Media

Media Online: Jalan Tembus Khalayak yang Haus Informasi

22 September 2017   11:06 Diperbarui: 22 September 2017   11:15 278 1 0

Saat ini kata "media" mungkin menjadi kata yang sudah sering kita dengar. Dengan banyaknya informasi yang beredar di sekitar kita pasti selalu diidentikkan dengan media. Sejak dulu, jika ingin membahas soal media yang dijadikan bahan adalah media konvensional seperti media cetak dan penyiaran yang memang memegang kendali. Namun, sejak jaman mulai maju dengan munculnya teknologi yang lebih baru dan canggih munculah istilah Jurnalisme Online. Apa itu Jurnalisme Online? Bagaimana sejarahnya? Kali ini akan dibahas soal jurnalisme online yang mau tidak mau harus diterima mengingat kemajuan jaman yang semakin identik dengan hal yang baru dan cepat.

Adanya internet dan perangkat yang canggih dan cepat menjadi sebab jurnalisme online tumbuh. Masyarakat semakin dimudahkan untuk bisa mengakses informasi yang berasala dari sekitarnya maupun yang jauh dari tempatnya berada. Sebelumnya, seperti yang kita tahu, jurnalisme adalah kegiatan mengumpulkan, menulis, mengedit, dan menerbitkan berita dalam surat kabar dan sebagainya. Hal ini juga dibenarkan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kegiatan kewartawanan ini tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang sebenar-benarnya.

Di tengah gempuran informasi yang ada terutama di dunia maya, masyarakat sering dibingungkan dengan informasi yang menghampiri mereka. Maka dari itu, saat ini, wartawan dituntut untuk bisa memberikan informasi yang cepat namun tidak mengesampingkan keakuratannya. Seperti yang sudah dikatakan di atas, bahwa karena kemajuan jaman, maka wartawan dituntut untuk bisa menyajikan informasi dengan cepat.

 Internet di era ini memang bisa dikatakan sebagai penguasa dengan power yang besar. Seluruh bidang di kehidupan bahkan memiliki ketergantungan tersendiri dengan produk teknologi ini, terutama informasi. Informasi jurnalistik yang berhasil tersebar di dunia maya dinamakan sebagai produk dari media online. Menurut bahan pembelajaran dari Yohanes Widodo dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta mengatakan jika kata "Online" sendiri merupakan bahasa internet yang berarti informasi dapat diakses di mana saja dan kapan saja selama ada jaringan internet. Jika dikaitkan dengan pengertian "jurnalisme" berarti jurnalisme online adalah kegiatan  mengumpulkan, menulis, mengedit, dan menerbitkan berita secara online. Jenis jurnalisme ini adalah yang terbaru dalam artian masyarakat sudah bisa mengakses informasi terutama berita di mana saja dan kapan saja.

Keberadaan media online ternyata sudah ada sejak lama, terutama di negara Amerika Serikat yang pada tahun 1969 adalah awal mula di mana internet mulai digunakan di Negeri Paman Sam ini untuk kebutuhan militer. Sejak saat itu juga kemudian ada perubahan terhadap bagaimana menyampaikan berita atau informasi walaupun saat tu bentuknya hanyalah teks.

Internet mulai dikembangkan menjadi konsumsi umum pada tahun 1990-an. Terdapat inovasi baru di bidang teknologi yaitu pengembangan teknologi wireless pada notebook atau komputer jinjing yang semakin memudahkan dalam melakukan kegiatan jurnalistik. Pada pertengahan tahun ini juga banyak media-media gabungan yang muncul dengan versi onlinenya, contoh layanan Digital Inc dan Washington Post yang menawarkan versi online dari koran cetak Washington Post yang menawarkan update berita-berita serta keseluruhan surat kabar yang dapat di download.

Pada tanggal 19 Januari 1998, Mark Drudge membeberkan kasus perselingkuhan presiden Amerika Serikat (AS), Bill Clinton dengan Monica Lewinsky. Pria berkebangsaan Amerika Serikat yang merupakan pencipta dan editor situs kumpulan berita Amerika itulah yang kemudian menjadi starter dalam jurnalisme di media secara online yang juga kemudian berkembang di negara-negara lainnya. Tahun 2000an mulai muncul situs-situs pribadi yang dinamakan weblog atau blog yang berguna untuk menampilkan laporan jurnalistik secara pribadi pemiliknya.

Menurut pedoman berjudul  Media Online: Pembaca, Laba, dan Etikakarangan    J. Heru Margianto dan Asep Syaefullah perkembangan media online di Indonesia dimulai sejak tahun 1990. Media-media yang muncul di tahun 1990 disebut-sebut sebagai media online generasi pertama. Berawal dari hobi sejumlah orang yang tertarik untuk membangun jaringan komputer yang kemudian munculah jaringan internet di Indonesia pada tahun 1990. Ide tersebut digawangi oleh empat sekawan, yaitu Rahmat M. Samik  - Ibrahim, Robby Soebiakto, Putu Surya, Firman Siregar, Omar W. Purba.

