Akhmad Sujadi
Akhmad Sujadi wiraswasta

Entepreneur

Selanjutnya

Tutup

Tekno Artikel Utama

Dilengkapi Aluminium "Dobble Skin", LRT Mulai Dikapalkan ke Palembang

11 April 2018   07:20 Diperbarui: 11 April 2018   18:14 2344 5 4
Dilengkapi Aluminium "Dobble Skin", LRT Mulai Dikapalkan ke Palembang
Kereta LRT Palembang (Ft. INKA)

Pembangunan infrastruktur perkeretapian oleh pemerintah berbuah manis bagi industri dalam negeri, salah satunya industri pembuatan kereta, PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun. Perusahaan pabrik kereta nomor 4 di Asia setelah Jepang, China, dan Korea ini terus tumbuh melesat kencang seiring kepercayaan operator dalam negeri PT KAI yang menggunakan produk kereta dan gerbong sebagai armada andalanya.

Produk industri kereta api satu-satunya di Asia Tenggara ini cukup membanggakan negeri. Diciptakan sebagai BUMN strtegis pada masa Habibie, perusahaan yang berkantor pusat di Madiun, Jawa Timur ini mekar kembali setelah sempat redup ketika order dari PT KAI saat itu mempertimbangkan pembelian gerbong ke luar negeri.

Namun kini INKA dipercaya penuh oleh PT KAI dan negara untuk memproduksi kereta penumpang, gerbong barang, hingga kereta Light Rail Transit (LRT) untuk Palembang dan untuk Jabodetabek.

Setelah sukses mengekspor kereta penumpang ke Bangladesh, gerbong barang ke Thailand dan Filipina, perusahaan pembuat kendaraan beroda baja kebanggaan negeri ini segera mengapalkan pesanan LRT yang akan dioperasikan di Palembang, Sumatera Selatan. Pengiriman LRT ke Palembang seiring pembangunan infrastruktur kereta termodern di Sumatera Selatan ini mendekati finish dan akan dipergunakan untuk mendukung perhelatan akbar, Asian Games ke-18 Jakarta-Palembang.

Interior LRT Palembang lega dan elegan (Ft. INKA)
Interior LRT Palembang lega dan elegan (Ft. INKA)

Pengapalan kereta-kereta LRT sudah mulai diangkut dengan truk dari area pabrik menuju ke pelabuhan untuk selanjutnya diseberangkan dengan kapal laut ke Pulau Sumatera. Sebanyak 8 trainset atau rangkaian akan dikirimkan secara bertahap. Mulai awal April ini akan dikirim sebanyak 4 trainset dan akan menjalani uji dinamis di lintas LRT Palembang.

Kereta yang tergolong teknologi baru di Indonesia ini menggunakan motor listrik sebagai penggerak, dilengkapi third rail sebagai sumber daya listrik serta menggunakan material carbody (badan kereta) berupa aluminium double skin atau ekstrusi. Dalam satu rangkaiannya terdapat 3 kereta dengan susunan 2 motor car atau kereta dengan roda penggerak sekaligus menyatu dengan kabin masinis dan 1 kereta sebagai trailer car.

Dari sisi kenyamanan, selain AC (air conditioning), pada LRT ini juga dipasang kaca jendela dari jenis safety glass (tempered) dan dilaminasi anti UV 60% sehingga mampu mengurangi radiasi sinar matahari langsung. Tingkat kandungan lokal produk LRT ini mencapai kurang lebih 45%. Selebihnya didatangkan dari luar negeri karena keterbatasan pabrikan dalam negeri.

img-20180410-wa0011-5acd5680cf01b4235735be52.jpg
img-20180410-wa0011-5acd5680cf01b4235735be52.jpg

Kereta LRT yang dirancang sebagai kereta urban, sehingga dibuat feasible. Saat permintaan penumpang tinggi dan kereta bakalan penuh, kapasitas kereta LRT mampu mengangkut sekitar 379 penumpang. Disediakan tempat duduk memanjang saling berhadapan, LRT memberikan kesempatan penumpang yang berdiri. Pegangan tangan melengkapi interior mewah dipadu warna biru.

Sebagai perusahaan manufaktur sarana kereta api dalam negeri satu-satunya di Indonesia dan di Asia Tengggara, PT INKA (Persero) turut mendukung terselenggaranya Asian Games ke-18 tahun 2018 di Jakarta-Palembang dengan menghadirkan moda transportasi khususnya untuk para atlet dan masyarakat Sumatera Selatan pada umumnya.

Pembangunan kereta LRT akan terus tumbuh seiring pembangunan perkeretaapian di tanah air. Pemerintah melalui Kemnhub sedang mengembangkan transportasi berbasis rel di seluruh pulau besar. Peluang ini ditangkap INKA dengan inovasi-inovasi baru dalam rancang bangun kereta, gerbong dan pengembangan KRL.

Merangkul perusahaan asal Eropa, Bombardier INKA terus mengepakkan sayap. INKA yang dipercaya merakit lokomotif dari GE Amerika beberapa waktu lalu terus mengembangkan dan menyiapkan SDM handal agar mampu menjawab tantangan pemerintah untuk terus memproduksi kereta sesuai pesanan KAI dan negara sahabat.

Ketika Kemenhub masih diperbolehkan pengadaan sarana INKA menjadi perusahaan satu-satunya pembuatan berbagai tipe kereta, baik Kereta rel diesel (KRD) Kereta Rel Disel Elektrik (KRDE), maupun lokomotif si Merah yang juga dipergunakan sebagai lokomotif penlong ketika banjir tiba di lintas utara. Kehadiran INKA sebagai perusahaan manufaktur kereta dalam negeri, INKA di bawah kepemimpinan Dirut Novinatoro yang mantap direktur di KAI, akan terus melejit mengembangkan sayap bisnis di bidangnya.

Pengiriman LRT Palembang menjadi awal pembuktian industri dalam negeri ini mengembangkan sarana kereta perkotaan. Setelah LRT Palembang, untuk memenuhi kebutuhan LRT Jabodetabek, kereta Sulawesi Selatan dan pesanan dari negara sahabat terus digarap.

INKA tidak hanya membanggakan Indonesia, namun menjadi satu-satunya di negera ASEAN. Sebagai anak bangsa, kita patut berbangga dengan hadirnya LRT, kereta bandara buatan dalam negeri. ***