Mohon tunggu...
Slamet Samsoerizal
Slamet Samsoerizal Mohon Tunggu... Penulis - Fiksi dan Nonfiksi

Penggagas SEGI (SElalu berbaGI) melalui tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Seni

Koplak Itu Serius (Bagian 1)

10 Agustus 2022   08:15 Diperbarui: 10 Agustus 2022   08:19 205
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pesan taksi online

Pesan ojek online

Pesan tiket online


Selingkuh online

Curhat online

Berdoa online

Yang tak online

Cuma berak

Jakarta, 25 Juli 2016

Kita merasakan, betapa ironi Parmo dan Parmi --potret dua sosok jelata yang hidupnya paradoks sekaligus bernasib ironi. Sang Penyair, memotret keduanya di sebuah tempat pelacuran. Melampiaskan hasrat syahwat berkali-kali, lalu tanpa tindak motif mereka bunuh diri. Pembaca mendadak dibuat getir, walau awalnya sempat nyengir. Mayatnya terpisah:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Seni Selengkapnya
Lihat Seni Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun