Mohon tunggu...
Siti Nazarotin
Siti Nazarotin Mohon Tunggu... Guru - Guru SDN Gogodeso 01 Blitar

Tebarkan manfaat lewat kata-kata. Akun Youtube: https://youtube.com/channel/UCKxiYi5o-gFyq-XmHx3DTbQ

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Goyang Kolosebo dalam Karnaval Desa Banggle

21 Agustus 2022   21:29 Diperbarui: 21 Agustus 2022   22:12 536 25 7
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Saya dan rombongan sedang menunggu giliran tampil | Foto: Siti Nazarotin 

Hari ini, Minggu tanggal 21 Agustus 2022, saya bersama warga Desa Banggle bisa berpartisipasi dalam kegiatan KARNAVAL yang diadakan oleh Pemerintah Desa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 77.

Setelah selama sekitar 3 tahun lamanya kita terkurung pandemi covid 19, akhirnya tahun ini kita bernafas lega, bisa mengadakan kegiatan peringatan HUT RI secara semarak seperti ini. Namun kita harus tetap waspada dan tetap menjaga protokol kesehatan demi menjaga dan membentengi diri dari segala macam penyakit dan bala'.

Peringatan HUT RI ke 77 tahun ini mengambil tema: Pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat, marilah bapak ibu, masyarakat Banggle dan sekitarnya, kita segera bangkit dari ketertinggalan yang selama ini kita alami, ketertinggalan dalam segala bidang. Bidang ekonomi, Pendidikan, Kesehatan dan lain-lainnya. Marilah kita majukan lingkungan RT kita, kita majukan desa kita, sesuai dengan bidang pekerjaan dan tugas masing-masing.

Masyarakat Desa Banggle dan pembaca yang budiman, kami dari rombongan warga Dusun Semanding RT. 2 RW, hari ini mempersembahkan beberapa penampilan.


Berada pada barisan paling depan, terdiri dari para remaja dan kaum muda-mudi yang dengan kompaknya menampilkan dance dengan lagu DJ GHOST yang VIRAL DI TIK TOK dan lagu SEMALAM KUTAHAN VERSI REMIX.

Disusul barisan berikutnya adalah Ibu-ibu yang sangat luwes mengenakan baju kebaya dipadu dengan jarit. Dengan membawakan tema PERTANIAN, ibu-ibu menggendong dan membawa sayur-mayur hasil panen dari sawah dan kebun sendiri.

Saya berperan sebagai petani yang sedang menggendong sayuran | Foto: Siti Nazarotin 
Saya berperan sebagai petani yang sedang menggendong sayuran | Foto: Siti Nazarotin 

Dengan menanam sayur-mayur, bisa mengurangi pengeluaran uang keluarga, bahkan sebagian hasil sayur bisa dijual dan bisa menambah pemasukan keluarga. Sebagai asesoris wajib, sebuah capil bertengger manis, menutupi kepala ibu-ibu yang rajin ini. Tidak lupa sendal jepit menandakan kesederhanaan penampilan khas wanita desa.

Meskipun sambil menggendong sayur-mayur, ibu-ibu yeng menggemaskan ini masih tetap lincah berjoget lo. Dengan iringan lagu WAHYU KOLOSEBO dan lagu TIARA, ibu-ibu ini dengan lincah berjoget ria, semua dilakukan demi acara peringatan HUT RI tercinta.

Saya bersama teman-teman sedang goyang Kolosebo| Foto: Siti Nazarotin 
Saya bersama teman-teman sedang goyang Kolosebo| Foto: Siti Nazarotin 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan