Mohon tunggu...
Ari Sony
Ari Sony Mohon Tunggu... Administrasi - Bung Arson, Pengamat dan Pemerhati Olahraga Khususnya Sepakbola

Olahraga adalah nadi yang harus selalu digerakkan, dan ketika menulis topik lainnya harus sesuai dengan sudut pandang sendiri dan pemikiran yang matang

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

4 Alasan yang Membuat Mbappe "Ngambek" Ingin Pindah ke Real Madrid

13 Agustus 2021   06:49 Diperbarui: 14 Agustus 2021   05:52 4467
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dalam dunia kerja, kedatangan seorang karyawan baru (Karyawan A) yang mempunyai keahlian atau expert di bidangnya, akan membuat kenyamanan satu atau dua orang (Karyawan B) terusik dengan kehadirannya. 

Biasanya zona nyaman yang sudah diperoleh oleh si B, karena semua perhatian dari bos atau karyawan lain biasanya akan tertuju kepada dia. Ditambah lagi, si B merupakan salah satu tokoh penting yang jadi tempat rujukan atau solusi ketika perusahaan mengalami masalah.

Si B, beranggapan jika si A datang, maka segala perhatian yang selama ini selalu tertuju kepada si B mulai terancam dengan kedatangan si A. Si B merasa si A merupakan saingan dan ancaman, karena di tempat kerja sebelumnya si A sudah punya pamor dan sebagai karyawan terbaik.

Padahal jika si B dan si A dapat berkolaborasi dan bekerjasama maka efek luar biasa akan mereka berikan ke perusahaan yaitu berupa keuntungan finansial dan prestasi buat perusahaan. 

Tetapi karena si B tidak dapat mengelola emosinya, maka si B berkeinginan untuk pindah ke perusahaan lain yang ia anggap lebih baik dan lebih menguntungkan.

Itu hanyalah sebuah cerita analogi, yang saat ini sedang dirasakan oleh Kylian Mbappe di PSG. Sebelum Messi datang ke PSG, Kylian Mbappe dan Neymar merupakan sosok penting bagi PSG dalam memberikan berbagai gelar level domestik. 

Sayangnya duet keduanya belum menghadirkan satu gelar prestise liga champions yang sangat diimpikan oleh sang Presiden PSG, yaitu Nasser Al-Khelaifi.

Mbappe yang ikatan kontraknya bersama PSG tinggal satu tahun, akan berakhir pada Juni 2022, mempunyai nilai tawar yang tinggi di hadapan manajemen PSG. Karena ia, merupakan salah satu sosok penting bagi masa depan PSG. 

Apalagi usia Mbappe masih terbilang muda, yaitu 22 tahun. Namun, nilai tawar yang diajukan oleh Mbappe bukan masalah pembaharuan kontrak tetapi mengajukan keinginan untuk pindah dari PSG menuju pintu keluar ke Real Madrid.

Alasan Mbappe cukup simpel, PSG tidak mempunyai tim yang kompetitif untuk bersaing di level eropa. Tidak perlu waktu lama bagi Presiden PSG untuk memenuhi apa yang menjadi tuntutan Mbappe.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun