Mohon tunggu...
Politik

Tak Banyak Mengetahui, Ini Cara Tepat Bangun Popularitas Caleg DPRD II

13 November 2017   21:42 Diperbarui: 13 November 2017   21:48 0 0 0 Mohon Tunggu...

Ini dia yang harus anda pahami bagaimana membangun popularitas Anda di PILEG DPRD II. Lagi lagi DPRD II. Lagi lagi DPRD II. Ya...memang demikian yang akan anda nikmati dari kebanyakan tulisan saya. Saya sangat antusias membahas pemenangan pileg DPRD II karena beberapa alasan. Jieeee.

Kita mulai dengan 3 Tujuan dari semua proses PEMENANGAN anda.

Apa itu?

Tulisan ini belum tentu benar. Belum tentu juga COCOK. Nah Lhoooo. 

Maksudnya belum tentu benar dan belum tentu cocok sebagaimana pengetahuan anda yang sudah mumpuni di bidang politik. Tulisan yang anda sedang baca ini maklum urat-oret dari orang yang sok pinter politik padahal ia awam yang harus...cuihhhhh. Pergi sono. Gak pantas neylotek politik, pemenangan lagi. Masalah berat kok berani nyeloteh. Bikin orang nyasar aja.

Tidak-tidak. Tidak untuk menggurui anda. Tidak untuk mengajari anda. Hanya saja saya punya teko yang setengah isi dan setengah kosong. Hanya sekedar punya sejarah hidup yang setengah-setengah di politik. Dan ingin menceritakan yang setengahnya ini tapi yang isi bukan yang kosongnya. Jadi kalau keluar hanya sekedar air putih mohon maklum. Bukan ahlinya.

TAPI semoga jangan bosan-bosan membaca tulisan ini menyelesaikannya sampai kata terakhir.

Menurut aroma yang saya cium, masing-masing pemilu memiliki karakter dan rasa yang berbeda dalam proses pemenangannya. Pilpres karakter dan rasa nya lain dengan pilgub, Pilkada, pileg DPR RI atau Pileg DPRD I. Dari sisi jangkauan, dari sisi kekuatan yang dominan bisa mempengaruhi, dari jumlah pemilih, dsb. 

Dari sisi personal, saya lebih menikmati proses pemenangan PILEG DPRD II. Atau karena memang saya yang belum pernah terlibat langsung dalam mengelola pemenangan di PILPRES, PILGUB, Pileg untuk Caleg DPRD I. Terlibat di TIM pemenangan PILKADA pernah, meski manajemen puncaknya menurut saya, gak banyak evaluasi yang menyentuh strategi keseluruhan.

Termasuk juga saat evaluasi bersama PASLONnya langsung di sebuah Hotel, ampun dah. Gak ada sisi esensi yang dibongkar. Gak ada evaluasi mana sisi-sisi yang kurang dalam pelaksanaan pemenangan, mana sisi yang lebih dan harus terus di kembangkan. Yang ada hanya membahas siapa tim, sudah berapa estimasi suara yang berpotensi. Dan pemenangan yang aneh. Tak ada logistik meski hanya untuk pertemuan sosialisasi kecuali saat ada paslon. Saya malum lah, toh tidak ada konsultan atau manajemen yang jelas disana. Yang ada, ini kubu dari pihak cabup dan ini kubu dari pihak cawabup. Gontok-gontokkan dan saling mengadalkan. Ah tulisan ini ngarang.

Eitttt.....persepsikan bukan sebagai penyerangan. Tak ada manfaatnya menyampaikan hal ini, tak akan merubah apapun, apalagi si calon akan menjadi menang dan yang sudah naik menjabat jadi pasangan Bupati dan Wakil bupati akan terkalahkan. Tidak. Ini sudah lewat. Dan ini akan bermanfaat bila dipersepsikan dengan tepat. Jangan persepsikan racun. Tetapi jadikanlah ini sebagai obat. Sebagai bahan evaluasi dan antisipasi untuk pemenangan PILKADA mendatang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
KONTEN MENARIK LAINNYA
x