Mohon tunggu...
Ari Sony
Ari Sony Mohon Tunggu... Dapat menyelesaikan sebuah tulisan memberikan kepuasan tersendiri

Senang membaca semua berita dan informasi khususnya tema olahraga

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis

Pelajaran Apa yang Dapat Dipetik dari Kekalahan Hendra/Ahsan?

1 Februari 2021   12:03 Diperbarui: 1 Februari 2021   12:08 67 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pelajaran Apa yang Dapat Dipetik dari Kekalahan Hendra/Ahsan?
Hendra/Ahsan dalam laga HSBC BWF World Finals 2020. foto: PBSI (Badminton Photo)

Selamat siang kompasiana, sudah lama sekali saya tidak menulis di kompasiana, karena kesibukan saya dalam hal pekerjaan. Ada rasa kangen dan rindu untuk Kembali menulis di kompasiana. Mumpung masih ada berita hangat tentang kekalahan Hendra/Ahsan di HSBC BWF World Tour Finals 2020 kemarin. Saya ingin mengupas lebih dalam tentang pelajaran apa yang dapat dipetik dari kekalahan tersebut.

Akibat dari adanya pandemi Covid-19, tidak hanya melumpuhkan sektor Kesehatan dan ekonomi tetapi semua sektor ikut lumpuh. Salah satunya adalah sektor olahraga, berbagai event besar olahraga dunia selama tahun 2020 terkena dampak ini, ada yang ditunda bahkan yang paling ekstrim dibatalkan.

Salah satunya olahraga bulutangkis, praktis selama tahun 2020 olahraga ini mati suri. Semua event besar bulutangkis dari mulai ajang Superseries, Piala Thomas dan Uber, serta BWF World Tour Finals 2020 dibatalkan. Sehingga para pemain top dunia selama tahun 2020 tidak sempat merasakan mandi keringat. Aksi para pebulutagkis top dunia tidak bisa kita nikmati, aksi tengil Kevin Sanjaya yang biasanya bikin kita senyum-senyum sendiri juga tak terlihat.

Akhirnya di tahun 2021, event Bulutangkis dunia Kembali tersaji. Dan kita dimanjakan langsung dengan 3 turnamen yang semuanya dipentaskan di Bangkok, Tahiland. Alasan dipilihnya Thailand akibat masih adanya pandemi Covid-19. Sehingga, selama turnamen berlangsung panpel menerapkan protap protokoler Kesehatan sangat ketat.

Bercerita tentang keberhasilan Hendra/Ahsan lolos ke babak final HSBC BWF World Tour Finals, bukan merupakan hal kebetulan bagi Hendra/Ahsan. Absennya wakil ganda putra dari Jepang dan China, serta ditambah absennya Markus/Kevin bukan menjadi faktor mulusnya jalan Hendra/Ahsan ke final. Tetapi konsistensi pasangan ini selama tahun 2019, masih tetap terlihat di tahun 2021.

Permainan cepat dan menyerang yang ditunjukkan pasangan Taiwan Lee Yang / Wang Chi-Lin Ketika berjumpa Hendra/Ahsan di babak semifinal Thailand Open Jilid II dan Final HSBC BWF World Tour Finals 2020, menyulitkan Hendra/Ahsan. Dan akhirnya Hendra/Ahsan harus puas dengan hasil runner'up. Jika final ini, tersaji di tahun 2020 mungkin hasilnya akan lain, akibat selama tahun 2020 tidak ada turnamen sehingga atmosfer pertandingan tidak dirasakan oleh the daddies.

Tetapi, ya sudahlah... semua sudah terjadi, kata mungkin disini sudah tidak berarti.

Yang penulis ingin soroti disini adalah, kehebatan the daddies, julukan untuk Hendra/Ahsan yang tetap konsisten dan tampil prima di event turnamen besar, dikala usia mereka sudah tidak muda lagi. Ini pelajaran yang dapat ditiru oleh adik-adik mereka di Pelatnas Cipayung. The daddies tetap menjaga kebugaran n kondisi fisik mereka. Sangat jarang pebulutangkis top dunia tetap prima dan konsisten disaat usia sudah lebih dari 33 tahun. Semoga saja pasangan lain, Markus/Kevi dapat mengikuti jejak Hendra/Ahsan yang tetap memberikan prestasi disaat mereka sudah tidak muda lagi.

Kemudian dari tingkah laku gaya bermain yang santun dan menghormati lawan, membuat lawan bertanding dan fans sangat respek kepada Hendra/Ahsan terutama Hendra, dimana fans bulutangkis di China sangat menghormati dan mengagumi Hendra Setiawan.

Semoga hal-hal positif dan prestasi yang sudah Hendra/Ahsan berikan, dapat memberi pelajaran dan tambahan ilmu untuk pebulutangkis Indonesia lainnya, untuk tetap berprestasi dan konsisten.

Sekali lagi selamat untuk the daddies atas konsistensi mereka.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x