Mohon tunggu...
SoetiyasToko
SoetiyasToko Mohon Tunggu... Penulis - Mantan perancang strategi pemasaran produk farmasi dan pengendali tim promosi produk etikal. Sudah tidak bekerja, usia sudah banyak, enerjik ber-cucu 4 balita. Gemar menulis sejak berangkat remaja

Marketer, motivator yang gemar menulis, menyanyi dan membaca

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Sebuah Dilema Merantaukan Anak untuk Menuntut Ilmu

28 Oktober 2021   01:24 Diperbarui: 30 Oktober 2021   12:45 446 12 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi pergi merantau. (DOK KOMPAS/SUPRIYANTO)

Menuntut ilmu, adalah sebagian dari upaya untuk mencapai kebijakan prilaku, "mempersenjatai" diri agar dapat mencari nafkah yang halal, serta mampu bersosialisasi dengan baik, dikemudian hari.

Sementara itu, sebagian agama konon, menyatakan bahwa, belajar, adalah aktivitas yang harus dilakukan seumur hidup.

Alasannya antara lain, bahwa, setiap fase kehidupan, harus dihadapi dan dijalani dengan pengetahuan yang spesifik.

Setiap situasi dan kondisi, diperlukan manual book, buku pegangan tersendiri. Ada standart operational procedure - SOP tersendiri.

Orangtua yang waras maupun yang penjahat besar, tentu menginginkan kehidupan anak-anaknya kelak menjadi lebih baik. Sedapat mungkin di atas capaiannya sendiri.

Lebih baik dalam banyak hal. Menyekolahkan anak, adalah salah satu upaya orang tua. Membekali ilmu, sesuatu yang dipercaya tidak akan hilang dan tidak bisa dicuri orang.

Tokoh-tokoh besar negeri ini, mereka berilmu, tentu saja pada awalnya adalah dorongan orangtua.

Mereka pergi dirantaukan orang tuanya. Dari pelosok daerah ke kota besar. Bahkan dikirim keluar pulau, hingga keluar negeri. Ke manca negara yang tingkat perkembangan ilmu-nya dianggap lebih baik dan lebih tinggi.

Hasil sekolah di rantau orang ini sayangnya tidak terdatakan. 

idak diketahui berapa jumlah yang berhasil mentuntaskan masa belajarnya sesuai rencana. Berapa yang molor waktunya dan berapa yang gagal. Mengecewakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan