Mohon tunggu...
Akhmad Sujadi
Akhmad Sujadi Mohon Tunggu... Enterpreneur

Entepreneur

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

RKS Kampung PELNI Barokah, Olah Sampah Mampu Menyejahterakan

18 Februari 2020   21:21 Diperbarui: 19 Februari 2020   08:41 28 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
RKS Kampung PELNI Barokah, Olah Sampah Mampu Menyejahterakan
Foto bersama usai peresmian RKS PELNI Barokah (ft. Pelni)

Kampung Barokah Kecamatan  Simpang Empat,  Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan kini tambah terkenal. Kampung Barokah adalah nama desa di Kecamatan Simpang Empat,  Kota  Batu Licin, Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan.

Nama Kampung Barokah kini menjadi lebih  terkenal. Bukan tanpa sebab Desa Barokah menjadi terkenal. Hal itu  karena aktifitas para relawan pengelola Rumah Kelola Sampah (RKS) hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, PT. PELNI (Persero) dengan Yayasan Generasi Muda Cendikia (GMC)  yang dimulai pada  25 September 2018.

Sejak kontrak pekerjaan, GMC sebagai partner kegiatan terus berkordinasi untuk memaksimalkan potensi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) milik Pemerintah  Kabupaten Tanah Bumbu untuk dioptimalkan menjadi RKS. Setelah perjuangan panjang sejak September 2018 hingga Februari 2019, Peresmian RKS Kampung PELNI Barokah dapat diresmikan  pada Tgl 7 Februari 2019 oleh Direktur Utama dan Direktur Keuangan PT PELNI bersama Sekda Kabupaten Tanah Bumbu.

Pada 7 Feberuari 2020 kemarin,  RKS Kampung PELNI Barokah  genap satu tahun setelah diresmikan. Sejauh mana tingkat keberhasilan PELNI membina dan memberdayakan masyarakat dan bagaimana perkembangnya? Perkembanganya sangat  luar biasa. Usaha dan kinerja para relawan yang dipimpin Abu Herman telah berkembang cukup pesat. Beberapa  kegiatan RKS Kampung PELNI Barokah selama 1 (satu) tahun diantaranya;

Program Kampung PELNI Barokah yang didukung dengan pembentukan sarana pengelolaan sampah terpadu, dalam pelaksanaannya diiringi dengan kegiatan pembelajaran (edukasi) secara langsung kepada para relawan baru yang berasal dari masyarakat sekitar lokasi RKS.

Pembinaan yang dilakukan oleh mitra kerja PKBL PT.PELNI yaitu Yayasan GMC telah dapat menciptakan SDM unggul  yang mampu menangani sampah dengan baik dimana dari kegiatan pengelolaan sampah telah bisa menghasilkan produk yang bernilai jual yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan para relawan dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Desa Barokah.

RKS Kampung PELNI Barokah saat ini memiliki 5 (lima) orang relawan yang dibina oleh Yayasan GMC dengan harapan kedepan dari 5 (lima) bibit unggul tersebut akan  dapat meneruskan pengetahuannya tentang pengelolaan sampah yang baik kepada masyarakat di Desa Barokah atau bahkan lebih luas lagi melalui sosialisasi dan pembelajaran bagi para pelajar Kota Batu Licin.

Pelaksanaan pengelolaan sampah oleh RKS Kampung PELNI  Barokah saat ini sudah dapat menghasilkan  beberapa produk, diantaranya :

Pupuk Kompos, dibuat dari sampah organik berasal dari sampah rumah tangga berupa sisa-sisa makanan (sayuran,ikan,buah-buahan yang sudah busuk, limbah ternak dll). setiap bulannya bisa menghasilkan 20 karung pupuk kompos dijual perkarungnya Rp.40.000.- Pelanggan tetap kompos adalah Dinas Pertamanan dan Perrhutani bahkan ada warga Desa Barokah yang rutin membeli kompos untuk kebun sayuran dan jagung.

Sampah Anorganik, RKS PELNI Barokah telah menghasilkan sampah anorganik rata-rata setiap bulan 4-5 ton terdiri dari bermacam-macam kaleng dan almunium bekas, botol plastik, kardus koran dan lainnya yang sebagian besar didapat dari kapal-kapal PELNI  yang singgah di Pelabuhan Batu Licin dan sebagian kecil dibeli dari warga (masyarakat) yang mengumpulkan sampah anorganik. Sampah ini dijual setiap 2 minggu ke Banjarmasin untuk didaur ulang di Surabaya, sampah plastik dijual dalam bentuk cacah atau press. Setiap penjualan sampah anorganik rata-rata relawan menerima uang sebesar Rp.8 -10 Juta.

Sebagian sampah nonorganik terpilih digunakan untuk kegiatan pembinaan kepada relawan untuk memperbanyak variasi produk dan design handicraft. Untuk saat ini yang sedang banyak terjual adalah kompor (tungku) memasak yang terbuat dari velg mobil bekas dan kursi antik terbuat dari drum bekas.Setiap bulan bisa menjual kompor 6 unit dengan harga perunit Rp.350.000.- Kursi antik dibuat berdasarkan pesanan sampai saat ini sudah menjual 3 set kursi. Pot bunga dibuat dari pampers bayi bekas, ada juga pot bunga terbuat dari ban mobil bekas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x