Mohon tunggu...
Sitis Hasibuan
Sitis Hasibuan Mohon Tunggu... Lainnya - Technical Assisstan Health and Education

Membaca, menulis lalu membagikannya.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Gotong Royong dan Optimisme Melawan Covid-19 dengan Merajut Semangat Solidaritas

4 September 2020   09:53 Diperbarui: 4 September 2020   09:55 121
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Shutterstock via Travel Kompas

Jika di Jepang saat bencana alam menimpa menjadikan mereka tetap bisa waras, tetap bisa merangkul sesama, tetap bisa menguatkan semangat, tetap bisa saling tolong menolong, tentu Indonesia juga optimis bisa melawan wabah Covid-19 ini tak kalah tangguhnya.

Luasnya daerah kepulauan cendrung menjadi objek dikambinghitamkan dalam penanganan Covid-19. Menyatukan visi seluruh masyarakat tidaklah mudah. Perlu bahasa-bahasa rakyat yang ramah dalam menghimbaukan keberagaman nusantara. Tentu kita membutuhkan suara parlemen dalam mengatur ini.

Peran parlemen tentu menjadi kunci untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Wakil-wakil rakyat mengambil langkah tepat dikondisi seperti ini sangat diharapkan kehadirannya. Bisa saja dengan mengevaluasi beberapa kebijakan yang sudah dilakukan. Sejauh ini memang kita akui. Kebijakan pemerintah belum berbanding lurus dengan penanganan Covid-19.

Kebijakan-kebijakan tentu benar-benar tepat guna sesuai dengan pengalaman yang dialami oleh orang lain ataupun pengalaman yang kita miliki sendiri. Kolaborasi semua stakeholder terkait tentu akan lebih baik dalam menangani situasi ini.

Peran parlemen diharapkan semakin nyata dengan merangkul dan memberi ketenangan kepada masyarakat. Seperti mengeluarkan kebijakan terkait penyampaian media yang baik sehingga tidak menimbulkan kepanikan yang membahayakan.

Indonesia Kaya Orang-orang Baik

Upaya-upaya terus dilakukan, maraknya webinar memperbincangkan penyelesaian pandemik ini agar segera berakhir. Ya, setidaknya saling merangkul dan menguatkan agar selalu berbaik sangka keaadaan ini akan membaik. Semangat berbagi orang Indonesia tidak diragukan lagi. Penggalangan dana memberi keyakinan bahwa memang benar Indonesia itu tidak kekurangan orang baik.

Melalui Kitabisa.com Rachel Vennya seorang selebgram cukup menarik perhatian dalam mengumpulkan donasi untuk penanganan Covid-19. Itu artinya orang Indonesia tidak kekurangan orang baik. Dalam kurang lebih 24 jam Rachel berhasil mengumpulkan donasi kurang lebih 5 milyar rupiah.

Di tengah merosotnya ekonomi tidak mengurangi aksi kemanusiaan masyarakat. Bahkan ada yang memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memicu aksi kemanusian yang lebih masif lagi. Seperti pengumpulan dana masyarakat untuk bantuan sosial melalui platform-platform digital.

Pepatah tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah sepertinya mengakar kuat di negara kita. Pepatah ini memotivasi masyarakat secara luas memberikan bantuan ataupun pertolongan kepada siapa saja yang membutuhkan. Pepatah ini tampaknya rajin dipraktikan oleh rakyat Indonesia.

Baiknya orang Indonesia bisa dibuktikan dengan berhasilnya meraih nominasi Charity Ads Pondation Index World Giving 2016 (tingkat kedermawanan Indonesia) Indonesia menduduki peringkat ke 7 dunia dalam hal memberi bantuan ke sesama manusia. Dari penelitian CAF 75% orang Indonesia pernah mendonasikan uangnya untuk membantu sesama di tahun 2016. 50 persen orang Indonesia pernah berpartisipasi dalam kegiatan sosial membantu sesama. Adapun dua negara yang lebih tinggi dari indonesia Myanmar dan Srilanka. Myanmar bahkan menempati posisi teratas selamat tiga tahun berturut-turut. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun