Stephen Sihombing
Stephen Sihombing Pembimbing Rohani

setia dalam perkara-perkara kecil http://sgrsihombing.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Khotbah Minggu 1 Korintus 14:1-5

12 Januari 2019   23:19 Diperbarui: 13 Januari 2019   01:02 568 2 0
Khotbah Minggu 1 Korintus 14:1-5
dokpri


Saudara yang dikasihi Allah,
Selalu muncul pertanyaan : apa sebenarnya karunia berbahasa roh? Apakah karunia ini diberikan pada orang-orang tertentu? Ataukah dapat dipelajari seperti orang mempelajari bahasa asing? Lalu bagaimana kedudukan karunia berbahasa roh? Tidakkah yang punya karunia ini lebih tinggi kerohaniannya dibanding yang tidak bisa bahasa roh? Apakah GPIB mengakuinya?
***
Jemaat Korintus dalam pertumbuhannya, memperlihatkan kehidupan persekutuan yang dinamis. Mereka memiliki pemimpin yang mereka sukai dan muncul persaingan satu kelompok dengan lainnya. Dalam pertumbuhan rohani, mulai muncul persaingan untuk mengatakan mereka yang dapat berbahasa roh atau berbahasa lidah lebih tinggi kedudukannya dibanding mereka yang hanya berkhotbah, berdoa atau menghibur yang susah.
***
Pola pikir semacam ini jelas berbahaya dan menyesatkan dalam persekutuan. Karunia berbahasa roh bukanlah karunia yang harus dinomorsatukan sebab karunia berbahasa roh hanya berguna secara pribadi jika tidak ada orang lain yang menafsirkanya. Apa yang utama dalam kehidupan berjemaat adalah kasih dan karunia bernubuat atau karunia menyampaikan pengajaran tentang kebenaran firman Allah.
***
Beragam karunia adalah pemberian Roh Kudus secara khusus bagi tiap-tiap orang percaya. Dengan jelas disebut yang dikatakan berbagai karunia rohani yakni: karunia berkata-kata dengan hikmat,  karunia berkata-kata dengan pengetahuan, karunia menyembuhkan, karunia bernubuat, karunia membedakan bermacam-macam roh, karunia untuk mengadakan mujizat, karunia menyembuhkan, karunia melayani, karunia memimpin, karunia berkata-kata dalam bahasa roh dan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu (1Kor. 12:9-28).
***  
Dalam konteks membangun kehidupan berjemaat yang sangat penting adalah bagaimana jemaat itu hidup di dalam kasih dan beroleh pengajaran yang baik tentang kebenaran firman Tuhan. Dua hal ini ditekankan rasul Paulus sebab sudah terasa munculnya persaingan dalam menggunakan karunia-karunia. Bagaimana mungkin gereja semakin maju dan jadi berkat jika sudah muncul kesombongan rohani antara mereka yang berbahasa roh dengan yang tidak? Bagaimana bisa jadi kesaksian yang baik jika mereka yang berbahasa roh, apa yang mereka katakan tidak dimengerti saudara seimannya dan menimbulkan prasangka negatif dari mereka yang belum percaya kepada Tuhan Yesus?
***
Sebagai satu tubuh, kita memiliki beragam anggota dengan berbagai karunia. Karunia bernubuat adalah karunia yang bertujuan membangun, menasihati dan menghibur. Karunia yang dapat langsung bermanfaat bagi kehidupan persekutuan; bagi saudara-saudara seiman yang dalam kelemahan dan kerinduan untuk jadi berkat.
***
Sebagai satu persekutuan, tidak ada yang salah dengan karunia berbahasa roh dan bahkan tidak boleh kita melarang orang berbahasa roh  "Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh" (1. Kor 14:39). Karunia berbahasa roh dapat bermanfaat secara maksimal jika ada juga yang menerima karunia menafsirkan berbahasa roh. Tujuannya agar apa yang disampaikan dalam bahasa roh dapat dimengerti warga jemaat dan mendorong warga jemaat semakin mengasihi Tuhan dan giat melayani dan bersaksi tentang nama Yesus.
***
Karenanya kita tidak boleh mengistimewakan karunia berbahasa roh apalagi jika tidak ada yang bisa menafsirkannya. Apa yang sudah Tuhan berikan perlu dikembangkan misalnya karunia bernubut. Dengan karunia bernubuat, warga jemaat semakin mengerti pengajaran firman Allah; kasih dan pengampunan Kristus; janji-janji Tuhan serta mujizatNya yang berlaku bagi siapa yang percaya kepada Tuhan Yesus.
***
Sebagai warga GPIB, perlu dikembangkan karunia-karunia yang Tuhan sudah percayakan dan bukan mengabaikan apalagi menghakimi. Karunia-karunia itu adalah pemberian Roh Kudus dan hendaknya jangan dipadamkan. Kita perlu saling mendorong, menopang dan memberi diri untuk semakin berkontribusi dalam persekutuan dan pelayanan. 

-----
Khotbah Minggu 13 Januari 2019
Jemaat Bethesda Jakarta Pusat