Kemudian tahun 1994 layanan internet komersial mulai diminati sejumlah pihak lewat Indonet, layanan internet pertama yang bisa digunakan oleh masyarakat secara luas. Pada tahun itu juga, media Republika yang sebelumnya menerbitkan versi cetaknya mulai merambah dunia online lewat Republika Online (www.republika.co.id) yang dirilis pada 17 Agustus 1994, satu tahun setelah versi cetaknya terbit.

Majalah Tempo yang sempat dibredel versi cetaknya oleh rezim orde baru pada tahun 1994 lalu mulai memunculkan versi onlinenya, yaitu Tempo Interaktif (www.tempointeraktif.com) pada tahun 1996. Di tahun yang sama Bisnis Indonesia juga mengeluarkan versi onlinenya pada 2 September 1996.

Satu tahun setelahnya, tepatnya tahun 1997 mulai lebih banyak lagi media bermunculan dengan versi online. Pada tanggal 11 Juli 1997, Harian Waspada yang merupakan media asal Sumatra Utara meluncurkan Waspada Online (www.waspada.co.id). Selain itu, Kompas menelurkan Kompas Online (www.kompas.com) pada 22 Agustus 1997.

Generasi pertama media-media online ini sistemnya adalah memindahkan apa yang ada di media cetaknya dalam bentuk online, kecuali Tempo karena versi cetaknya sempat dibredel. Perkembangan internet sepanjang 1990-1997 belum terlalu booming seperti sekarang dan roda perputaran informasi belum dibawa ke ranah untuk dibisniskan.

Pada tanggal 9 Juli 1998 Detik.com dirilis pertama kali oleh Budi Darsono, Yayan Sopyan, Abdul Rahman, dan Didi Nugrahadi. Detik muncul sebagai media yang murni online karena tidak ada versi cetaknya.

Tahun 2000-2003, gelombang online mulai melingkupi media-media di Indonesia, terbukti dari banyaknya media lokal yang juga mulai merambah dunia onlinenya, seperti astaga.com, satunet.com, lippostar.com, kopitime.com, berpolitik.com. namun begitu, media-media konvensional masih berjalan dan tetap 'hidup'. Tetapi mereka lama-kelamaan memuncukan versi onlinenya karena dirasa harus mengikuti perkembangan jaman.

Tahun 2003 munculah KapanLagi.com yang merupakan sebuah media online yang fokusnya adalah ke hiburan yang didirikan oleh Steve Christian dan rekannya yang baru saja menyelesaikan studinya di Australia di tahun itu. Pemilik PT. Media Nusantra Citra (MNC) yang sebelumnya sudah memiliki tiga stasiun penyiaran yaitu Rajawali Citra Televisi Indonesa (RCTI), Global  Tv, dan TPI yang kemudian berubah nama menjadi MNC tertarik juga untuk menelurkan media dalam bentuk online yang kemudian lahirlah okezone.com yang rilis pada tahun 2007.

Tahun 2008 grup Bakrie tertarik untuk mencoba dunia online untuk medianya melihat persaingan yang semakin kencang di dunia media. Grup Bakrie saat itu sedang akan  mengonsolidasikan dua stasiun televisinya dalam anak grup Visi Media Asia (VIVA). Tahun  2008, Grup Bakrie meluncurkan Viva News (www.vivanews.com). Di tahun ini juga Kompas Group menggelontorkan dana sebesar 11 M untuk pembenahan besar-besaran Kompas Online (www.kompas.com). Hal ini dilakukan agar bisa melakukan reborn pada situsnya. Selain itu juga sebagai suatu bentuk mengonvergensikan media yang ada di bawah grup Kompas Gramedia ke Kompas Online.

Tempo juga kemudian melakukan perubahan nama dari www.tempointeraktif.com menjadi www.tempo.com. Setelah tahun 2003 situs-situs berita menjadi media yang lebih interaktif. Situs-situs itu juga menjadi ruang baru bagi pembaca untuk bisa berinteraksi dengan sesama pembaca. Banyak media yang menyediakan banyak layanan untuk pembacanya seperti forum, ruang diskusi, maupun hanya dengan kolom komentar. Lewat layanan itu pembaca bisa berinteraksi dengan sesama pembacanya. Selain itu, media-media tersebut menyediakan layanan blog bagi pembacanya untuk bisa menyalurkan ide dan gagasannya lewat blog. Contohnya, Kompas menyediakan Kompasiana dan Detik dengan Detik Blognya.



Sumber: 

https://www.kbbi.web.id/jurnalisme

Margianto dan Saefullah. (nd). Media online: Pembaca, laba dan etika. Jakarta: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

Widodo, Yohanes. 2011. Modul Mata Kuliah Jurnalisme Online. Diakses 20 September 2017. Tersedia di: www.ayomenulisfisip.wordpress.com /juron

Aryani, Rahmadita. 2011. Konsep Penyajian Jurnalisme Online di www. Antaranews.com. Skripsi. Fakultas  Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam  Negeri syarif Hidayatullah. Diakses pada: 20 September 2017. Tersedia di: repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/4706/1/RAHMADITA%20ARYANI-FDK.pdf