport Institute sangatlah benar. Secara de jure PSSI memang milik anggota, tapi pada kenyataan di lapangan, sepakbola milik kita semua. 

Apa maksudnya?  PSSI juga tidak akuntabel terhadap publik dan tidak juga terbuka. Akibatnya semua sistem tidak berjalan sesuai aturan. 

Tidak pernah membenahi diri dengan melibatkan seluruh stakeholder, dan yang laing parah, PSSI terlalu resisten terhadap intervensi dari luar dengan alasan klasik perlindungan statuta. 

kondisi Komite Eksekutif PSSI yang memiliki wewenang sangat besar, tidak ada perimbangan power di dalamnya.

Perubahan komposisi Exco dan pemilik suara
Atas dasar krisis dan tidak adanya pengawan PSSI selama ini, Ganesport Institute mengusulkan adanya perubahan komposisi Exco dan pemilik suara. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun