Mohon tunggu...
Kapten Jack Sparrow
Kapten Jack Sparrow Mohon Tunggu... Wiraswasta - Content Creator

Instagram: stvnchaniago, Email: kecengsc@gmail.com, Youtube: FK Anime,

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

"Duck Syndrome", Terkadang Kita Perlu Bercerita dan Menyesuaikan Ekspektasi

18 Januari 2021   09:33 Diperbarui: 18 Januari 2021   19:42 2977
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Potret orang dengan Duck Syndrome | Sumber: Shutterstock via levitraporto.com

Saya pribadi juga beberapa berada di state depresi akan suatu masalah, meski seringkali saya terlihat baik-baik saja dan tegar di depan teman-teman. Namun untungnya saya memiliki seorang pacar yang pengertian dan perhatian, yang bisa mengerti keadaan saya aslinya dan menjadi teman cerita yang baik.

Ya, kehadiran seseorang yang kita cinta di samping kita menurut saya adalah salah satu cara meringankan stres/depresi yang kita hadapi.

3. Kesulitan Tidur
Efek domino dari sulitnya konsentrasi serta stres dan depresi, akhirnya berujung pada penderita Duck Syndrome mengalami kesulitan tidur alias insomnia, yang bila dibiarkan akan berpotensi menjadi kebiasaan yang mengganggu di masa depan.

Umumnya, penderita duck syndrome akan sulit tertidur apalagi tertidur pulas, akibat adanya tekanan untuk menggapai goals-nya, yang akan membuat otak dari si penderita bekerja terus-terusan mencari solusi, sehingga mengakibatkan timbulnya Insomnia.

Lalu, bagaimana cara mengatasi Duck Syndrome?

1. Cari Teman Bercerita/Teman Curhat
Bila ada teman-teman yang merasa memiliki duck syndrome, cobalah untuk mencari sahabat untuk diajak curhat. Namun perlu dicatat, pastikan untuk mencari teman curhat yang tepat, agar nantinya informasi yang kita share tidak dimanfaatkan untuk menjatuhkan kita kedepannya.

Curhat sendiri punya beberapa kelebihan di antaranya adalah memberikan efek kelegaan pada jiwa. Ya, bercerita secara umum memang diketahui dapat membuat sedikit beban kita terasa terangkat.

Curhat pun dapat juga berfungsi sebagai salah satu usaha untuk mencari solusi dari persoalan yang kita hadapi. Siapa yang tahu ya kan, teman curhat kita malah pernah melewati kondisi serupa, dan bisa memberikan tips dan trik yang membantu.

Curhat juga tak melulu melalui verbal. Sebagai Kompasianer, saya beberapa kali juga curhat dalam bentuk artikel, dan tak jarang mendapat pencerahan dari komentar Kompasianer lain di kolom komentar. Curhatan kita pun kini juga dapat terakomodir dengan baik di Kompasiana dengan hadirnya kategori "Diary".

2. Meminta Bantuan Ahli
Apabila persoalan kita dirasa kompleks dan tidak bisa diselesaikan dengan curhatan semata, langkah selanjutnya yang bisa ditempuh adalah mencari bantuan kepada ahli dari persoalan yang membuat kita merasa tertekan tersebut.

Alih-alih mencoba mengatasi sendiri masalah yang dihadapi, carilah seseorang yang bisa membantu. Seperti kesulitan beradaptasi dengan banyaknya pekerjaan di tempat kerja, cobalah untuk meminta tips dari senior bagaimana caranya untuk me-manage pekerjaan yang banyak tersebut secara efektif dan efisien.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun