Mohon tunggu...
SRI HARTONO
SRI HARTONO Mohon Tunggu... Supir - Tukang Ojek Online

Berbuat baik sama dengan nyicil surga

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Ingin Ketemu Presiden

17 September 2021   14:15 Diperbarui: 17 September 2021   16:44 152 18 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber gambar pinterest.com/soehartopriyadhie

Nonik sedang kesal, tiap kali Ibunya video call, selalu menanyakan hal yang sama, 

"Nik, sudah dapat belum pacarnya? Kapan kamu nikahnya? "

" Ya belumlah Bu. Baru seminggu yang lalu Ibu nanya. Milih pacar kan gak gampang Bu" Itu selalu jawaban Nonik

Dulu pertanyaannya hanya setahun sekali, tiap Nonik pulang kampung. Tetapi lama lama kian sering, 3 bulan sekali. Akhir akhir ini menjadi seminggu sekali. 

Alasannya selalu sama. Bapak ibu sudah tua pingin nimang cucu. Nonik anak satu satunya. Kamu umurnya hampir 30 tahun.

Nonik memang masih jomblo. Bukannya dia tidak usaha, tapi selama PPKM ini kan susah sekali dapat kenalan baru. Dia sekarang WFH gak bisa kemana mana. Kalau sempat keluar, harus pake masker, orang tidak bisa melihat kecantikannya. Mau ke kafe dan mall belum pada buka. Kalau sudah buka, rame sedikit kena operasi satpol PP. 

Sebenarnya banyak teman yang sudah mencomblangi. Bikin blind date, kencan buta. Tapi belum ada yang cocok. Kadang tampangnya, tetapi lebih sering kelakuannya. Yang suka gombal, sok kaya sok royal, adapula yang agak genit. Cowok yang pelit juga ada, pura pura gak punya uang cash, pura pura dompet ketinggalan. Ujung ujungnya Nonik yang bayarin. Kencan gak bikin hepi malah jadi keki. 

Nonik pernah kepikiran, bagaimana kalau bikin iklan saja. Seperti yang dulu pernah ada, beli rumah bonus pemiliknya. Harga rumahnya dibikin mahal selangit. 

Enak juga kalau laku. Orang yang nawar pastinya kaya. Tidak peduli jadi istri ke berapa, yang penting dapat uangnya. Kalau gak cocok tinggal minta cerai saja. 

Itu rumah bisa jadi harta gono gininya. Uang yang sudah ditangan jadi uang istri, tidak boleh masuk harta gono gini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan